Palembang,SuaraMetropolitan – Pemerintah Kota Palembang mulai mematangkan persiapan untuk menyambut pelaksanaan Ziarah Kubro 2026, agenda religi tahunan yang diprediksi kembali menjadi magnet besar bagi umat Islam dari berbagai daerah.
Pada tahun ini, Pemkot Palembang menargetkan kehadiran 30 ribu jamaah dalam rangkaian Ziarah Kubro yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Februari 2026, bertepatan dengan 18–20 Sya’ban 1447 Hijriah.
Tidak hanya dari berbagai wilayah di Indonesia, jamaah diperkirakan juga akan datang dari luar negeri, khususnya sejumlah negara di kawasan Arab. Kehadiran para ulama nasional hingga internasional, termasuk Habib Rizieq Shihab, semakin memperkuat posisi Ziarah Kubro sebagai salah satu perhelatan wisata religi terbesar di Tanah Air.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa seluruh tahapan persiapan dilakukan secara serius dan melibatkan banyak pihak.
Hal itu disampaikan Aprizal saat memimpin rapat pemantapan pelaksanaan kegiatan di lingkungan Setda Kota Palembang. Ia berharap kegiatan Ziarah Kubro tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, serta penuh kekhusyukan.
“Insya Allah, dengan kolaborasi seluruh stakeholder, Ziarah Kubro 2026 ini akan menjadi Ziarah Kubro Akbar. Semua pihak menyiapkan diri sesuai tupoksi masing-masing, sekaligus menjadikannya sebagai ladang amal ibadah,” ujar Aprizal, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Pemkab Banyuasin Matangkan Kerja Sama SPAM, Air Bersih Segera Menjangkau Masyarakat
Melihat potensi lonjakan jamaah yang sangat besar, Pemkot Palembang menggandeng berbagai instansi terkait, termasuk Polrestabes Palembang, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan guna memastikan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
Polrestabes Palembang akan menyiapkan personel pengamanan di sejumlah titik kegiatan. Sementara Satpol PP akan melakukan penertiban terhadap pengamen maupun gelandangan agar tidak mengganggu jalannya acara. Adapun Dishub Palembang akan fokus pada pengaturan lalu lintas dan parkir kendaraan.
“Pengamanan akan disiagakan di setiap lokasi ziarah. Kami ingin para peziarah merasa aman dan nyaman selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” tegas Aprizal.
Selain unsur keamanan, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah juga dikerahkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan. Dinas PUPR melakukan perbaikan drainase serta pembenahan ruas jalan menuju lokasi ziarah. Satpol PP menertibkan kawasan publik agar tetap kondusif, sementara Dishub menyiapkan jalur khusus serta titik parkir untuk mengantisipasi peningkatan kendaraan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Palembang dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah yang datang mengikuti rangkaian Ziarah Kubro.
Ziarah Kubro 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di Palembang Darussalam.
Baca juga: TERUNGKAP! 56 Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higienis Masih Beroperasi di Palembang
Pada Jumat, 6 Februari 2026 (18 Sya’ban 1447 H), kegiatan dimulai pukul 06.00–10.00 WIB di Masjid Darul Muttaqien dengan agenda Rauhah dan Haul Al Habib Ahmad Abdullah Al Habsyi. Kemudian dilanjutkan pada sore hari pukul 16.00–20.00 WIB di Ponpes Ar Riyadh, 13 Ulu.
Selanjutnya pada Sabtu, 7 Februari 2026 (19 Sya’ban 1447 H), jamaah akan mengikuti kegiatan pukul 06.00–10.00 WIB di kawasan 12–16 Ulu dalam rangka Haul Al Faqihil Muqoddam Tsani. Pada malam hari, agenda dilanjutkan pukul 18.00–20.00 WIB di Kampung Al Munawar.
Rangkaian Ziarah Kubro ditutup pada Minggu, 8 Februari 2026 (20 Sya’ban 1447 H). Agenda dimulai pukul 06.30–08.15 WIB di Sei Bayas, 8 Ilir, dilanjutkan menuju Wisata Bahari pukul 08.15 WIB hingga selesai, kemudian kembali berlanjut pada sore hari pukul 16.00–19.00 WIB di kawasan BKB dan Makam Kyai Muara Ogan.
Ziarah Kubro bukan hanya sekadar tradisi tahunan, melainkan menjadi simbol penghormatan umat Islam kepada para ulama dan habaib yang berjasa dalam menyebarkan dakwah di Palembang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi besar yang menyatukan jamaah lintas daerah bahkan lintas negara.
Dengan dukungan masyarakat serta sinergi lintas instansi, Ziarah Kubro 2026 diharapkan dapat menjadi event wisata religi terbesar di Indonesia sekaligus memperkuat citra Palembang sebagai kota bersejarah yang kaya nilai spiritual.
“Semoga seluruh rangkaian Ziarah Kubro 2026 berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkas Aprizal. (*)







