Palembang,SuaraMetropolitan – Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menyoroti masih belum meratanya akses listrik bagi masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan. Padahal daerah ini dikenal sebagai salah satu pusat energi nasional dengan kelebihan pasokan listrik yang sangat besar. Hal tersebut menjadi fokus dalam Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi XII DPR RI ke Palembang, Jumat (21/11/2025).
Sugeng menjelaskan, Sumatera Selatan memiliki sumber daya energi fosil yang melimpah. Selain menjadi lokasi beroperasinya perusahaan batu bara milik negara, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, wilayah ini juga memiliki fasilitas industri migas seperti kilang minyak dan refinery di beberapa titik.
“Palembang ini adalah lumbung energi nasional, dengan kapasitas listrik mencapai sekitar 3.000 megawatt. Namun ironisnya, konsumsi listrik masyarakat baru sekitar 1.000 megawatt. Masih ada kelebihan 2.000 megawatt, tetapi sebagian warganya belum tersambung listrik,” ujar Politisi Fraksi Partai NasDem ini.
Baca juga: Miris, 24 Desa di Sumsel Belum Nikmati Listrik di Tengah Surplus Energi Nasional
Kondisi paradoks tersebut menjadi perhatian serius Komisi XII DPR RI. Dalam pertemuan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN (Persero) wilayah Sumsel, DPR meminta adanya langkah percepatan penyelesaian persoalan elektrifikasi hingga rasio mencapai 100 persen.
“Kami menyoroti mengapa masih ada desa yang belum terlistriki padahal daya tersedia sangat besar. Tadi kami bahas dengan PLN dan ESDM untuk memetakan titik-titik desa, kendala teknis, serta solusi percepatan penyambungan listrik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sugeng menegaskan bahwa Pemerintah telah menyalurkan subsidi PLN sebesar Rp93 triliun dalam APBN tahun berjalan. Dari jumlah itu, sekitar Rp10 triliun diantaranya difokuskan untuk program perluasan listrik desa (lisdes) hingga sambungan listrik baru (PBL).
Baca juga: Korupsi Dana Pensiun Ditindak! KPK Serahkan Aset Rp883 Miliar ke Taspen
“Melalui fungsi budgeting, kami di DPR memastikan anggaran subsidi PLN tersalurkan dengan tepat sasaran. Sekitar Rp10 triliun difokuskan untuk memperluas jaringan listrik desa dan sambungan baru, termasuk untuk wilayah-wilayah seperti Sumatera Selatan ini,” paparnya.
Komisi XII juga mendorong agar PLN bersama pemerintah daerah tidak hanya mempercepat penambahan jaringan, melainkan juga mengatasi hambatan administratif dan geografis yang seringkali menjadi kendala pemasangan listrik rumah tangga.
“Kami ingin memastikan semua masyarakat di Sumatera Selatan bisa menikmati listrik. Targetnya 100 persen rasio elektrifikasi, mudah-mudahan bisa tercapai pada akhir tahun ini,” pungkasnya. (*)












