Medan,SuaraMetropolitan – Anggota Komisi X DPR RI, Mercy Chriesty Barends, melontarkan kritik tajam terhadap kualitas Perguruan Tinggi Kementerian/Lembaga (PTKL). Meski setiap tahun mendapat kucuran dana besar dari APBN, mutu PTKL dinilai belum sebanding dengan anggaran yang diterima.
“Evaluasi kami menunjukkan, akreditasi PTKL rata-rata masih di level Baik. Yang Unggul hanya sedikit sekali, padahal anggaran mereka sangat besar. Ini membuat PTKL cenderung ‘business as usual’, tidak terpacu meningkatkan mutu karena merasa setiap tahun pasti mendapat dana,” ujar Mercy dalam kegiatan di Medan, Sumatera Utara, Kamis (11/09/2025).
Baca juga: Ladang Ganja di Aceh Besar Dimusnahkan, BNN: Tidak Ada Ruang untuk Narkoba
Menurut Mercy, perlu ada regulasi yang mampu mendorong kompetisi sehat antar perguruan tinggi. “Kalau semua diperlakukan setara, akan tercipta kompetisi meritokrasi. Tidak ada lagi yang merasa diistimewakan hanya karena statusnya PTKL,” tegasnya.
Politisi dari Komisi X DPR RI itu juga menyoroti rendahnya kualitas tenaga pendidik di PTKL. “Jumlah profesor dan doktor masih sangat kecil, sekitar 0,7 persen. Padahal kualitas tenaga pengajar adalah kunci mutu pendidikan. Kalau PTKL terus bergantung pada dana tanpa dorongan kualitas, mereka tidak akan bisa menghasilkan SDM unggul,” jelasnya.
Selain itu, Mercy menilai sistem akreditasi perlu ditata ulang agar lebih efisien dan tidak membebani perguruan tinggi. “LAM membuat biaya akreditasi sangat mahal dan birokratis. Kenapa tidak dibangun di dalam BAN-PT saja, dengan spesifikasi PTN, PTS, dan PTKL. Lebih efisien dan tidak membebani kampus,” pungkasnya. (*)









