Connect with us

Pariwisata

Ekonomi Belum Stabil Efek Covid 19, Tapi Pengusaha Ini Mau Menanamkan Modalnya di Gunungkidul

Published

on

Spread the love

Gunungkidul – Di tengah wabah covid 19 yang masih merajalela, tidak mengurungkan niat untuk investor menanamkan bisnisnya di Gunungkidul, terbukti ada investor mau membangun Hotel dan Pusat Oleh – oleh di Gunungkidul.

Intan Aprillia Minten Kraft bersama dengan Investor, meletakkan batu pertama dan melaksanakan ritual adat, bukti akan segeranya dibangun Hotel, Pusat oleh – oleh, dan reast area di lahan proyek Mai Homestay di Pantai Krakal, Gunungkidul.

Arfian sebagai pengelola, di wawancarai awak media mengatakan.

” Tempat ini akan Saya jadikan, Hotel, Pusat Oleh – oleh, reast area, dan restoran. Untuk Perizinan semua sudah Saya urus agar segera terlaksana pembangunan ini,” ucapnya.

Sementara pemilik Lahan Intan Aprillia Minten Kraft juga mengatakan.

” Saya sangat senang dengan adanya investor yang mau bergabung untuk bisnis di lahan saya, paling tidak Saya menyerap tenaga kerja baru untuk bisa bekerja walau dalam kondisi ekonomi saat ini belum stabil, Ujarnya.

Intan dan investor pun meminta doa kepada semua masyarakat Semoga pembangunan proyek ini berjalan lancar, dan bisa segera beroperasi,” pungkasnya.

(Red/ Indra).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budaya

Terkait Perijinan Resto Omah Latare Ombo, Sekda Kabupaten Magelang: Kami Akan Memanggil Seluruh OPD

Published

on

Spread the love

Magelang, SuaraMetropolitan.com,-Terkait polemik pelanggaran aturan ijin operasional resto omah latare ombo yang terletak di Jalan Magelang-Salatiga Km.24 wilayah Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang memulai babak baru, Drs.Adi Waryanto selaku Pejabat Sekretaris Daerah(Sekda) Kabupaten Magelang memberikan pernyataan saat di konfirmasi terkait hal tersebut oleh awak media di ruang kerjanya pada Selasa (12-10-2021) sekira Pukul 13.00 WIB. Kabar tersebut dilangsir dari media Suarakpk.com, pada Rabu, 13 Oktober 2021.

Drs. Adi Waryanto saat di tanya perihal sikap atau respon pihak pemerintah/eksekutif dengan adanya polemik perijinan resto omah latare ombo menyampaikan jika akan segera mengadakan konsolidasi internal dengan melibatkan OPD terkait untuk bersama menelalaah permasalah yang sudah menjadi konsumsi publik tersebut.

“Terkait hangatnya pemberitaan resto omah latare ombo, kami akan segera memanggil seluruh OPD dan mengadakan konsolidasi internal, secepatnya setelah kita telaah bersama hasilnya akan kami laporkan ke atasan yaitu bapak bupati, selanjutnya setelah laporan di terima kami menunggu perintah dari bapak bupati” terang Sekda.

Lebih lanjut Drs.Adi Waryanto menegaskan jika pihak Pemerintahan Kabupaten Magelang berkomitmen menjalankan aturan sesuai undang undang atau pun perda, namun semua harus melalui tahapan yang benar.

Di sisi lain Kasatpol PP Kabupaten Magelang Wisnu Harjanto, S.Sos, M.M menerangkan saat di konfirmasi awak media suarakpk.com pada Senin (11-10-2021) diruang kerjanya sekira Pukul 12.00 WIB bahwa terkait polemik resto omah latare ombo pihak Satpol PP selaku pihak yang menjadi ujung tombak penegakan perda di Kabupaten Magelang sudah melakukan tindakan dengan menyidak langsung ke lokasi dan bertemu dengan pihak pengelola, namun pihaknya tidak serta merta langsung menutup resto, langkah yang di ambil dengan memberi peringatan dan memberikan masukan.

“Dengan munculnya pemberitaan kmaren kami langsung bergerak, datang ke lokasi, selain menyidak kami juga menekankan terkait protokol kesehatan di resto tersebut, kami juga memberikan masukan agar segera di adakan musyawarah dengan seluruh elemen di Desa Gondangsari” tegas Wisnu Harjanto.

