Berita DaerahPendidikan

Ponpes Nurul Qomar Palembang Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Tanamkan Nasionalisme Santri

×

Ponpes Nurul Qomar Palembang Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Tanamkan Nasionalisme Santri

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Mudir KH. Orbit Rupawan, S.Th.i (jas biru) bersama para kepala sekolah dan guru-guru serta para petugas upacara dalam peringatan HUT RI yang Ke- 80 di lapangan utama Ponpes Nurul Qomar Palembang selepas upacara bendera

Palembang,SuaraMetropolitan.com,– Pondok Pesantren Nurul Qomar Palembang melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di lapangan utama pesantren, Minggu (17/08/2025). Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan karakter nasionalisme bagi santri untuk semakin mencintai tanah air serta menghargai jasa para pahlawan.

Upacara berlangsung pukul 07.30–08.30 WIB dengan khidmat dan diikuti seluruh santri, guru, serta staf pesantren. KH. Orbit Rupawan, S.Th.I, selaku Mudir Ponpes bertindak sebagai inspektur upacara. Ia didampingi para kepala sekolah dari jenjang RA, MI, SMP, hingga SMA. Para petugas upacara juga menjalankan tugasnya dengan baik.

Selain upacara, rangkaian peringatan HUT RI juga diisi dengan berbagai perlombaan antar kelas sejak 13–16 Agustus. Lomba yang digelar meliputi kebersihan kelas, futsal, badminton, puisi dan pidato kemerdekaan, tarik tambang, hadang, ranking 1, hingga fashion show bertema kepahlawanan. Seluruh kegiatan diikuti santri dengan penuh semangat.

Dalam amanatnya, KH. Orbit menekankan pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia di lingkungan pesantren sebagai bagian dari pembentukan sikap nasionalis santri.

Pembagian telur merah (telok abang) kepada seluruh siswa Ponpes Nurul Qomar Palembang yang menjadi adat dan budaya serta symbol perlawanan dalam Peringatan HUT RI yang Ke- 80 di kota Palembang

“Mulai sekarang kita wajibkan penggunaan Bahasa Indonesia di lingkungan sekolah maupun kegiatan formal. Ini untuk membangun karakter santri yang nasionalis tanpa mengabaikan penguasaan bahasa asing,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberi perhatian lebih pada pendidikan di madrasah dan pesantren.

“Kami berharap negara benar-benar merealisasikan alokasi dana pendidikan 20 persen sesuai amanat konstitusi. Pendidikan pesantren adalah warisan asli bangsa yang patut dihargai,” tambahnya.

Sebagai penutup, seluruh santri menerima pembagian telok abang, tradisi khas Palembang yang melambangkan semangat perjuangan. Acara diakhiri dengan pemberian hadiah lomba serta foto bersama para santri, guru, dan pengasuh.

Melalui kegiatan ini, Ponpes Nurul Qomar berharap nilai kemerdekaan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan tertanam dalam diri santri sebagai generasi penerus bangsa.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.