Berita DaerahEkonomi & Bisnis

Kementerian Investasi dan Hilirisasi Kunjungi UMKM Galeri Wong Kito, Dorong Penguatan Ekosistem UMKM Berbasis Kearifan Lokal

×

Kementerian Investasi dan Hilirisasi Kunjungi UMKM Galeri Wong Kito, Dorong Penguatan Ekosistem UMKM Berbasis Kearifan Lokal

Sebarkan artikel ini
Pengrajin Galeri Wong Kito (GWK) menjelaskan proses pembuatan produk ecoprint yang ramah lingkungan.

Palembang, SuaraMetropolitan– UMKM Galeri Wong Kito (GWK), salah satu mitra binaan Program CSR PT PLN Indonesia Power UBP Keramasan UP Keramasan, menerima kunjungan kehormatan dari jajaran pimpinan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jumat (12/12). Rombongan dipimpin oleh Ayu Todotua, Wakil Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM; Riyatno, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal; serta turut didampingi Mohammad Taufiq, Plt Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor industri untuk mendorong peningkatan daya saing UMKM lokal. Para pejabat meninjau sejumlah produk unggulan hasil pembinaan PLN Indonesia Power, meliputi kain Jumputan Palembang, produk ecoprint ramah lingkungan, Batik Cindo khas Sumatera Selatan, aromaterapi AROMA NATURE, hingga inovasi BIO SPARK, solusi pengendalian vektor ramah lingkungan berbasis hasil riset dan pemanfaatan limbah.

Dalam sambutannya, Ayu Todotua mengapresiasi kiprah Galeri Wong Kito yang dinilai berhasil menghadirkan produk bernilai budaya sekaligus berorientasi pemberdayaan masyarakat.

“UMKM Galeri Wong Kito menunjukkan bahwa nilai budaya dapat berjalan seiring dengan inovasi dan pemberdayaan. Sinergi antara pemerintah dan BUMN seperti PLN sangat penting untuk menciptakan ekosistem pengembangan UMKM yang berkelanjutan serta berdaya saing di pasar nasional maupun global,” ujar Ayu.

Sementara itu, Deputi Riyatno menegaskan bahwa pengembangan UMKM harus selaras dengan penciptaan iklim investasi yang inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.

Pengrajin Galeri Wong Kito (GWK) menjelaskan proses pembuatan produk Batik Cindo khas Sumatera Selatan.

“Kami melihat program CSR PLN Indonesia Power tidak hanya membina, tetapi benar-benar memberdayakan. Pendekatan ini juga sejalan dengan pesan CEO Danantara yang mengapresiasi bagaimana BUMN mendorong UMKM naik kelas melalui inovasi, keberlanjutan, dan pemanfaatan potensi lokal,” tegas Riyatno.

Manager PT PLN Indonesia Power UP Keramasan, Rendi Wijaya Putra, menegaskan bahwa pembinaan UMKM merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal, sejalan dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG).

“Melalui program CSR, kami berupaya memastikan UMKM binaan tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memiliki nilai tambah, identitas lokal yang kuat, dan daya saing pasar. Kami berharap kunjungan ini melahirkan kolaborasi kuat antara pemerintah, PLN, dan pelaku UMKM, sehingga tercipta iklim investasi yang sehat, membuka lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” ujar Rendi.

Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif antara para pejabat kementerian, pelaku UMKM, dan tim PLN Indonesia Power. Diskusi mencakup peluang peningkatan kapasitas, strategi pemasaran produk, serta potensi kolaborasi di tingkat nasional guna memperluas penetrasi pasar UMKM Sumatera Selatan.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi UMKM sebagai pilar ekonomi daerah sekaligus bagian penting dari upaya nasional menuju pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.(*)

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.