Palembang,SuaraMetropolitan – Pernyataan Bupati PALI Asgianto ST yang menegaskan bahwa sebagian besar program pemerintahannya saat ini merupakan “warisan” dari pemerintahan sebelumnya menuai tanggapan kritis dari aktivitis, Feri Kurniawan.
Menurut Feri, meski secara prosedural APBD memang disusun sebelum kepala daerah baru menjabat, bukan berarti pemerintah baru tak memiliki ruang untuk melakukan evaluasi atau koreksi terhadap program yang dinilai tidak tepat.
“Pemimpin yang dewasa secara politik akan langsung mengambil alih tanggung jawab penuh begitu menjabat, meskipun program itu disusun oleh pemerintahan sebelumnya. Kalau ada yang keliru, ya diperbaiki atau ditunda, bukan sekadar mengeluh itu warisan. Sikap seperti itu terkesan kekanak-kanakan,” ujar, kepada SuaraMetropolitan Feri, Jum’at (8/8/2025).
Baca juga: Tiga Perda Sumsel Disahkan, Harapan Tinggi Menanti Konsistensi Implementasi
Feri menilai, dalih “warisan” justru berpotensi merusak citra kepemimpinan di mata publik. Sebab, masyarakat lebih menilai hasil dan solusi daripada alasan atau pembelaan.
“Publik tidak mau tahu itu warisan siapa. Yang mereka lihat, kebijakan itu terjadi di masa siapa, dan apakah ada langkah konkret untuk memperbaikinya. Kalau alasannya hanya menyalahkan masa lalu, terdengar seperti excuse ala anak sekolah yang bilang, ‘Aku telat datang ke sekolah bukan salahku Bu guru, itu gara-gara alarmnya nggak bunyi’ Padahal dia yang lupa ngecas hp,” sindir Feri.
Ia juga mengingatkan bahwa janji Bupati dan Wakil Bupati untuk fokus pada kerja nyata akan sulit dipercaya jika tidak diiringi dengan kebijakan konkret, terutama soal penghematan anggaran dan pembatalan program yang dinilai boros.
“Kalau memang serius mau efisiensi, buktikan dengan tindakan nyata. Misalnya, tunda atau batalkan pengadaan yang tidak mendesak. Itu baru namanya pemimpin yang matang dan tegas,” tutupnya.






