Pangkalan Balai,SuaraMetropolitan – Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin yang juga Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuasin, Erwin Ibrahim, secara resmi membuka Jambore Cabang (Jamcab) V Banyuasin Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Banyuasin, Senin (2/2/2026).
Dalam sambutannya, Sekda Erwin menegaskan bahwa Jambore merupakan momentum strategis dan monumental dalam dunia kepanduan. Ia menekankan bahwa Jambore bukan sekadar perkemahan besar atau ajang rekreasi, melainkan instrumen pendidikan non formal yang dirancang untuk membentuk karakter, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan jiwa kemandirian Pramuka Penggalang.
Melalui Jambore, peserta diajak berinteraksi dengan alam, belajar berkolaborasi dalam keberagaman, serta mengasah keterampilan hidup yang tidak sepenuhnya diperoleh di bangku sekolah.
“Mengusung tema ‘Ceria, Tangguh, dan Rajin’, kita berkomitmen untuk melahirkan generasi muda Banyuasin yang memiliki ketahanan mental, kecerdasan emosional, dan etos kerja yang tinggi,” tegasnya.
Baca juga: Camat se-Kota Palembang Diminta Pahami Kondisi Riil Wilayah dan Respons Cepat Aspirasi Warga
Erwin juga menyampaikan bahwa Kwartir Cabang Banyuasin telah menyusun kurikulum kegiatan yang komprehensif melalui tujuh zona aktivitas. Ketujuh zona tersebut meliputi Zona Integritas sebagai sarana penanaman nilai kejujuran dan etika kepemimpinan, Zona Gen Z yang mendorong adaptasi teknologi serta pemanfaatan media digital secara positif, dan Zona Adventure untuk membentuk ketangguhan mental melalui tantangan fisik.
Selain itu, terdapat Zona Pramuka Peduli sebagai wujud nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan, Zona Budaya untuk melestarikan kearifan lokal Banyuasin di tengah arus modernisasi, Zona Pengetahuan, Wawasan, dan Keterampilan guna meningkatkan kompetensi teknis kepramukaan, serta Zona Pramuka Dewasa sebagai wadah peningkatan kapasitas pembina dan pelatih.
Tak hanya itu, Kak Erwin juga berpesan agar Jamcab V ini dijadikan sebagai ajang persiapan menuju Jambore Daerah (Jamda) sekaligus uji kemampuan sebelum berlaga di tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Baca juga: HDCU Hadiri Rakornas 2026, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah di Sumsel
“Jadikan kegiatan ini sebagai ajang uji coba kemampuan. Saya ingin kontingen Banyuasin nantinya menjadi kontingen yang paling disegani di tingkat Provinsi Sumatera Selatan karena kualitas dan kekompakannya,” ujarnya.
Ia pun mendorong para peserta untuk menatap target lebih tinggi hingga Jambore Nasional (Jamnas). Menurutnya, Pramuka dari Bumi Sedulang Setudung memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat nasional.
“Jangan hanya bermimpi untuk tingkat lokal. Tunjukkan bahwa pramuka dari Bumi Sedulang Setudung layak berdiri sejajar dengan pramuka dari seluruh pelosok nusantara di tingkat nasional. Hanya mereka yang paling tangguh dan paling rajinlah yang akan mendapatkan kehormatan tersebut,” tandasnya.
Untuk mendukung capaian tersebut, Erwin meminta seluruh peserta memaksimalkan waktu dan kesempatan belajar di tujuh zona aktivitas yang telah disiapkan. Ia juga menginstruksikan para pembina agar melakukan pemantauan secara objektif dalam memilih bibit unggul yang tidak hanya cakap secara teknis kepramukaan, tetapi juga memiliki adab dan karakter mulia untuk mewakili Kabupaten Banyuasin di tingkat daerah maupun nasional ke depan. (*)






