Connect with us

Kesehatan

Kurun Waktu 13 Tahun Ratusan Warga Gunungkidul Mengidap HIV AIDS, Kecamatan Wonosari Terbanyak

Published

on

Spread the love

SuaraMetropolitan.com, Gunungkidul –Dalam kurun waktu 2006 sampai 2019 tercatat ratusan warga Kabupaten Gunungkidul menidap penyakit HIV AIDS. Dari jumlah ratusan tersebut, Kecamatan Wonosari berada di peringkat paling tertinggi warga yang terinveksi virus mematikan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris panitia peringatan hari HIV AIDS sedunia Ayu Mursidi di Kampung Seni dan Budaya Mbah Gito Padukuhan Karang Lor, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo pada Rabu kemarin (18/12/2019). Ayu menjelaskan bahwa, dari data yang ada bila diakumulasi dalam kurun waktu 13 tahun, 2006 sampai dengan 2019 terdapat sejumlah 399 jiwa di Gunungkidul mengidap HIV AIDS.

“Tertinggi di Kecamatan Wonosari, pada tahun 2019 ini trcatat 64 orang,”ujar Ayu, Kamis (19/12/2019).

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawati menjelaskan bahwa, untuk mengantisipasi terjadinya virus HIV AIDS tersebut dikalangan masyarakat khususnya di Gunungkidul yaitu dengan cara mengetahui gejala dan cara penanganannya.

“Kami mengajak masyarakat untuk meraih manfaat dalam menangani terjadinya virus HIV AIDS yang ada di wilayah kita, karena mencegah lebih baik daripada mengobati,”ujar Dewi dalam sambutannya.

Pihaknya berharap agar masyarakat di Kabupaten Gunungkidul mampu menanggulangi dan turut serta berperan aktif dalam hal pencegahan penyakit menular. Penyakit HIV AIDS diketahui dapat menular dari hubungan seks gonta ganti pasangan serta dapat melalui jarum suntik.

( Wahyu )

Sumber: SuaraGunungkidul.com

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budaya

Danang: Ditutupnya Kalahari Resto Pegawai Akan Jadi Relawan Bantu Tim Medis

Published

on

Spread the love

Gunungkidul, Suarametropolitan.com — Lonjakan penularan Covid-19 kian meningkat. Korban jiwa berjatuhan dimana-mana, rumah sakit mengaku kekurangan tenaga medis, oksigen dan ruang ICU. Kondisi seperti ini sangat mengetuk bagi siapa saja untuk peduli terhadap keselamatan bersama.

Situasi wilayah Gunungkidul yang demikian, kepedulian pihak Kalahari Resto and Cafe yang merupakan sebuah perusahaan kuliner di Kecamatan Wonosari, akan meliburkan tempat usahanya. Tidak hanya itu, sebagai bentuk lain support terhadap upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19, sejumlah pegawai Kalahari dengan sadar rela menjadi relawan.

Menurut owner yakni Danang Ardianta, bawasanya keputusan meliburkan restoran dan cafe yang tengah naik daun dengan konsep nuansa Bali-Jawa ini bukan tanpa alasan kuat. Hal tersebut dilakukan karena kondisi penyebaran covid-19, yang sangat massive di Gunungkidul.

Sifatnya penutupan sementara tempat usaha ini, sebagai bentuk keprihatinan kami di dunia kesehatan dan mengedukasi kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan, menjaga keselamatan diri, keluarga dan kerabat agar tidak terpapar Virus yang berbahaya atau Covid-19,ini.

“Melindungi keluarga saya dan seluruh pegawai Kalahari juga lingkungan sekitar,” kata Danang Ardianta, pemilik Resto Kalahari, Rabu (30/06/2021).

Lebih lanjut Danang mengatakan bahwa penutupan dilakukan mulai Tanggal 1 Juli sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Ini adalah inisiatif sendiri berdasarkan kesadaran, bukan karena salah satu dari pihak Kalahari ada yang terpapar covid atau paksaan dari pihak manapun,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta maaf kepada pelanggan yang sudah reservasi tempat, dengan sangat terpaksa membatalkannya.

“Kami hanya melayani pembelian makan minum dengan reservasi online ke nomor WA 081325257474,” terangnya.

