Connect with us

Kesehatan

Kemenkes Percepat Penyelesaian Klaim Biaya Perawatan Pasien COVID-19

Published

on

Spread the love

 

Jakarta, (30/09/2020), Suarametropolitan.com –
Kementerian Kesehatan RI mempercepat penyelesaian klaim biaya perawatan pasien COVID-19. Hingga saat ini jumlah RS yang telah mengajukan klaim 1.356.

“Kami melakukan percepatan pembayaran klaim kepada rumah sakit yang melayani dan merawat pasien COVID-19, tentunya untuk menjaga cashflow dan mutu layanan rumah sakit” Ungkap Menteri Kesehatan Terawan (30/9)

Plt. Dirjen Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Prof Kadir menjelaskan lebih detail tentang prosedur klaim dimulai dari pengajuan klaim oleh rumah sakit, pengajuan tersebut kemudian diverifikasi oleh BPJS Kesehatan, Kemenkes, dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

“Selanjutnya dilakukan pembayaran uang muka oleh Kemenkes. Setelah proses verifikasi selesai dilakukan pelunasan klaim oleh Kemenkes, pembayaran diterima di rumah sakit,” katanya.

Apabila terjadi dispute maka langkah yang harus dilakukan antara lain :
1. BPJS Kesehatan melakukan verifikasi terhadap klaim yang diajukan, jika terdapat dispute (untuk pertama kali) maka dilakukan revisi untuk diajukan kembali ke BPJS Kesehatan setelah rumah sakit melakukan perbaikan (kelengkapan yang dipersyaratkan)
2. Terhadap pengajukan klaim yang sdh di revisi, maka BPJS Kesehatan melakukan verifikasi kembali, jika masih dispute (dispute yang kedua kali) maka hasil verifikasi dispute tersebut ditarik by system oleh Kemenkes untuk dilakukan penetapan dispute (penyelesaian)
3. Dispute hanya diperbolehkan 2 kali untuk 1 (satu) nomor pengajuan klaim dan diberikan waktu maksimal 7 (tujuh) hari kalender sejak dinyatakan dispute bagi rumah sakit untuk melengkapi berkas yang dipersyaratkan
4. Yankes menarik laporan Dispute ke-2 (berdasarkan informasi data dari BPJS Kesehatan) dan melakukan penetapan dispute terhadap klaim rumah sakit
5. Penetapan dispute oleh Yankes dengan status diterima/dibayar atau status ditolak akan dilakukan penyesuaian pada status klaim di BPJS Kesehatan (by system)

Upaya yang sudah dilakukan Kementerian Kesehatan Dalam Percepatan Klaim antara lain :
1. Diterbitkannya Kepmenkes No. HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang
Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19). Sosialisasi Kepmenkes ini dilakukan secara daring dan serial ke institusi terkait (Dinas Kesehatan Provinsi/Kab/Kota, Rumah Sakit, Organisasi Profesi dan stakeholder lainnya
2. Diterbitkannya Kepmenkes No. HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Petunjuk teknis klaim penggantian biaya pelayanan pasien penyakit infeksi emerging tertentu bagi RS yang
menyelenggarakan pelayanan COVID-19. Sosialisasi Kepmenkes secara daring dan serial ke institusi terkait (Dinas Kesehatan Provinsi/Kab/Kota, Rumah Sakit, BPK, KPK, organisasi perumahsakitan di Indonesia, Organisasi Profesi dan stakeholder lainnya
3. Pembentukan Tim Dispute Kemenkes
4. Koordinasi dgn stake holder terkait (BPJS , Dinas kesehatan provinsi) dalam hal percepatan proses klaim dispute

