Berita Daerah

Empat Dekade Diperjuangkan, Pelabuhan Tanjung Carat Kini Masuk Babak Penentuan

×

Empat Dekade Diperjuangkan, Pelabuhan Tanjung Carat Kini Masuk Babak Penentuan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumsel, Herman Deru didampingi Wakil Gubernur Cik Ujang, dan Bupati Banyuasin, Askolani, saat meninjau ground breaking peningkatan akses jalan Tanjung Api-Api menuju TPI Sungsang, Minggu (23/11/2025).

Banyuasin,SuaraMetropolitan Percepatan pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat memasuki fase krusial setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melakukan ground breaking peningkatan akses jalan Tanjung Api-Api menuju TPI Sungsang, Minggu (23/11/2025). Langkah ini dinilai sebagai momentum penentu mewujudkan infrastruktur pelabuhan yang sudah diperjuangkan selama kurang lebih empat dekade.

Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru hadir didampingi Wakil Gubernur H. Cik Ujang, Bupati Banyuasin Askolani dan jajaran Balai Besar Jalan Nasional. Peningkatan akses jalan tersebut merupakan bagian penting dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Tanjung Carat.

Herman Deru menegaskan bahwa Tanjung Api-Api sejak lama disiapkan sebagai pusat logistik Sumsel dan telah melalui perjalanan panjang yang diteruskan oleh banyak pemimpin daerah.

“Program ini sudah delapan periode gubernur. Kita melanjutkan warisan itu,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi Sumsel selama ini mampu tumbuh positif meski belum memiliki pelabuhan ekspor-impor sendiri. Dengan hadirnya Pelabuhan Tanjung Carat nantinya, potensi percepatan ekonomi daerah semakin terbuka lebar karena komoditas unggulan seperti sawit, kopi, dan kelapa tidak lagi harus diekspor melalui pelabuhan provinsi lain.

Baca juga: Ironi Lumbung Energi: Komisi XII DPR Tagih Pemerataan Listrik di Sumsel

“Tanpa pelabuhan saja ekonomi kita sudah 5 persen lebih. Dengan pelabuhan sendiri, Sumsel akan melesat,” tegasnya.

Menurut Gubernur, pemerintah pusat kini memberikan perhatian besar setelah seluruh dokumen kesiapan rampung. Dukungan nyata juga datang dari Kementerian PUPR berupa pembangunan jembatan dan peningkatan jalan akses yang saat ini telah dimulai.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Panji Krisna Wardana menambahkan bahwa peningkatan akses menuju kawasan pelabuhan membuktikan kuatnya sinergi antar instansi dalam menghadirkan infrastruktur berkualitas. PUPR bahkan tengah membangun jembatan sepanjang 1 kilometer sebagai bagian dari penguatan konektivitas kawasan.

Dinas PUBMTR Sumsel telah menyelesaikan readiness criteria, di antaranya FS 2023, DED 2023, dan Amdal 2024. Untuk mendukung pengembangan kawasan, dua ruas akses disiapkan, yaitu Simpang Tanjung Api-Api–Sungsang sepanjang 3,6 km dan Sungsang–Mozaik 6 sepanjang 5,5 km.

Baca juga: Miris, 24 Desa di Sumsel Belum Nikmati Listrik di Tengah Surplus Energi Nasional

Pekerjaan fisik ruas Simpang Tanjung Api-Api–Sungsang dimulai November 2025 menggunakan skema Inpres Jalan Daerah dengan alokasi anggaran Rp 33,29 miliar. Perkerasan AC-WC, AC-BC, galian struktur, serta mortar busa berdaya dukung tinggi akan digunakan guna menjamin ketahanan jalan dalam jangka panjang.

Herman Deru menyebut pembangunan akses tersebut memiliki tiga sasaran strategis: menunjang operasional TPI Sungsang, mendukung rencana pembangunan pabrik bioavtur berbasis kelapa, serta mempercepat kesiapan Pelabuhan Tanjung Carat.

“Ini bukan hanya jalan. Ini adalah pengungkit ekonomi,” ucapnya menegaskan.

Keberadaan akses yang lebih memadai diharapkan mampu memperlancar distribusi logistik, meningkatkan mobilitas masyarakat pesisir, serta membuka peluang investasi baru di wilayah utara Sumsel. Infrastruktur ini diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Bupati Banyuasin H. Askolani turut menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan provinsi terhadap pembangunan strategis di wilayahnya. Ia berharap proses yang kini berjalan dapat menghadirkan dampak signifikan bagi masyarakat Banyuasin serta sektor ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.