Jakarta,SuaraMetropolitan – Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, SIK menghadiri peresmian dan peluncuran Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) yang dilaksanakan oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, MSi. Kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta dan diikuti oleh jajaran Polda serta Polres yang ditetapkan sebagai satuan pelaksana Direktorat PPA-PPO.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumsel didampingi Direktur Reserse PPA dan PPO Kombes Pol Andes Purwanti, SE, MM, serta para Kasat Reserse PPA jajaran dan PPO. Peluncuran Direktorat PPA-PPO ini dilaksanakan di 11 Polda dan 22 Polres sebagai langkah penguatan kelembagaan Polri dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, SIK, MH menyampaikan bahwa pembentukan Direktorat PPA-PPO di tingkat Polda dan Polres bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan dan perlindungan bagi perempuan, anak, serta kelompok rentan yang menjadi korban kekerasan.
“Peresmian Direktorat baru tersebut baik di tingkat Polda dan Polres ini untuk optimalisasi dalam rangka memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik, untuk seluruh perempuan dan anak atau kelompok rentan yang menjadi korban kekerasan,” ujar Nandang kepada insan pers, Sabtu (24/1/2026).
Baca juga: Dilantik Bersama Pengurus Se-Sumsel, Yudi Gautama Nahkodai ORADO Palembang
Menurut Nandang, selama ini masih terdapat korban dari kelompok rentan yang mengalami kekerasan namun belum melaporkan peristiwa yang dialaminya. Dengan hadirnya Direktorat PPA-PPO, diharapkan korban dapat memperoleh pelayanan dan perlindungan yang lebih maksimal.
“Sehingga permasalahan korban dari kelompok rentan yang selama ini banyak terjadi di lapangan namun tidak dilaporkan. Alhamdulillah dengan pembentukan Direktorat PPA-PPO semua ini korban bisa terlayani dengan baik,” kata Nandang.
Lebih lanjut, Nandang menjelaskan bahwa sejak Direktorat PPA-PPO dibentuk di tingkat Mabes Polri, jajaran kepolisian terus melakukan kegiatan sosialisasi untuk mendorong keberanian masyarakat dalam melaporkan tindak kekerasan yang dialami.
“Kita sampaikan selama satu tahun dilaksanakan kegiatan sosialisasi untuk membangkitkan keberanian dari masyarakat yang menjadi korban untuk betul-betul meyakini pada saat melapor mereka terlindungi. Karena memang di satu sisi memang menimbulkan traumatik apabila tidak bisa kita berikan pelayanan dan perlindungan dengan baik, dan psikologis yang baik,” ujarnya.
Baca juga: Si Mata Jadi Instrumen Baru Penempatan Jabatan ASN di Banyuasin
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Direktorat PPA-PPO akan melakukan kolaborasi dan kerja sama dengan kementerian, lembaga, serta seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk dengan pihak luar negeri.
“Untuk betul-betul memberikan pelayanan terbaik. Karena di satu sisi ada korban perempuan dan anak yang alami kekerasan di dalam negeri. Namun di satu sisi banyak terjadi peristiwa People Smuggling yang korbannya warga negara kita yang tertipu mendapatkan janji pekerjaan, namun jadi korban di luar negeri karena gunakan jalur tidak resmi. Di sini kita bekerja supaya itu bisa dihindari,” papar Listyo.
Kapolri menambahkan, Direktorat PPA-PPO akan hadir untuk mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang serta memberikan jaminan perlindungan dan pemenuhan hak bagi masyarakat yang bekerja di luar negeri.
Di sisi lain, Kapolri berharap peluncuran Direktorat PPA-PPO menjadi momentum bagi Polri untuk terus meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Sekali lagi ini adalah momentum yang harus kita dorong sehinggga memberikan perlindungan baik terhadap perempuan dan anak terhadap korban People Smuggling ke depan betul-betul kita bisa maksimalkan, kita terus tingkatkan personel kita untuk bisa profesional dan ini juga membuka kesetaraan gender,” tutur Kapolri.
Peluncuran Direktorat PPA-PPO dilaksanakan di 11 Polda dan 22 Polres, termasuk jajaran Polda Sumatera Selatan yang meliputi Polres Lahat, Polres Ogan Komering Ulu, Polres Musi Rawas Utara, dan Polres Ogan Ilir. (*)












