Palembang,SuaraMetropolitan – Upaya menekan maraknya aksi balap liar di Kota Palembang kini diperkuat melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Palembang dan komunitas otomotif. Honda Brio Community (HBC) Chapter Palembang menyatakan kesiapan untuk berperan aktif melalui kegiatan sosial kemasyarakatan sekaligus penyelenggaraan drag race resmi sebagai wadah penyaluran hobi anak muda yang lebih aman, terarah, dan bertanggung jawab.
Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Aprizal Hasyim yang didampingi kepala dinas sosial Raimon Lauri, saat menerima audiensi pengurus HBC Chapter Palembang bersama Koordinator Wilayah Sumatera, Selasa (27/1/2026). Dalam pertemuan itu, Sekda menegaskan bahwa Pemkot Palembang membuka ruang seluas-luasnya bagi komunitas yang memiliki program positif dan sejalan dengan visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang, Ratu Dewa–Prima Salam (RDPS), khususnya dalam menciptakan ketertiban dan keselamatan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif komunitas otomotif. Jangan berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mari kita bangun kolaborasi berkelanjutan yang benar-benar berdampak bagi keamanan dan ketertiban kota,” ujar Sekda.
Ia menilai, pendekatan persuasif melalui pembinaan komunitas jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan penindakan hukum. Menurutnya, langkah tersebut mampu menyentuh akar persoalan sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan generasi muda akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Baca juga: Lantik 9 Kepala Dinas dan 6 Kepala Sekolah, Ini Pesan Bupati
Dalam kesempatan yang sama, HBC Chapter Palembang juga menyampaikan komitmennya untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial, edukasi keselamatan berkendara, serta mendukung program-program Pemerintah Kota Palembang di tengah masyarakat. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang aman, tertib, dan ramah bagi seluruh warga.
Ketua HBC Chapter Palembang, Asenja Nasril, menjelaskan bahwa audiensi tersebut menjadi momentum perkenalan resmi komunitas, pemaparan struktur organisasi, sekaligus penyampaian program kerja jangka pendek dan jangka menengah.
Agenda terdekat yang menjadi fokus utama adalah penyelenggaraan drag race resmi dalam rangka memperingati hari jadi HBC Chapter Palembang yang ke-6.
“Kegiatan ini lahir dari keprihatinan kami terhadap masih maraknya balap liar. Bahkan, bulan ini terjadi kecelakaan fatal akibat balap liar di depan RS Mohammad Hoesin. Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa harus ada solusi nyata, bukan sekadar larangan,” tegas Asenja.
Baca juga: Dari OKU Timur hingga Empat Lawang, Konflik Agraria Lama Kembali Dibahas
Menurutnya, penyediaan ruang kompetisi resmi dengan standar keselamatan yang memadai merupakan langkah strategis untuk mengalihkan aktivitas balap dari jalan umum ke lintasan yang aman dan terkontrol. Hal ini dinilai penting mengingat tingginya minat anak muda Palembang terhadap dunia otomotif, khususnya modifikasi mobil Honda Brio, dengan jumlah penggemar yang mencapai ratusan ribu orang.
“Daripada potensi ini disalahgunakan di jalan raya yang membahayakan diri sendiri dan orang lain, lebih baik diarahkan ke jalur yang benar. Kami ingin hobi otomotif menjadi prestasi, bukan tragedi,” tambahnya.
Saat ini, HBC Chapter Palembang tercatat memiliki sekitar 120 anggota aktif yang rutin mengikuti berbagai kegiatan komunitas, baik di bidang otomotif, sosial, maupun edukasi keselamatan berkendara.
Rangkaian peringatan HBC ke-6 akan dimulai pada Jumat, 6 Februari, dengan agenda teknis perlombaan. Kegiatan akan berlanjut pada Sabtu, 7 Februari, dengan agenda seremonial, evaluasi pelaksanaan, serta penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas otomotif, dan pemangku kepentingan lainnya, Pemkot Palembang berharap langkah ini tidak hanya mampu menekan angka balap liar, tetapi juga membentuk budaya berlalu lintas yang lebih disiplin serta membuka ruang pembinaan bakat otomotif yang sehat dan produktif bagi generasi muda. (*)