Dalam rangka proses percepatan penyelesaian permasalahan klaim dan klaim dispute pelayanan Covid-19, Kementerian Kesehatan telah melakukan koordinasi dengan BPJS Kesehatan selaku verifikator terhadap pelayanan klaim Covid-19 pada rumah sakit di seluruh Indonesia dengan dikeluarkannya SE DIRJEN YANKES NO. JP.02.03/III/3602/2020 tgl 22 September 2020 ttg Percepatan Penyelesaian Permasalahan Klaim dan Klaim Dispute Pelayanan COVID-19 :
1. Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota agar membentuk Tim Penyelesaian Klaim dan Klaim Dispute (TPKD) di wilayah masing-masing.
2. Permasalahan klaim dan klaim dispute yang terjadi di rumah sakit (pemerintah dan swasta) yang menyelenggarakan pelayanan Covid-19 agar dapat dikoordinasikan terlebih dahulu dengan TPKD Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota yang selanjutnya TPKD Dinas kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota yang akan menyampaikan permasalahan tersebut kepada TPKD Kementerian Kesehatan untuk ditindaklanjuti/diselesaikan.
3. Rumah sakit mengajukan klaim penggantian biaya pelayanan pasien Covid-19 secara kolektif kepada Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan cq. Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan ditembuskan ke BPJS Kesehatan untuk verifikasi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat melalui email:
– Email Kementerian Kesehatan: pembayaranklaimcovid2020@gmail.com
– Email Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat.
– Email kantor cabang BPJS Kesehatan.
4. Rumah sakit mengajukan kembali klaim dispute pertama kepada BPJS Kesehatan untuk diverifikasi kembali. Klaim dispute pelayanan Covid-19 yang telah masuk ke Kementerian Kesehatan adalah hasil verifikasi klaim dispute dari BPJS Kesehatan yang diinformasikan melalui sistem secara online kepada Kementerian Kesehatan untuk ditindaklanjuti.
5. Rumah sakit diwajibkan melakukan pengecekan status dispute pada aplikasi E-Klaim VS secara rutin setiap hari.
6. Hasil verifikasi klaim dispute dari Kementerian Kesehatan merupakan hasil keputusan final (klaim diterima atau ditolak), dimana klaim yang diterima dapat dibayarkan sedangkan klaim ditolak tidak dapat dibayarkan. Hasil ini akan diinformasikan kepada BPJS Kesehatan sebagai tembusan.
7. Rumah sakit menginformasikan hasil penyelesaian klaim dispute dari Kementerian Kesehatan kepada masing-masing Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (D2)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM

sumber: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200930/1435092/kemenkes-percepat-penyelesaian-klaim-biaya-perawatan-pasien-covid-19/

Bencana

Pekan Vaksinasi COVID-19 sebagai Akselerasi Pencapaian Target Vaksin di Sumut

Published

on

Spread the love

 

Medan, Suarametropolitan.com –10 Februari 2021.

“Vaksinasi Massal Provinsi Sumatera Utara ini, merupakan salah satu langkah untuk melaksanakan arahan Menteri Kesehatan dalam percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19” ungkap Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, drg. Oscar Primadi, MPH, dalam sambutannya pada Pembukaan Pekan Vaksinasi COVID-19 Prov. Sumatera Utara di Gedung Pendopo Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (10/2).

Hari ini (10/2) tercatat setidaknya sebanyak 2.715 nakes mengikuti vaksinasi COVID-19 massal di Gedung Pendopo (USU), yang sekaligus sebagai tanda pembukaan dari kegiatan Pekan Vaksinasi COVID-19 di Sumut.

Vaksinasi COVID-19 di Sumut sendiri sudah berjalan sejak tanggal 14 Januari 2021. Namun, capaian vaksinasi COVID-19 hingga 8 Februari 2021 kurang menggembirakan, baru lebih kurang 30% dari target 74.000 tenaga kesehatan yang menjadi sasaran vaksinasi.

Pasalnya masih ada tenaga kesehatan (nakes) di Sumut yang ragu untuk di vaksin COVID-19.

“Kalau di tahap satu kemarin, Range gabungan antara yang tidak bisa dan yang masih meragukan sekitar 20% sampai 25%, angka general saat awal, di minggu pertama” ungkap Anggota Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Sumut, Restuti Hidayani Saragih.

Untuk itu, pencanangan pekan vaksinasi COVID-19 di Sumut saat ini menjadi sangat penting, sebagai program percepatan vaksinasi untuk mencapai target nasional.

Disisi lain, drg. Oscar Primadi menambahkan bahwa lambatnya vaksinasi di Sumut dipengaruhi oleh sistem vaksinasi di tahap awal yang belum sempurna. Namun, kendala ini menurutnya telah dikoreksi. Pendaftaran vaksinasi saat ini bisa dilakukan hanya dengan menyerahkan Kartu Tanda Penduduk, atau kartu identitas lainnya.

