Connect with us

Hukum

Kasus Dugaan Pemalsuan Ijazah, Qomar Terancam 7 Tahun Bui

Published

on

Pelawak yang juga mantan anggota DPR, Nurul Qomar terancam tujuh tahun bui dalam kasus dugaan pemalsuan ijazah. (Detikcom/Imam Suripto)
Spread the love

SuaraMetropolitan.com, Jakarta — Pelawak senior yang juga mantan anggota DPR, Nurul Qomar ditahan di Mapolres Brebes, Selasa (25/6) usai dijemput paksa dalam kasus dugaan pemalsuan ijazah. Melihat pasal yang dilanggar, polisi menyebut Qomar terancam kurungan penjara tujuh tahun.

“Tersangka Qomar melanggar pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” kata Kapolres Brebes, AKBP Aris Supriyono, Selasa (25/6) dikutip Antara.

Nurul Qomar diduga memalsukan ijazah S2 dan S3 sebagai syarat mencalonkan diri sebagai Rektor Universitas Muhadi Setiabudhi (Umus).

Dalam kesempatan itu, Aris membenarkan penjemputan paksa dilakukan karena pentolan grup lawak legendaris empat sekawan itu mangkir dari panggilan polisi.

“Tersangka dilaporkan oleh Muhadi Setiabudhi terkait dugaan pemalsuan ijazah S2 dan S3 saat mencalonkan diri sebagai rektor,” ujarnya.

Aris menyebut Qomar melalui kuasa hukumnya meminta untuk tidak ditahan. Kuasa hukum meminta polisi mengizinkan Qomar melakukan peengecekan kesehatan karena sakit asma yang ia derita. Qomar saat ini menjalani pemeriksaan oleh tim Dokkes Polres Brebes. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara tertutup di ruang Reskrim Polres Brebes.

Kuasa Hukum Qomar, Furqon Nurzaman menyebut Qomar saat ini benar tengah mengenyam pendidikan doktor di salah satu universitas di Jakarta.

“Yang jadi kesalahpahaman, banyak orang sudah memanggil dia dengan gelar Pak Doktor,” kata Furqon, kepada wartawan, Selasa (26/5) berdasarkan tayangan CNNIndonesia TV.

 

Sumber, CNNIndonesia

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budaya

Sultan HB X: Kendaraan Bermotor Warga Jogjakarta Bebas Denda Atminitratif

Published

on

Spread the love

 

Yogjakarta, Suarametropolitan.com – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan keringanan bebas biaya adminitratif untuk kendaraan bermotor bagi warga Jogjakarta.

Bebas biaya tersebut, seperti dalam video unggahan di berbagai media sosial, yang menerangkan bahwa Sultan HB X menjelaskan perihal sebagai berikut.

 

(SupadiTW)

Continue Reading

Hukum

Kembali Terjadi, Aksi Brutal Terhadap Jurnalis TV Nasional di Lampung Utara

Published

on

Spread the love

LAMPUNG UTARA (Suarametropolitan.com) – Aksi Brutal dan premanisme terhadap jurnalis kembali terjadi, hal ini di alami oleh Ardy Yohaba Jurnalis Stasiun Televisi Swasta Nasional (Indosiar). Pemukulan dan perampasan camera serta dihalangi tugas jurnalis yang tengah bertugas meliput pertandingan sepak bola Piala Bupati Cup 2020 Yang digelar pada Stadion Sukung Kelapa Tujuh Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung utara, jumat (27/08).

Pemukulan dan perampasan yang dilakukan oleh Ketua Panitia Bupati Cup Juanda Basri ketika hendak meminta Keterangan dari Pihak Panitia, penanggung jawab pertandingan, terkait adanya kericuhan soal Penilaian Skor pada pertandingan yang berlangsung kemarin.

“Kemarin saya hendak bermaksut untuk melakukan wawancara. Kepada Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Lampung Utara Boy Salani. Mengenai Kericuhana Soal Penilaian Skor pertandingan Kemarin,” ucap Ardi Yohaba Kepada awak media.

Lanjutnya. Ketua Koni Kabupaten Lampung Utara, memberikan arahan supaya menemui Ketua Panitia Bupati Cup (Juanda Basri), karna kapasitas yang layak untuk di mintai wawancara adalah Ketua panitia.

“Saya ketika bertemu dengan ketua panitia bupati cup (Juanda Basri). Saya menunjukan identitas saya sebagai media dan menjelaskan kedatangan saya. Pas saya mau mewawancarai dia. Kamera saya di rampas dan dia marah serta ada pukulan yang di layangkan kepada saya tepat pas di pelipis muka saya, serta kamera saya rusak,” Jelasnya.

Atas perlakuan yang dialaminya, Ardy Yohaba bersama Deferi Zan (Ketua) dan Heri yanto (Sekertaris) Badriansyah dan jajaran Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (Dpc Awpi) Kabupaten Lampung Utara melaporkan peristiwa yang di alami nya ke Mapolres Lampung utara, laporan diterima langsung oleh Ka.Spkt. Ipda Pol. Irwanto, Unit Sentra Pelayanan (SPKT) dengan nomor Laporan Polisi : LP / 855 /B / VIII / 2020 / POLDA LAMPUNG / RES L.U.

(Sumber : AWPI Lampung)

Continue Reading

Hukum

Selangkah Lagi Abu Janda Dijebloskan ke Penjara, Saksi Pelapor Sudah Diperiksa, Begini Hasilnya

Published

on

Spread the love

JAKARTA- Polisi telah rampung memeriksa saksi pelapor terkait laporan yang dilayangkan terhadap Permadi Arya alias Abu Janda tentang dugaan ujaran kebencian.

Sekjen Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) Judju Purwanto mengatakan, pihaknya sebagai pelapor Abu Janda telah diperiksa pada Sabtu (30/5).

“Sudah selesai pemriksaan (pada Sabtu 30 Mei),” kata Judju saat dikonfirmasi Pojoksatu, Senin (1/6).

Judju menyebut, ada 15 pertanyaan yang dilayangkan penyidik terhadap para saksi pelapor.

Dalam pemeriksaan itu, ia mengklaim bahwa pihaknya sangatlah kooperatif.

“Ada 15 pertanyaan (dari penyidik),” ungkapnya.

Diketahui, Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) telah mempolisikan Abu Janda pada 10 Desember 2019. Laporan itu teregistrasi di Bareskrim dengan surat STTL/572/XII/2019/Bareskrim

Bareskrim memulai penyelidikan terhadap laporan itu pada akhir Mei 2020. Penyelidikan itu dimulai dengan meminta keterangan Abu Janda sebagai saksi.

IKAMI melaporkan Abu Janda karena diduga telah melakukan ujaran kebencian lewat media sosial dengan menyebut bahwa teroris punya agama. Agama itu, kata Abu Janda, adalah Islam.

Sumber: Pojoksatu.id

Continue Reading

Berita Terpopuler