Wisnu juga berharap jika perda terkait pelanggaran di resto omah latare ombo akan di berlakukan dengan tegas maka harus ada sinergi dari dinas terkait yang memang berhungan langsung dengan perda tersebut, sehingga pihak Satpol PP lebih kuat, serta di harapkan pula awak media bisa mengkomunikasikan segera ke para pihak agak segera ada bentuk tindakan.

(Redaksi)

Continue Reading

Bencana

BMKG Ingatkan Tsunami 28 Meter Dengan Estimasi Waktu 29 Menit Di Pacitan

Published

on

Spread the love

 

Pacitan, Suarametropolitan.com, — Siaran Pers yang disampaikan BMKG, Pacitan harus siap dengan skenario terburuk gempa dan tsunami seperti release yang kami dapatkan berikut,

BMKG Ingatkan Pacitan Harus Siap Dengan Skenario Terburuk Tsunami

PACITAN (11 September 2021) – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah Pacitan untuk siap dengan skenario terburuk gempa dan tsunami.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari dan mengurangi risiko bencana gempa dan tsunami yang mengintai pesisir selatan jawa akibat pergerakan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.

“Berdasarkan hasil penelitian, di Pantai Pacitan memiliki potensi tsunami setinggi 28 meter dengan estimasi waktu tiba sekitar 29 menit. Adapun tinggi genangan di darat berkisar sekitar 15-16 meter dengan potensi jarak genangan mencapai 4 – 6 kilometer dari bibir pantai,” beber Dwikorita saat simulasi gempa bumi dan tsunami yang digelar bersama Kementerian Sosial di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (11/9).

Dalam simulasi tersebut, Dwikorita bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji melakukan verifikasi zona bahaya dan menyusuri jalur evakuasi bencana.

Dwikorita menyebut, dengan skenario tersebut maka masyarakat yang berada di zona bahaya perlu berlatih rutin utk melakukan langkah evakuasi mandiri bila mendapatkan Peringatan Dini Tsunami maksimum 5 menit setelah gempa terjadi. Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir pantai harus segera mengungsi ke dataran yang lebih tinggi jika merasakan goncangan gempa yang besar.

“Untuk masyarakat yang berada di pantai, tidak perlu menunggu perintah, aba-aba, atau sirine, segera lari karena waktu yang dimiliki hanya sekitar 29 menit, sedangkan jarak tempat yang aman yang lebih tinggi cukup jauh,” imbuhnya.

Dwikorita mengatakan, yang namanya skenario artinya masih bersifat potensi yang bisa saja terjadi atau bahkan tidak terjadi. Namun demikian, masyarakat dan pemerintah daerah harus sudah siap dengan skenario terburuk tersebut.

Artinya, lanjut Dwikorita, jika masyarakat dan pemerintah daerah siap, maka jumlah korban jiwa maupun kerugian materi dapat diminimalisir. Dengan skenario terburuk ini, kata dia, pemerintah daerah bersama-sama masyarakat bisa lebih maksimal mempersiapkan upaya mitigasi yang lebih komprehensif.

“Jika masyarakat terlatih maka tidak ada istilah gugup dan gagap saat bencana terjadi. Begitu gempa terjadi, baik masyarakat maupun pemerintah sudah tahu apa-apa saja yang harus dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas tersebut,” tegasnya.

Dwikorita menegaskan, hingga saat ini tidak ada teknologi atau satu pun negara di dunia yang bisa memprediksi kapan terjadinya gempa dan tsunami secara tepat dan akurat. Lengkap dengan perkiraan tanggal, jam, lokasi, dan magnitudo gempa. Semua masih sebatas kajian yang didasarkan pada salah satunya adalah sejarah gempa di wilayah tersebut.

Sementara itu, BMKG memberi rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk menyiapkan dan menambah jalur-jalur evakuasi lengkap dengan rambu-rambu di zona merah menuju zona hijau.

Mengingat luasnya zona bahaya (zona merah) dan padatnya pemukiman penduduk, maka Pemerintah Daerah harus lebih cermat dan tepat dalam memperhitungkan jumlah dan lokasi jalur evakuasi yang diperlukan. Pertimbangannya adalah jarak lokasi tempat evakuasi, waktu datangnya gelombang genangan tsunami, kalayakan jalur, serta menyiapkan mekanisme dan sarana prasarana evakuasi secara tepat.