“Sistem aplikasinya yang dulu membatasi (di Sumut) sekarang sudah terbuka. Untuk itu nakes dimana pun dapat melakukan penyuntikan dimana pun berada” ungkapnya.

Saat ini yang paling penting dilakukan adalah dengan terus mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada tenaga keaehatan akan pentingnya program vaksinasi ini.

“Kita (Kementerian Kesehatan RI) tidak akan melakukan pendekatan _punishment_ kepada nakes yang masih ragu untuk di vaksin, yang harus kita lakukan saat ini adalah terus mendapingi mereka dan berdiskusi agar mau melakukan vaksinasi” pungkasnya.

Terdapat 8 fasilitas kesehatan (faskes) yang menurunkan tenaga vaksinator dan bergabung dalam vaksinasi massal hari ini, yaitu RSUP H. Adam Malik, RS USU dan RS Pirngadi, serta 5 Puskesmas di Kota Medan.

Pekan vaksinasi ini akan dilaksanakan mulai Kamis (11/2) hingga Rabu (17/2) mendatang. Kegiatan ini dicanangkan akibat minimnya jumlah nakes yang telah divaksin.

Turut hadir pada acara, Rektor Universitas Sumatera Utara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota Provinsi Sumatera Utara, Direktur RSUP Adam Malik dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (HY/NI)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM

sumber: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210210/5136958/pekan-vaksinasi-covid-19-sebagai-akselerasi-pencapaian-target-vaksin-di-sumut/

Continue Reading

Bencana

Untuk Membunuh Virus Corona Ketua Umum IDI Luncurkan EMA 004 dan EMA 005

Published

on

Spread the love

 

Yogyakarta, (04/01/2021), Suarametropolitan.com — Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng Muhammad Faqih meluncurkan sebuah produk baru untuk mengatasi virus corona. Peluncuran tersebut berlangsung pada hari Senin, 04 Januari 2021 bertempat di Gedung UC UGM, dalam penjelasannya kepada awak media Daeng mengemukakan bahwa akan selalu mendukung dengan segala upaya untuk bisa mengatasi virus corona termasuk trobosan kreatif teknologi yang dinamakan EMA 004 dan EMA 005.
Seperti diketahui, hingga saat ini belum ditemukan anti virus corona di tengah- tengah pandemi ini termasuk anti virus dan anti bakteri, bahkan vaksin juga baru masuk uji klinis, dan yang paling strategis dilakukan ialah upaya pencegahan, karena kita belum tahu obat penyembuhannya, sehingga kita harus berupaya untuk tidak sakit, papar Daeng.
Dia juga menjelaskan bahwa upaya protokol kesehatan yang dilakukan seperti memakai masker , cuci tangan, jaga jarak serta tinggal dirumah juga merupakan sebuah upaya untuk mencegah menjadi sakit.
Dan saat ini ada inovasi teknologi yang mampu membunuh virus bakteri yang ada di ruangan, dan saat ini memang ada hal yang bisa membunuh virus dan bakteri di dalam ruangan dengan menyemprotkan cairan desinfektan , tetapi hal ini tidak aman jika harus terhirup oleh manusia ,dan inilah juga yang menimbulkan bahaya , dan teknologi yang digunakan dalam alat ini mampu memberikan keamanan bagi manusia yang menghirupnya , inilah salah satu kelebihan produk tersebut, terang Daeng.
Dalam kesempatan yang sama Prof Joko selaku pihak yang membuat produk EMA 004 dan EMA 005, menjelaskan bahwa produk yang diproduksinya ini memakai bahan dasar euclyptus atau yang lebih dikenal dengan istilah minyak kayu utih , yang diyakini mampu membunuh virus dan aman bagi manusia .
Karena pada saat kita berkumpul dan kita menggunakan teknologi ini dipakai maka akan aman bagi manusia , karena sejak dahulu kita akrab dengan bau minyak kayu putih ,dan teknologi ini mampu menjangkau tempat virus berada , misalnya di hidung tenggorokan bahkan perut dan paru paru, dengan di masuknya unsur eucalyptus ini kedalam tubuh kita maka ia akan juga sampai di paru paru , hingga perut sehingga mampu untuk melawan virus yang ada, dan mesin ini akan menyemprotkan cairan halus yang mengandung hal tersebut keseluruh ruangan sehingga ruangan akan menjadi aman bagi orang yang berkumpul didalamnya ,paparnya.
Selanjutnya dia juga menjelaskan bahwa produk yang dibuatnya ini meripakan asli karya anak bangsa , dan juga merupakan bagian dari sebuah upayauntuk membuat roda perekonomian yang dijalani UMKM apat berjalan dengan baik.
Mudah mudahan apa yang
dilakukan ini bisa membantu pemerintah untuk menghadapi virus corona yang memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat kita . tutupnya.
Acara peluncuran dihadiri dari berbagai kalangan. (Ponijan)

