Connect with us

Hukum

KPK Geledah Kantor Rekanan Lelang Proyek Yogyakarta

Published

on

Sumber gambar di dapat dari google
Spread the love

Suarametropolitam.com, Karanganyar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor PT Manira Arta Mandiri milik GJ Ana Kusuma di Baturan, Colomadu, Karanganyar, Rabu malam, Agustus 2019. Penggeledahan itu terkait operasi tangkap tangan (OTT) Jaksa Kejari Yogyakarta dalam kasus dugaan suap proyek drainase di Yogyakarta.

Pantauan Liputan6.com, sejumlah petugas KPKmendatangi bangunan kantor PT Manira Arta Mandiri yang beralamat di Perumahan Fajar Indah Dusun Kronggahan RT 05 RW 09, Baturan, Colomadu, Karanganyar pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Selanjutnya, petugas membuka sejumlah pintu yang disegel KPK untuk melakukan penggeledahan. Ketua RW setempat juga diminta untuk menyaksikan proses penggeldehan. Bahkan, selama proses penggeledehan bangunan kantor tersebut dijaga petugas polisi dengan senjata lengkap.

Saat proses penggeledehan, ayah GJ Ana Kusuma, Waseso tampak mendatangi lokasi penggeledahan. Hanya saja, ia tidak bisa masuk ke dalam ruangan kantor dan hanya duduk-duduk di depan teras.

Proses penggeledahan berlangsung secara tertutup. Sejumlah karyawan perusahaan kontraktor milik GJ Ana Kusuma juga terlihat membantu untuk menunjukkan dokumen dan berkas lainnya yang dibutuhkan petugas KPK.

Setelah menggeledah selama empat jam lebih, akhirnya sebanyak sembilan petugas KPK keluar dari dalam kantor tersebut sekitar pukul 00.25 WIB, Kamis dinihari. Petugas tampak membawa sebanyak tiga koper dan satu kardus yang kemungkinan berisi berkas dan dokumen hasil penggeledahan.

Ayah GJ Ana Kusuma, Waseso membenarkan jika petugas KPK menggeledah kantor putrinya pada Rabu malam. Penggeledahan itu dilakukan setelah sejumlah pintu di kantor anaknya itu disegel KPK pasca penangkapan putrinya yang tersangkut dugaan kasus suap proyek drainase di Yogyakarta.

“Penggeledahan kan memang SOP KPK setelah kantor disegel. Yang digeledah meliputi ruangan kerja Ana,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RW 09 Kronggahan, Tjeng Haedar yang dipanggil KPK untuk menyaksikan proses penggeledahan. Hanya saja ketika ditanya mengenai apa saja yang dibawa KPK, ia mengaku tidak begitu tahu isinya.

“Saya disuruh teken saja lembaran-lembaran kertas sebagai saksi. Kalau materi dan kontennya penggeledahan, saya tidak tahu,’ katanya.

Seperti diketahui GJ Ana Kusuma merupakan Direktur PT Manira Arta Mandiri yang tersangkut dalam dugaan kasus suap proyek pembangunan drainase Jalan Supomo, Yogyakarta. Dalam kasus tersebut KPK juga berhasil melakukan OTT kepada Jaksa Kejari Yogyakarta, Eka Safitra. Tak hanya itu, seorang Jaksa Kejari Surakarta, Satriawan Sulakson ikut ditetapkan sebaga tersangka dalam kasus itu.

Sumber : Liputan6, Fajar

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budaya

Sultan HB X: Kendaraan Bermotor Warga Jogjakarta Bebas Denda Atminitratif

Published

on

Spread the love

 

Yogjakarta, Suarametropolitan.com – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan keringanan bebas biaya adminitratif untuk kendaraan bermotor bagi warga Jogjakarta.

Bebas biaya tersebut, seperti dalam video unggahan di berbagai media sosial, yang menerangkan bahwa Sultan HB X menjelaskan perihal sebagai berikut.

