Palembang,SuaraMetropolitan – Direktur Operasional Perumda Tirta Musi Palembang, Rahmad, ST, meninjau langsung proses pengurasan reservoir berkapasitas 500 meter kubik di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sungai Lais, Rabu (5/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemeliharaan berjalan sesuai prosedur dan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan tetap terjaga.
Di lokasi, Rahmad memantau proses pengurangan sisa air di dalam reservoir serta mengecek kondisi fasilitas penampungan air bersih sebelum dipompa ke jaringan distribusi pelanggan. Reservoir tersebut merupakan bagian dari sistem distribusi yang melayani sekitar 2.775 pelanggan.
“Reservoir ini merupakan tempat penampungan air bersih sebelum dipompa ke pelanggan. Pengurasan kami lakukan karena selama operasional, mulai 2024 hingga 2026, endapan di dalam reservoir perlu dibersihkan agar kualitas air tetap terjaga,” ujar Rahmad.
Baca juga: Tirta Musi Bersihkan Reservoir IPA Sungai Lais, 2.775 Pelanggan Berpotensi Terdampak
Ia menjelaskan, reservoir yang sedang dibersihkan merupakan tipe reservoir di atas permukaan tanah sehingga proses pengurasannya relatif lebih cepat dibandingkan reservoir bawah tanah. Saat ini, pekerjaan masih berada pada tahap pengurangan sisa air di dalam reservoir sebelum pembersihan selesai dilakukan.
Menurut Rahmad, pengurasan tidak dilakukan berdasarkan jadwal tertentu, melainkan mengacu pada hasil pemantauan kualitas air. Air hasil pengolahan akan dibandingkan dengan kondisi air setelah berada di dalam reservoir sebelum didistribusikan ke pelanggan.
“Kami terus memantau kualitas air. Jika hasil pengolahan sudah baik tetapi setelah berada di reservoir kualitasnya menjadi keruh, maka reservoir harus dibersihkan. Jadi tujuan utamanya adalah menjaga kualitas air, bukan mengubah kapasitas distribusi,” jelasnya.
Reservoir Sungai Lais berkapasitas 500 meter kubik tersebut menjadi bagian dari sistem distribusi dengan suplai sekitar 30 liter per detik. Selain dari fasilitas ini, pasokan air juga didukung oleh instalasi lain di Borang dan beberapa IPA lainnya dengan kapasitas 30 liter, 50 liter, hingga 100 liter per detik.
Selain di Sungai Lais, Perumda Tirta Musi juga memiliki reservoir serupa di IPA Polygon, IPA Ogan, serta beberapa lokasi lainnya. Penempatan reservoir disesuaikan dengan kondisi kontur tanah karena berkaitan dengan tata letak pompa distribusi.
“Setelah reservoir dikuras, yang berubah bukan kapasitas aliran air, melainkan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan,” pungkas Rahmad.