Harapan Danang (Owner Kafe), berawal dari gerakan ini, seluruh masyarakat memiliki kesadaran yang sama, menjunjung tinggi himbauan pemerintah dan membantu dalam upaya menghentikan penyebaran covid-19 untuk senantiasa menerapkan PROKES dimanapun berada.

(Reporter).

Continue Reading

Kesehatan

Sularto Yang Dinyatakan Hilang Sudah Diketemukan Oleh Tim SAR DIY Distrik Gunungkidul

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com — Pada hari ini Rabu 19 mei 2021 pukul 10:39 wib telah di ketemukan survivor yang bernama Sularto, Padukuhan Ngelo, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, yang telah meninggalkan rumah pada Senin 17 Mei 2021, yang kemudian dilakukan pencarian pada Hari Kamis malam 18 Mei 2021, dilaporkan sudah di ketemukan.

Menurut keterangan salah satu anggota SAR DIY, yakni Nyanyang diketemukan orang yang dinyatakan hilang tersebut di area ladang karang anyar wilayah pedukuhan Dayakan, Kalurahan Kemiri Kapenawon Tanjungsari. (team SAR Diy Distrik Gunung Kidul, Nyanyang cs)

“Beberapa hari lalu Sularto di nyatakan hilang oleh pihak keluarga, dan pada siang ini, Rabu 19 Mei 2021 berhasil diketemukan oleh tim dalam keadaan lemas”, Terang Nyanyang.

Dikatakan juga timnya dibantu dukungan armada dari Tagana untuk evakuasi ke pihak keluarga dan langsung di bawa ke puskesmas Terdekat untuk ditangani oleh tim medis dikarenakan ada beberapa luka ringan di tangan dan pada kaki.

(Redaksi)

Continue Reading

Budaya

Rumah Sehat Grand Wijaya Hadir Di Palembang

Published

on

Spread the love

Palembang, Suarametropolitan.com — Manager Unit Pelayanan Pengendalian Pembangkit Sektor Keramasan, Daryanto meresmikan Rumah Sehat Grand Wijaya Persada di Jalan Pendawa No 50, Minggu (11/04). Peresmian klinik kesehatan bagi karyawan PT. Grand Wijaya dan masyarakat umum ini dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita dan didampingi oleh Owner PT. Grand Wijaya, Haji Wijaya dan Penanggung jawab Rumah Sehat dr. RR. Dita Nurul Savitri.

Dalam sambutannya, Daryanto menyampaikan apresiasinya terhadap PT. Grand Wijaya Persada karena hal ini adalah terobosan yang baru dilakukan oleh mitra PT. PLN (Persero). “Kami akan mensupport sepenuhnya terhadap terobosan ini. Dan bilamana perlu dikembangkan di wilayah UPPDK Keramasan, karena banyak mitra PLN yang memiliki karyawan di sana,” ungkapnya.

Menurut sang owner, Haji Wijaya, PT. Grand Wijaya telah banyak membuat program guna kepentingan karyawannya. Rumah Sehat Grand Wijaya Persada ini merupakan salah satu terobosan baru di bidang pelayanan yang bertujuan untuk memanusiakan manusia.

Masyarakat yang berhak mengakses Rumah Sehat Grand Wijaya bukan hanya karyawan, tetapi juga masyarakat umum, baik yang tinggal di sekitar perusahaan, maupun dari tempat lain. Kami tetap memberikan pelayanan yang sama dan terbaik untuk masyarakat yang datang,” ungkap H Wijaya.

Rumah Sehat Grand Wijaya Persada saat ini memiliki dua dokter, satu apoteker, satu asisten apoteker, dan dua perawat. Pelayanan dibuka setiap hari kecuali hari libur, mulai pukul 09.00 – 14.00 lalu jam 18.00 – 21.00. Syarat bagi pasien cukup mendaftarkan diri di rumah sehat baik secara umum, maupun sebagai pengguna BPJS Kesehatan.

Kedepan manajemen PT. Grand Wijaya Persada akan memperluas cakupan rumah sehat. Tidak hanya di Palembang saja, tetapi juga ke kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan. Pastinya, Rumah Sehat Grand Wijaya bekerja sama dengan berbagai rumah sakit, baik tipe A, B, atau C sehingga pasien Rumah Sehat Grand Wijaya Persada dapat terlayani dengan baik.

Sumber: mattanews.co

Continue Reading

Berita Terpopuler