BeritaPendidikan

Ketua Dewan Pendidikan Sumsel Supadmi Kohar Menilai Uswatun Hasanah Tidak Bisa Didapat Dengan Belajar Daring 

3
×

Ketua Dewan Pendidikan Sumsel Supadmi Kohar Menilai Uswatun Hasanah Tidak Bisa Didapat Dengan Belajar Daring 

Sebarkan artikel ini

Palembang,SuaraMetropolitan

Ketua Dewan Pendidikan Sumatera Selatan Dr. Supadmi Kohar menilai pembelajaran melalui daring memiliki kelemahan tersendiri. Karena sesungguhnya yang dibutuhkan oleh siswa bukan hanya Ilmu saja akan tetapi Uswatun Hasanah atau bisa juga disebut Suri Tauladan tidak kalah pentingnya dalam pendidikan. Minggu (22/10/2023).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kelemahan belajar daring itu yang dibutuhkan siswa atau anak didik saat ini tidak hanya dari segi ilmu tapi juga dari  sisi Suritauladan,”katanya saat berkunjung ke Kantor Suara Metropolitan beberapa waktu lalu.

Pendidikan Suritauladan, Kata Ustad Opad hanya didapatkan melalui pembelajaran tatap muka saja. sedangkan dari segi Ilmu memang bisa didapatkan melalui pembelajaran daring.

Baca juga : Hari Santri Nasional, Pj Gubernur Agus Fatoni : Pendidikan di Sumsel adalah Tanggung Jawab Bersama

“Nah kalau dari segi suritauladan itu bisa didapatkan siswa dengan tatap muka kalau dari segi ilmu bisa di dapatkan dari daring , handphone bahkan laptop tetapi suritauladan tidak bisa dan ada juga yang lebih penting yakni silaturahim ini sangat penting dan itu tidak bisa didapatkan melalui pembelajaran Daring inilah kelemahannya,”ujarnya.

Selain itu, lanjut Supadmi Khusus yang tinggal di daerah tidak semudah belajar daring yang tinggal di perkotaan, karena daerah tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan gangguan sinyal dan sebagainya.

Baca juga : Stok Beras di Sumsel Aman Hingga Maret 2024

“Daring tentu ada kelemahan khususnya di daerah terkadang sinyal mempengaruhi proses belajar jadi tidak semudah yang kita bayangkan tentu ada sisi lemah,”ulasnya.

Namun, di tengah sulitnya anak-anak mendapatkan pembelajaran seperti pada saat Covid-19 kemaren, Dengan Daring cukup membantu walaupun tidak maksimal. Sama seperti halnya, saat ini Sumsel sedang di hadapkan musibah Kabid Asap.

“Tapi kalau untuk mengisi kekosongan seperti masa covid 19 kemaren karena kondisi yang harus di lakukan seperti itu,”tandasnya (Y.R) 

Ikuti Kami di Google News klik https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMPvkpwwwje21BA?hl=en-ID&gl=ID&ceid=ID%3Aen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *