BeritaEkonomi & Bisnis

Kisah Inspiratif Aldi: Wirausaha Muda Palembang Sukses Berbisnis Cacing Nipah

×

Kisah Inspiratif Aldi: Wirausaha Muda Palembang Sukses Berbisnis Cacing Nipah

Sebarkan artikel ini

Palembang, Suara Metropolitan – Aldi seorang pemuda berusia 25 tahun asal Plaju  Kota Palembang, berhasil mengubah hobi memancing menjadi sumber penghasilan besar lewat bisnis budidaya cacing nipah. Berkat ketekunan dan strategi pemasaran yang tepat, usahanya kini mampu menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah per hari.

Dalam sehari, Aldi bisa melayani pesanan hingga 2.000 ekor cacing nipah. Pasarnya pun tidak hanya terbatas di Sumatra Selatan, tetapi sudah merambah ke Pulau Jawa sampai wilayah Kalimantan  dan Pontianak sebagai tujuan pengiriman terbanyak.

“Alhamdulillah, sekarang per hari bisa masuk kurang lebih 1.000 sampai 2.000 ekor pesanan per hari,” ujar Aldi saat ditemui di lokasi penjualan.

Aldi menjual cacing nipah dalam enam grade berbeda, mulai dari F hingga A, untuk memenuhi beragam kebutuhan pemancing. Grade F berukuran terkecil sementara grade A memiliki ukuran yang paling besar.

“Grade F itu paling kecil sekitar 10 sampai 15 sentimeter dan yang A itu ukurannya sekitar 2 meter lebih, untuk penjualannya di mulai dari harga 8.000 sampai 15.000 per ekor. Jadi pelanggan bisa pilih sesuai kebutuhan memancing mereka,” jelasnya.

Baca juga : Kepala BPBD Muba Minta Desa Rawan Banjir Siapkan Mitigasi Sejak Dini

Keberhasilan Aldi tidak lepas dari kemampuannya menguasai teknik pemeliharaan cacing nipah. Ia menekankan pentingnya menjaga media perawatan agar tetap seimbang. Saat cuaca panas, media tidak boleh terlalu basah agar cacing terhindar dari kontaminasi. Penyimpanan pun harus dilakukan di tempat sejuk untuk menjaga kualitas.

“Yang penting jangan terlalu basah. Untuk penyimpanan, jangan di tempat panas, harus di tempat sejuk dan air perawatan cacing nipahnya harus menggunakan air payau. ” jelasnya.

Ia juga rutin memeriksa kondisi cacing untuk mencegah kematian massal. “Kalau ada cacing yang berdarah harus segera di buang, karena darah bisa memicu virus dan kematian lainnya,” tambahnya.

Dari sisi pemasaran, Aldi memanfaatkan media sosial, terutama Facebook dan komunitas pemancing. Cara sederhana ini ternyata efektif dalam memperluas jangkauan usaha dan membangun kepercayaan pelanggan.

“Awalnya dari posting di Facebook dan grup pemancing lama-lama makin banyak yang tahu, usaha pun berkembang sampai bisa seperti sekarang,” tuturnya.

Kisah Aldi membuktikan bahwa hobi bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan. Dengan kapasitas ribuan ekor cacing Nipah per hari dan pasar lintas pulau, usahanya kini menjadi inspirasi bagi banyak pemuda di Palembang.

“Yang terpenting adalah konsistensi dan ketekunan dalam perawatan kalau rajin dan teliti hasilnya pasti memuaskan,” pungkasnya memberi pesan kepada generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya. (MG3)

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.