Palembang, SuaraMetropolitan,- Dalam upaya mencetak calon pemimpin masa depan yang berkarakter, kreatif, dan inovatif, Pondok Pesantren Modern Terpadu Nurul Qomar menggelar kegiatan Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen (PKM) 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan para santri, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta meningkatkan rasa cinta terhadap pondok pesantren.
Pelatihan ini ditujukan kepada para santri yang nantinya akan berperan aktif dalam Organisasi Pondok Pesantren Nurul Qomar (OPPM), sebuah organisasi internal yang membantu ustaz dan ustazah dalam mengelola dan membina para santri lainnya.
Kegiatan PKM secara resmi dibuka pada Senin, 13 Januari 2025, oleh Mudir dan Pengasuh Pondok Pesantren Modern Terpadu Nurul Qomar, KH. Orbit Rupawan, S.Th.I. Acara dimulai pukul 07.00 WIB di Aula Serba Guna Pondok Pesantren Nurul Qomar. Turut hadir dalam pembukaan tersebut seluruh kepala sekolah SMP dan SMA Nurul Qomar, seperti Ust. Ramadonsyah, S.Pd., Ustzh. Noraria, S.Pd., M.Si., serta sejumlah guru, ustaz, dan ustazah lainnya.
Pelatihan yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari ini akan diisi dengan berbagai kegiatan positif, termasuk workshop kepemimpinan, permainan untuk melatih konsentrasi dan kerja sama tim, senam sehat, serta pelatihan kedisiplinan dan tanggung jawab. Acara akan ditutup pada Kamis, 16 Januari 2025, dengan prosesi pelantikan kepengurusan OPPM secara resmi.

Dalam sambutannya, KH. Orbit Rupawan, S.Th.I., memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta PKM. Beliau menekankan pentingnya ilmu kepemimpinan dan manajemen bagi setiap santri, khususnya santri Pondok Pesantren Nurul Qomar.
“Hidup di dunia ini harus disertai dengan ilmu, termasuk ilmu kepemimpinan dan manajemen. Ini adalah bekal penting yang perlu dikuasai oleh setiap santri, terutama untuk menghadapi masa depan sebagai cikal bakal pemimpin dan intelektual muda di tengah masyarakat,” ungkap beliau dengan tegas.
Beliau juga menambahkan bahwa menjadi pemimpin tidak selalu berarti menduduki jabatan tinggi, tetapi dapat dimulai dari hal-hal kecil. “Seorang pemimpin bisa saja menjadi kepala keluarga yang baik, atau bahkan kepala desa yang bijaksana dalam memimpin masyarakat. Ilmu kepemimpinan ini relevan untuk semua aspek kehidupan dan harus ditanamkan dalam jiwa para santri Nurul Qomar,” tambahnya saat menyampaikan materi pelatihan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang positif dalam membentuk santri Nurul Qomar sebagai generasi pemimpin yang berakhlak mulia, berwawasan luas, serta mampu membawa perubahan di masyarakat.(*)






