PalembangSuaraMetropolitan – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., memimpin apel pagi yang dihadiri langsung Irwasda Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., serta seluruh PJU, Pamen, Pama, personel dan ASN, pada Senin (24/11/2025).
Dalam arahannya, Kabid Humas menyampaikan bahwa Polda Sumsel beserta jajaran saat ini masih melaksanakan Operasi Zebra Musi 2025 sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.
“Tujuan utama operasi Zebra Musi 2025 ini adalah untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan cipta kondisi menjelang Operasi Lilin Musi 2025,” jelas Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Baca juga: Pemkot Pagar Alam Matangkan DED Kawasan Olahraga Terpadu Jadi Ikon Baru Kota
Ia menegaskan, operasi yang berlangsung sejak tanggal 17 hingga 30 November 2025 ini dirancang untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas di wilayah Sumatera Selatan, sehingga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) dapat terwujud.
Masyarakat diimbau agar selalu taat aturan saat berkendara. Tak hanya itu, Nandang juga meminta seluruh personel Polda Sumsel memberikan contoh baik dalam pelaksanaan tugas maupun di ruang publik.
“Jadilah contoh yang baik di masyarakat dan laksanakan tugas dengan ikhlas dan tanggung jawab,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kabid Humas menyoroti pentingnya penggunaan media sosial secara bijak. Di era digital seperti saat ini, penyebaran informasi terjadi sangat cepat dan berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila tidak difilter dengan baik.
Baca juga: Dorong Prestasi Pesepak Bola Muda, Wali Kota Palembang Beri Lampu Hijau Penguatan Fasilitas
“Sebagai anggota Polri, kita harus menjadi contoh yang baik. Jangan sampai terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Saring sebelum sharing, serta gunakan media sosial sebagai sarana untuk menyampaikan hal-hal positif, angkat citra Polri di medsos atau media yang lain,” tuturnya.
Selain menghindari konten hoaks dan ujaran kebencian, lulusan Akpol tahun 1997 ini juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang digital agar tidak merugikan institusi Polri.
Di akhir arahannya, ia berharap seluruh jajaran Polda Sumsel dapat terus menjaga nama baik Polri, baik di lapangan maupun di dunia maya, dengan menunjukkan sikap profesional, cerdas, dan bijaksana. (*)