Pemerintah daerah, lanjut Dwikorita, juga perlu mempersiapkan secara khusus sarana dan prasarana evakuasi bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan difabel. Selain itu, masyarakat juga harus terus diedukasi mengenai potensi bencana dan cara menghadapinya.

“Saya rasa perlu juga disiapkan semacam Tempat Evakuasi Sementara (TES) ataupun Tempat Evakuasi Akhir (TEA) sebagai tempat penampungan khusus bagi warga yang mengungsi dengan ketersediaan stock/cadangan logistik yang memadai,” pungkasnya. (*)

*Biro Hukum dan Organisasi*
*Bagian Hubungan Masyarakat*

Instagram : @infoBMKG
Twitter : @infoBMKG @InfoHumasBMKG
Facebook : InfoBMKG
Youtube : infoBMKG

https://www.bmkg.go.id/

(Redaksi)

Continue Reading

Kuliner

Permohonan Rest Area Rino Caroko Sampaikan Surat Kepada Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta

Published

on

Spread the love

Gunungkidul, Suarametropolitan.com, — Dalam bentuk unggahan di akun facebook miliknya (Rino Caroko) menulis bentuk surat yang ditujukan Bupati Gunungkidul yakni H.Sunaryanta pada Selasa 30 Agustus 2021, sekira Pukul 21:27.Wib.

Isi surat yang disampaikan adalah permintaan titik kordinat rest area diwilayah selatan tepatnya di Kalurahan Giriharja, Kapanewon Panggang Gunungkidul. Menurut Rino Caroko dalam isi surat tempat tersebut tepat jika dijadikan rest area dikarenakan Jalur Lintas Selatan (JLS) dari arah Bantul akan melewati seluruh destinasi wisata pantai di Gunungkidul.

Bentuk surat yang ditujukan Bupati tersebut adalah seperti berikut.

Kepada:
BUPATI GUNUNGKIDUL
H.SUNARYANTA
_______________________
Salam Hormat,
Panggang potensi dibangun rest area
Geliat wisata Gunungkidul khususnya wisata pantai sangat menyedot wisatawan dari luar daerah. Berada diwilayah selatan mulai dari Purwosari – Rongkop Gunungkidul banyak terdapat obyek-obyek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Giriharjo Panggang Gunungkidul menjadi salah satu jalan alternatif menuju berbagai obyek wisata di Gunungkidul. Dari arah terminal Giwangan lurus keselatan sampai jembatan siluk belok kiri naik kearah Panggang merupakan jalur yang cepat untuk sampai ke obyek wisata Gunungkidul dengan begitu potensi rest area sangat tepat didirikan di area Panggang khususnya desa Giriharjo.
Rest area yang menyedian fasilitas kamar mandi,WC,tempat ibadah,kuliner dll sepertinya sangat cocok karena sampai saat ini blm ada rest area yang dibangun oleh pemerintah Gunungkidul di wilayah Giriharjo Panggang. Dengan adanya rest area tersebut maka UMKM dan warga bisa ikut berpartisipasi mengelola dan memanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian. Pemda Gunungkidul memiliki tanah kas kabupaten yang cukup luas,berada tepat dipinggir jalan lintas alternatif obyek wisata tepatnya disamping Polsek Panggang. Jika pemda tertarik dan berfikir tentang fasilitas penunjang wisata di Gunungkidul khususnya zona selatan maka sangat tepat jika tanah kas tersebut dibangun rest area.
Dari pada mangkrak tidak dimanfaatkan usul saya manfaatkan untuk kemakmuran rakyat

Demikian,terima kasih
Salam
Rino Caroko,

Disampaikannya surat melalui beranda akun facebook miliknya itu banyak dikomentari oleh para nitizen, dalam bentuk dukungan positif atau komentar mendukung.

Diketahui Rino Caroko merupakan pengusaha muda yang enegic yang sudah sering memunculkan ide kreatif dalam meningkatkan ekonomi warga sekiar atau warga masyarakat pada umumnya. Rino Caroko juga merupakan warga Kapanewon Panggang Kabupaten Gunungkidul, D.I Yogyakarta.

(Rep/Novita)

Continue Reading

Berita Terpopuler