 

(SupadiTW)

Continue Reading

Hukum

Kembali Terjadi, Aksi Brutal Terhadap Jurnalis TV Nasional di Lampung Utara

Published

on

Spread the love

LAMPUNG UTARA (Suarametropolitan.com) – Aksi Brutal dan premanisme terhadap jurnalis kembali terjadi, hal ini di alami oleh Ardy Yohaba Jurnalis Stasiun Televisi Swasta Nasional (Indosiar). Pemukulan dan perampasan camera serta dihalangi tugas jurnalis yang tengah bertugas meliput pertandingan sepak bola Piala Bupati Cup 2020 Yang digelar pada Stadion Sukung Kelapa Tujuh Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung utara, jumat (27/08).

Pemukulan dan perampasan yang dilakukan oleh Ketua Panitia Bupati Cup Juanda Basri ketika hendak meminta Keterangan dari Pihak Panitia, penanggung jawab pertandingan, terkait adanya kericuhan soal Penilaian Skor pada pertandingan yang berlangsung kemarin.

“Kemarin saya hendak bermaksut untuk melakukan wawancara. Kepada Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Lampung Utara Boy Salani. Mengenai Kericuhana Soal Penilaian Skor pertandingan Kemarin,” ucap Ardi Yohaba Kepada awak media.

Lanjutnya. Ketua Koni Kabupaten Lampung Utara, memberikan arahan supaya menemui Ketua Panitia Bupati Cup (Juanda Basri), karna kapasitas yang layak untuk di mintai wawancara adalah Ketua panitia.

“Saya ketika bertemu dengan ketua panitia bupati cup (Juanda Basri). Saya menunjukan identitas saya sebagai media dan menjelaskan kedatangan saya. Pas saya mau mewawancarai dia. Kamera saya di rampas dan dia marah serta ada pukulan yang di layangkan kepada saya tepat pas di pelipis muka saya, serta kamera saya rusak,” Jelasnya.

Atas perlakuan yang dialaminya, Ardy Yohaba bersama Deferi Zan (Ketua) dan Heri yanto (Sekertaris) Badriansyah dan jajaran Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (Dpc Awpi) Kabupaten Lampung Utara melaporkan peristiwa yang di alami nya ke Mapolres Lampung utara, laporan diterima langsung oleh Ka.Spkt. Ipda Pol. Irwanto, Unit Sentra Pelayanan (SPKT) dengan nomor Laporan Polisi : LP / 855 /B / VIII / 2020 / POLDA LAMPUNG / RES L.U.

(Sumber : AWPI Lampung)

Continue Reading

Hukum

Selangkah Lagi Abu Janda Dijebloskan ke Penjara, Saksi Pelapor Sudah Diperiksa, Begini Hasilnya

Published

on

Spread the love

JAKARTA- Polisi telah rampung memeriksa saksi pelapor terkait laporan yang dilayangkan terhadap Permadi Arya alias Abu Janda tentang dugaan ujaran kebencian.

Sekjen Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) Judju Purwanto mengatakan, pihaknya sebagai pelapor Abu Janda telah diperiksa pada Sabtu (30/5).

“Sudah selesai pemriksaan (pada Sabtu 30 Mei),” kata Judju saat dikonfirmasi Pojoksatu, Senin (1/6).

Judju menyebut, ada 15 pertanyaan yang dilayangkan penyidik terhadap para saksi pelapor.

Dalam pemeriksaan itu, ia mengklaim bahwa pihaknya sangatlah kooperatif.

“Ada 15 pertanyaan (dari penyidik),” ungkapnya.

Diketahui, Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) telah mempolisikan Abu Janda pada 10 Desember 2019. Laporan itu teregistrasi di Bareskrim dengan surat STTL/572/XII/2019/Bareskrim

Bareskrim memulai penyelidikan terhadap laporan itu pada akhir Mei 2020. Penyelidikan itu dimulai dengan meminta keterangan Abu Janda sebagai saksi.

IKAMI melaporkan Abu Janda karena diduga telah melakukan ujaran kebencian lewat media sosial dengan menyebut bahwa teroris punya agama. Agama itu, kata Abu Janda, adalah Islam.

Sumber: Pojoksatu.id

Continue Reading

Berita Terpopuler