BeritaNasional

Menpan-RB Siapkan Strategi Guru Sekolah Rakyat, 165 Titik Beroperasi September 2025

×

Menpan-RB Siapkan Strategi Guru Sekolah Rakyat, 165 Titik Beroperasi September 2025

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Rini Widyantini.

Jakarta,SuaraMetropolitan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Rini Widyantini, memastikan pemerintah tengah menyiapkan strategi pengembangan kompetensi guru Sekolah Rakyat secara terintegrasi.

“Jadi tidak perlu khawatir mau PNS maupun P3K, kita sudah sediakan bagaimana strategi pengembangan kompetensinya secara terintegrasi. Jadi Pak Mensos nanti para guru ini nanti setelah mengajar harus diberikan kesempatan untuk meningkatkan kompetensinya,” ujar Rini dalam pembekalan kepala sekolah dan guru Sekolah Rakyat di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Rini menegaskan, Kemenpan-RB akan berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk menyusun rancangan pengembangan kompetensi guru. Langkah ini dilakukan agar jalur karier guru Sekolah Rakyat lebih jelas dan terarah.

“Bapak dan Ibu kompetensi ini menjadi sangat penting agar para guru, Bapak dan Ibu sekarang sebagai guru untuk mampu beradaptasi dan selalu berinovasi dan berkolaborasi,” tambahnya.

Baca juga: Sumsel Dipercaya Jadi Role Model Nasional Koperasi Merah Putih

Hingga kini, Sekolah Rakyat rintisan telah hadir di 100 titik di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 165 titik pada September 2025. Pada tahun ajaran 2025/2026, Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan 165 Sekolah Rakyat beroperasi dengan kapasitas 15.895 siswa, didukung 2.407 guru dan 4.442 tenaga pendidik.

Terkait kebutuhan tenaga pengajar, Rini menyebutkan dua skema yang akan ditempuh. Pertama melalui redistribusi ASN, dan kedua dari hasil seleksi P3K tahun anggaran 2024.

“Dan tesnya pun saya dapat pesan dari Pak Mensos, supaya diberikan tes yang cukup ketat karena ingin mendapatkan guru yang berkualitas. Saya betul-betul bangga bahwa hari ini saya bisa berhadapan dengan orang-orang yang sudah terpilih itu untuk membangun dan mencerdaskan anak-anak,” tegasnya.

Baca juga: Rp1,9 Triliun BKBK Palembang: Anggaran Raksasa, Detailnya Entah Kemana

Lebih jauh, Rini menilai Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi anak-anak yang hampir putus sekolah maupun yang sudah tidak melanjutkan pendidikan, agar mereka dapat keluar dari lingkaran kemiskinan.

“Sekolah Rakyat itu ternyata bukan saja sekedar bangunan meja, tetapi juga menjadi cahaya dimana harapan itu ditanam, harapan itu dirawat dan tumbuh, dan pendidikan itu menjadi jembatan untuk memutuskan mata rantai kemiskinan untuk meraih masa depan,” jelasnya.

Rini menambahkan, ada dua fokus yang saat ini disiapkan Kemenpan-RB. Selain menyiapkan tenaga pendidik, juga membangun struktur kelembagaan yang akan menaungi Sekolah Rakyat.

“Jadi saya membantu, inilah struktur Sekolah Rakyat dimana Bapak dan Ibu, berbeda dengan sekolah-sekolah yang lain, Sekolah Rakyat ini langsung berada di bawah Kementerian Sosial. Jadi rekrutmen, makanya semuanya itu berada di bawah Kementerian Sosial,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.