Berita Daerah

FK Unsri Bawa Inovasi Skrining Digital Kesehatan Reproduksi ke Tanjung Raja

×

FK Unsri Bawa Inovasi Skrining Digital Kesehatan Reproduksi ke Tanjung Raja

Sebarkan artikel ini
Dr. dr. Susilawati, M.Kes., memberikan materi mengenai infeksi jamur pada saluran reproduksi, khususnya KVV, kepada Puluhan peserta yang terdiri dari Wanita Usia Subur (WUS) dan kader kesehatan, di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Minggu (27/9/2026). 

Tanjung Raja,SuaraMetropolitan – Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) membawa pendekatan digital sederhana dalam upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap kesehatan reproduksi. Melalui kegiatan pengabdian berbasis masyarakat, FK Unsri memperkenalkan skrining mandiri untuk mendeteksi risiko Kandidiasis Vulvovaginal (KVV) di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari pengabdian masyarakat tahun 2026 tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan Melalui Inovasi Skrining Mandiri Kandidiasis Vulvovaginal Berbasis Teknologi Digital Sederhana di Tanjung Raja Ogan Ilir Tahun 2026”.

Puluhan peserta yang terdiri dari Wanita Usia Subur (WUS) dan kader kesehatan mengikuti edukasi dan pelatihan yang diberikan tim pengabdi dari Program Studi Pendidikan Dokter FK Unsri.

Materi mengenai infeksi jamur pada saluran reproduksi, khususnya KVV, disampaikan Dr. dr. Susilawati, M.Kes. Peserta diberikan pemahaman mengenai penyebab infeksi, faktor risiko, gejala yang dapat muncul hingga pentingnya mengenali kondisi tersebut sejak dini.

“Perempuan perlu mengenali gejala dan faktor risiko Kandidiasis Vulvovaginal agar dapat melakukan deteksi dini. Keluhan yang muncul sebaiknya tidak diabaikan, sehingga apabila terdapat tanda-tanda yang mengarah pada infeksi dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Susilawati, melalui pesan tertulis kepada SuaraMetropolitan Senin, (28/9/2026).

Pelaksanaan tridarma perguruan tinggi FK Unsri melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.

Baca juga: Polsri Dampingi UMKM Kuliner Palembang Go Digital, Menu QR Code Pangkas Waktu Layanan 20 Persen

Selain mengenali KVV, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan area kewanitaan melalui penerapan personal hygiene yang baik dan benar.

Menurut Susilawati, kebersihan area kewanitaan perlu diperhatikan untuk menjaga kondisi tetap sehat dan mencegah kelembapan berlebih yang dapat mendukung pertumbuhan jamur.

“Menjaga kebersihan area kewanitaan dengan cara yang tepat merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan reproduksi. Kondisi yang terlalu lembap dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan jamur, sehingga kebersihan perlu diperhatikan,” katanya.

Yang menjadi bagian utama dalam kegiatan tersebut adalah pelatihan kepada para kader kesehatan. Mereka diperkenalkan dengan metode skrining mandiri risiko KVV menggunakan teknologi digital sederhana berupa kuesioner terstruktur melalui Google Form yang dapat diakses menggunakan smartphone.

Melalui metode tersebut, perempuan diharapkan dapat mengenali lebih awal gejala keputihan abnormal maupun tanda yang mengarah pada infeksi jamur secara lebih mudah dan terukur.

Baca juga: Dari Administrative Support Menjadi Frontline Governance Actor: Reformasi Birokrasi Pengadministrasi di Era Smart Governance

Baca juga: KAWAL PAK WALI, Inovasi Peserta PKA Palembang yang Raih Peringkat Pertama

“Teknologi digital sederhana dapat dimanfaatkan untuk membantu proses skrining awal. Dengan menggunakan kuesioner yang mudah diakses melalui smartphone, perempuan dapat lebih mengenali kondisi yang dialaminya dan mengetahui kapan perlu mencari pertolongan medis,” ungkap Susilawati.

Kader yang telah mendapatkan pelatihan kemudian diharapkan dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada perempuan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Dengan demikian, edukasi dan deteksi dini KVV diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih awal apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk mendukung edukasi secara berkelanjutan, tim pengabdi FK Unsri juga membagikan modul atau booklet kesehatan reproduksi kepada peserta. Materi tersebut berisi panduan personal hygiene, pengenalan tanda bahaya infeksi jamur serta langkah-langkah preventif dalam menjaga kesehatan organ reproduksi.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 3 (Good Health and Well-being) yang berfokus pada upaya menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua. Selain itu, kegiatan tersebut turut mendukung Goal 5 (Gender Equality) melalui pemberdayaan perempuan dalam meningkatkan pengetahuan, kemandirian, serta kemampuan menjaga kesehatan reproduksi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi FK Unsri melalui pengabdian langsung kepada masyarakat. Pendekatan promotif dan preventif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat membantu mewujudkan perempuan yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya dalam menjaga kesehatan reproduksinya.

Tinggalkan Balasan