Connect with us

Nasional

PAC Gerindra Se – Gunungkidul Dan PPIR Mendukung Sunaryanta, Menolak Calon Lainya.

Published

on

Spread the love

Gunungkidul (07/09/2020) Suarametropolitan.com. Ngadiyono mantan Ketua DPC Gunungkidul menjelaskan penolakan untuk mendukung calon lain karena memiliki alasan yang kuat. Alasan tersebut disampaikan secara tegas bahwa PAC se-Gunungkidul selain Gedangsari, menolak mendukung calon lain atau akan mendukung Sunaryanto sebagai Bupati Gunungkidul.

” Sunaryanta mulai tiga Tahun yang lalu sudah banyak berkontribusi kepada PAC Gerindra, Gunungkidul “, papar Ngadiyono (07/09/2020).

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa DPD Gerindra sebelumnya sudah kirim surat kepada DPP Gerinda, namun al hasil DPP Gerinda mengusung calon selain Sunaryanta.

” Kami sudah mengirim surat ke DPP. Tetapi pihak dari DPP malah memilih calon BUpati lain. Jadi hari ini juga kami medeklarasikan bahwa PAC Gunungkidul akan mendukung Sunaryanta, Sebagai calon Bupati di Gunungkidul ini “, Tegasnya.

Untuk PPIR ( Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya) pada kesempatan ini ikut hadir sejumlah 500 Orang. Kehadiranya sebagai bentuk dukungan untuk Sunaryanta yang akan mencalonkan diri sebagai Bupati Gunungkidul pada Pilkada periode ini.

Menurut keterangan Ketua PPIR, Nasibat, kehadiran untuk mendukung Sunaryanta yang mencalonkan sebagai Bupati dikarenakan Sunaryanto dinilai bisa merakyat.

” Sunaryanta sosok yang tegas, jujur dan merakyat. Apalagi dia dalah ketua olahraga bola volly di gunungkidul “, ungkap Nasibat dalam kesempatan yang sama.

Ditambahkan pula bahwa Sunaryanta memiliki jiwa yang enegic akan lebih cocok memimpin Gunungkidul lebih baik lagi.
” Sunaryanta memiliki jiwa enegic. Kami seluruh PPIR ikut mendeklarasikan mendukung dengan Sunaryanta menjadi Bupati Gunungkidu ” punkas Nasibat.

Acara deklarasi bertempat di kediaman Sunaryanta dengan dihadiri ketua dan pengurus PAC Gerinda Gunungkidul, dan dihadiri 5000 peserta deklarasi ditambah beberapa personil keamanan setempat, yakni dari Polsek Ngipar dan Koramil Nglipar, Gunungkidul.

(Supadi)

 

 

Budaya

Pesan H.Sunaryanta: Jangan Sampai Hal Yang Berkaitan Dengan Alam Dijual Belikan

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, (21/04/2021), Suarametropolitan.com — Menurut laporan kegiatan humas kriminal 2 yang disampaikan melalui Grup Whatsapp, pada Hari Selasa tanggal 20 April 2021 Pukul 16.30 wib di komplek masjid Al Falah dan balai Kalurahan Nglindur dilaksanakan kegiatan buka bersama.

Hadir dalam acara buka bersama tersebut, Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta, Panewu Girisubo Alsito,S.Sos, Kapolres Gunungkidul
AKBP Agus Setiawan S.I.K, Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Noppy Laksana Armyanto,Kapolsek Girisubo
Akp Wasdiyanto, SH, Danposmil Peltu Hervianto.

Takmir masjid Al Falah memberi sambutan berisikan harapan kepada pemerintah kabupaten Gunungkidul, agar mendampingi supaya wilayahnya tidak dikuasai oleh pihak lain.
“Semoga pemerintah kabupaten agar senantiasa mendampingi agar wilayah tidak dikuasai oleh pihak lain
-semoga bapak bupati bisa mengayomi dan sukses selalu, dan menjadi pantutan bagi warga gunungkidul yang sejahtera”, sambut Takmir.

Kemudian H.Sunaryanta memberikan tanggapan sebagai bentuk terimakasih atas pengadaan buka bersama, dan menyampaikan beberapa prediksi kedepan untuk wilayah Girisubo.

“Mudah-mudahan senantiasa diberikan kelancaran lahir dan bathin bagi warga girisubo dan sekitarnya
-suatu kebanggaan bisa berkumpul dalam acara ini karna dalam sekian banyaknya masjid tidak sempat dikunjungi semua, masjid al falah, nglindur, girisubo adalah masjid pertama kali bagi saya berkunjung,
wilayah selatan suatu saat nanti bisa jadi bukan milik masyarakat, bisa jadi milik orang lain atau diambil alih, di tahun 2023 akan terkoneksi semua, tentu ekonomi akan meningkat, untuk itu jangan sampai hal yang berkaitan dengan alam dijual belikan, karna tidak tau kedepannya akan seperti apa
fenomena yang terjadi di gunungkidul, perceraian termasuk kasus yg cukup luar biasa di gunungkidul dan kasus bunuh diri juga dimohon dengan sangat tolong orang-orang terdekat agar dikasih tau, dan memberi pencerahan kepada orang-orang tersebut.sampah dibuang sembarangan tolong jangan sampai ada kejadian lagi maupun kejadian kekerasan yang sekarang ini sedang marak maraknya”, sambutnya.

Dalam acara tersebut juga menyampaikan bentuk bingkisan bantuan dana romadhon sebesar 3 juta rupiah, Bingkisan safari romadhon 3 unit wireless portable, serta Bingkisan bantuan tempat ibadah dari sarpras Kabupaten Gunungkidul sejumlah 5 juta rupiah.

