Jakarta,SuaraMetropolitan – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus mengoptimalkan potensi sektor perikanan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengajuan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sebagai langkah awal, Bupati OKU Teddy Meilwansyah bersama Kepala Dinas Perikanan Kabupaten OKU Juarsyah melakukan audiensi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Rabu (14/1/2026). Audiensi tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan sinkronisasi program kerja antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Rombongan Pemkab OKU disambut oleh Direktur Rumput Laut Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Nono Hartanto, Direktur Pengolahan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Tri Aris Wibowo, serta Direktur Usaha Penangkapan Ikan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Ukon Ahmat Furkon di Gedung KKP RI, Jakarta.
Dalam sambutannya, Bupati OKU Teddy Meilwansyah menyampaikan bahwa pengembangan sektor perikanan di Kabupaten OKU dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemenuhan kebutuhan protein yang bersumber dari ikan.
Baca juga: Akhir Angkutan Batubara di Jalan Umum? Fly Over KM 111 di Lahat Mulai Dibangun
Selain itu, pengembangan sektor perikanan juga diarahkan untuk meningkatkan produksi perikanan guna mencapai swasembada pangan lokal, sehingga dapat menciptakan kemandirian pangan masyarakat, khususnya di sektor perikanan.
“Hal ini juga untuk mendukung terwujudnya asta cita presiden dan wakil presiden ke-2 yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru melalui pengembangan sektor perikanan di OKU,” kata Bupati OKU Teddy Meilwansyah.
Lebih lanjut, Teddy menjelaskan bahwa rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten OKU akan berlokasi di Desa Lubuk Leban, Kecamatan Sosoh Buay Rayap. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.
Desa Lubuk Leban memiliki luas wilayah sekitar 34,13 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sebanyak 954 jiwa. Masyarakat setempat mayoritas menggantungkan mata pencaharian dari sektor perikanan tangkap dengan menggunakan alat tradisional seperti jala, pancing, jaring, dan peralatan sederhana lainnya.
Baca juga: Banyuasin Perkuat Akses Air Bersih, Jajaki Kerja Sama dengan PT Mustika Jimbaran Indah
Jenis ikan yang ditangkap antara lain ikan baung, patin, seluang, serta beberapa jenis ikan air tawar lainnya dengan total produksi mencapai 89.080 kilogram. Sementara itu, total produksi ikan tangkap di Kabupaten OKU tercatat sebesar 1.498,73 ton, sedangkan produksi ikan budidaya mencapai 765,7 ton. Angka konsumsi ikan masyarakat pada tahun 2024 berada pada level 39,75 kilogram per kapita per tahun.
Melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta membantu pengendalian inflasi dan penurunan angka kemiskinan ekstrem.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat, mendorong peningkatan angka konsumsi ikan, serta menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting. Dampak lainnya adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah serta pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Harapannya bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan, akses fasilitas dan infrastruktur yang memadai dan modern, peluang usaha baru, jaminan pasar lebih luas dan yang paling penting kemandirian masyarakat,” harapnya. (*)