Continue Reading

Budaya

World Tree Day: Relawan BaBe Menggelar Tanam Pohon Serentak

Published

on

Spread the love

 

Mengutip, kabar dari Gunungkidul Pos yang menerangkan bahwa relawan Bambang – Wisnu, menggelar aksi tanam pohon serentak.(red)

PALIYAN – Dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia atau yang sering disebut “World Tree Day” Jaringan Relawan BaBe menggelar kegiatan menanam pohon serentak.

Hal itu selain ikut mengkampanyekan gerakan menanam juga untuk menghormati jasa J Sterling Morton, pecinta alam dari Amerika yang semasa hidupnya gigih mengkampanyekan gerakan menanam pohon.

Kegiatan yang berpusat di Area Telaga Tongtong, Karangasem, Paliyan, tersebut dihadiri langsung oleh Calon Bupati dari PDI Perjuangan Nomor Urut 3 Bambang Wisnu Handoyo. Sebanyak lebih dari 3.000 bibit tanaman Sirsak dan Nangka ditanam di berbagai lahan menyebar ke wilayah masing-masing basis Jaringan Relawan Babe dan lahan warga masyarakat setempat.

“Kurang lebih ada 3.000 bibit tanaman yang kami siapkan semoga bermanfaat,” ujarnya.

Calon Bupati Gunungkidul Nomor Urut 3 Bambang Wisnu Handoyo mengaku terus mendorong kegiatan cinta terhadap tanaman.

“Gerakan menanam wajib dilakukan untuk terus memperhijau wilayah Gunungkidul. Karena dengan banyaknya pohon dapat bermanfaat bagi kehidupan,” ucapnya.

Sementara itu, Salah satu koordinator kegiatan Alex Purwo mengatakan setiap tahun, pada tanggal 21 November menjadi Hari Pohon Sedunia atau “World Tree Day”.
Oleh sebab itu, pihaknya selain mengkampanyekan Bambang Wisnu – Benyamin, tetapi juga mengkampanyekan betapa pentingnya ikut serta menjaga alam dan lingkungan dengan gerakan menanam pohon.

“Teknologi termurah dalam ikut menjaga iklim global adalah pohon ooeh karenanya kami berupaya untuk tetap merawat dan melestarikan budaya menanam pohon,” tegas Alex Purwo, Sabtu (21/11/2020) kemarin

Menurut dia, Kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan dari tanggal 21 November untuk memperingati “World Tree Day” sampai dengan pada tanggal 28 November pada Hari Menanam Pohon (HMP) Indonesia.

“Kegiatan ini dikemas berkemanjutan dan kami harap terus menjadi event tahun,” imbuhnya.

Kegiatan gerakan menanam pohon ini diikuti perwakilan dari 48 Komunitas dan Organisasi yang telah bersepakat untuk memenangkan Paslon Nomer urut 3, Bambang Wisnu Handoyo.

Salah satu tokoh pemuda Karangasem, Apriyanto mengatakan, 1 pohon sirsak beliau tanam di area Telaga Tongtong, Karangasem, Paliyan, sebagai tanda dimulainya gerakan menanam pohon di masing-masing wilayah Jaringan Relawan Babe sampai tanggal 28 November 2020.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk kesetiaan semua Jaringan Relawan Babe dalam mendukung dan mengawal pemenangan Bambang Wisnu – Benyamin dan kami harap menjadi memicu kebangkitan untuk terus bersahabat dengan pohon,” ungkap Apriyanto.

Sumber: Gunungkidul Pos

 

Continue Reading

Berita Terpopuler