(Rep/post: Supadiyono)

Continue Reading

Kriminal

Akan Dilakukan Mediasi, Oknum Lurah Dilaporkan Polisi Diduga Terkait Pelanggaran UU ITE

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com — Melangsir sumber berita dari Fakta9 mengenai dugaan melakukan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap salah satu warganya yang dilakukan oleh oknum Lurah di Kapanewon Girisubo yang berinisial Rj di laporkan ke Polres Gunungkidul.

Slamet Haryoko, SH, salah satu penasehat hukum korban yang berinisial ES, menjelaskan bahwa sebelumnya Rj merekam sebuah pernyataan bernada penghinaan yang ditujukan kepada kliennya, melalui media elektronik.

“Pesan tersebut dikirimkan kepada seseorang untuk disampaikan kepada klien saya.” ungkapnya

Sehingga, karena merasa tidak terima dengan pernyataan tersebut, maka pada tanggal 09 Maret 2021 sekitar pukul 14.30 wib, ES kemudian membuat pengaduan ke Polres Gunungkidul atas dugaan pelanggaran Pasal 27 Jo pasal 45 ayat 3 UU RI No 15 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dilakukan oleh Rj.

“Secara resmi, klien saya sudah melaporkan dugaan penghinaan melalui media elektronik yang dilakukan oknum lurah tersebut.” kata Slamet Haryoko, SH kepada reporter fakta9.com Jum’at (26/03/2021).

Pihaknya juga sangat menyayangkan atas ulah yang dilakukan oleh oknum Lurah terhadap kliennya, pasalnya sebagai seorang tokoh masyarakat seharusnya Rj bisa menjadi contoh dan panutan yang baik untuk warga masyarakat di wilayahnya.

“Sangat tidak pantas pernyataan bernada penghinaan seperti itu dilontarkan oleh seorang perangkat desa (lurah) terhadap warganya yang seharusnya diayomi,” jelasnya.

Selanjutnya, berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor : STTLP/33/ III/ 2021/ DIY/ GNK, penasehat hukum pelapor berharap pihak Penyidik segera memproses laporan yang telah diadukan kepada Kepolisian Resort Gunungkidul, mengingat alat bukti permulaan sudah didapatkan oleh Penyidik, yaitu alat bukti keterangan saksi dan alat bukti petunjuk berupa pesan suara yang diterima oleh pelapor.

“Dua alat bukti sebagai bukti permulaan sudah dikantongi penyidik, maka kami harap kasus ini segera ditingkatkan prosesnya oleh pihak Kepolisian.” Pungkasnya.
———————
Terkait berita diatas, juga diberitakan oleh salah satu media lokal lainya mengonfermasi atau minta keterangan kepada penasehat hukum melalui chat whatsapp pada Jum’at 26 Maret 2021, Pukul 19.10.00 WIB. isi chat nya membenarkan berita tersebut.

“Iya benar, berita tersebut sudah sesuai dan telah dikonfirmasikan ke kita selaku Penasihat Hukum”, Chatnya.

Dari pihak terduga (RJ) mengakui bahwa memang dirinya dilaporkan ke- Polres Gunungkidul, dan terkait hal tersebut dirinya sudah meminta maaf kepada pelapor, pihak pelapor juga bisa memahami namun dikarenakan sudah terlanjur dilaporkan, menurutnya (RJ) prosesnya biar berjalan hingga dilakukan mediasi pada Hari Senin 29 Maret 2021, di Polres Gunungkidul. Hal ini disampaikan kepada salah satu tim redaksi suaradjogja.com, pada jumat malam sekitar Pukul 19.20.00.WIB. melalui voice note whatsapp.

Sumber: Suaradjogja.com

 

Continue Reading

Kesehatan

Warga Tepus Meninggal Dunia Secara Mendadak di Makam Ploso Selesai Ziarah

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com — Waginem, ( 80th ) meninggal dunia ketika ziarah di makam Ploso, Dusun Pudak Rt 001/rw 019, , Desa Tepus, Kapanewon Tepus, Gunungkidul
Hal tersebut diketahui oleh saksi Wasidi (50th), warga pudak Rt 02/ Rw 19, dan Kliwon warga RT 03, atau warga setempat.
Keterangan yang berhasil dihimpun redaksi, pada hari senin tgl 22 Maret 2021, sekitar jam 08.30 Wib korban datang dikuburan ploso pudak, bersama dengan cucunya atas nama okta (16th) dengan tujuan untuk ziarah kubur dikarenakan besok pagi tgl 23 maret 2021 korban beseta keluarga akan mempunyai hajat sunatan cucunya yang bernama Chiko (7th).

Kassubag Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto dalam keterangannya menyebutkan kronologi kejadian bermula saat korban bersama cucunya, Okta (16) bermaksud hendak ziarah ke makam leluhur dikarenakan korban bersama keluarga akan mempunyai hajatan pada keesokan harinya (Selasa, 23 Maret 2021).

” Dari keterangan saksi menyebutkan, awalnya korban berniat ziarah kubur, namun sebelum ritual ziarah selesai, korban jatuh tersungkur dalam kondisi kejang-kejang”, ungkap Iptu Suryanto.

Menurut hasil pemeriksaaan tim medis korban tidak ada tanda – tanda kekerasan dan diduga korban menderita sakit jantung dan ada riwayat sakit darah tinggi.

Selang beberapa saat kemudian korban di serahkan kepihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.

Sumber: Grup Whatsapp Humas Krimina GK.
(Redaksi)

Continue Reading

Berita Terpopuler