Connect with us

Pendidikan

PRODI TASAWUF DAN PSIKOTERAPI UIN RADEN FATAH PALEMBANG ADAKAN PELATIHAN METODE DIAGNOSIS TIBBUNNABAWI

Published

on

Spread the love

 

SuaraMetropolitan.com. Palembang, (01/03/2020)
PRODI TASAWUF DAN PSIKOTERAPI UIN RADEN FATAH PALEMBANG ADAKAN PELATIHAN METODE DIAGNOSIS TIBBUNNABAWI

Diikuti oleh 105 peserta yang terdiri dari 63 orang Mahasiswa prodi tasawuf dan psikoterapi,12 orang utusan dosen dan 30 peserta utusan dari PBI. Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Fatah, Palembang. mengadakan Pelatihan metode diagnosa thibbunnabawi yang diselenggarakan di Gedung Rafa UIN Raden Fatah (sabtu,29 Febuari 2020)

Dalam sambutan Kepala Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Dr. H. Wijaya,M.Si, menyatakan bahwa seminar dan pelatihan ini dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi yang berbasis kepada akreditasi,profesi dan untuk meningkatkan kemampuan personal, akademikal, dan profesional mahasiswa serta meningkatkan keterampilan metodelogi pengobatan atau terapi fisik yang berbasis alamiah, ilmiah, dan ilahiah.

Dalam Sambutan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Dr. Alfi Julizun Azwar, M.Ag, menegaskan bahwa beliau mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Wijaya selaku kaprodi tasawuf dan psikoterapi. Pelatihan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa supaya terampil dan memperoleh Surat Keterangan Pendamping ijazah yang terakreditasi di BNSP.

“Dibandingkan dengan prodi-prodi lain yang ada,memang kemampuan praktis yang harus dimiliki mahasiswa tasawuf dan psikoterapi adalah sesuatu yang mutlak. Terobosan– terobosan yang dilakukan oleh Pak Wijaya adalah sesuatu yang luar biasa sehingga patut dicontoh oleh prodi-prodi lain”.

Selanjutnya ketua PBI, Muhammad Yusuf, mengungkapakan bahwa perkumpulan bekam indonesia dalam hal ini pengurus Sumsel mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan oleh prodi Tasawuf dan psikoterapi ini,terutama dalam bidang diagnosa metode thibbunnabawi. Sehingga Pengurus PBI Pusat menurunkan orang – orang yang handal dan berkompeten.

Untuk materi yang terkait dengan anatomi sistem pernafasan dan titik bekam disampaikan oleh dr. Indri Seta Septadina, M.Kes sedangkan materi Diagnosis thibbunnabawi sebagai pondasi penentuan terapi bekam disampaikan oleh Zubaida Rahma,selaku ahli herbal dan praktisi bekam.

Narasumber – narasumber yang kami kirim dan utus ini merupakan narasumber yang memang betul – betul memiliki kompetensi dibidangnya.
Dan telah memiliki sertifikat keprofesian yang dikeluarkan oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).Sehingga apa yang diharapkan oleh Ka. Prodi dan Pak Dekan dapat terealisasi. Agar mahasiswa memiliki kemampuan juga dapat Sertifikat yang dikeluarkan oleh LSP. Sehingga pada saatnya bisa memeroleh izin praktek dari Kementerian Kesehatan RI.

Lebih jauh ditegaskan oleh Haji Wijaya,Kaprodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raddn Fatah Palembang, Bahwa banyak orang yang tidak paham jika Islam bukan hanya aspek ritual saja tetapi meliputi seluruh aspek kehidupan, termasuk hidup sehat ala Islam tegas lelaki yang beperawakan kekar dan terkenal ramah ini.

“Sesungguhnya banyak orang yang tidak tahu bahwa Islam melalui Nabi Muhammad SAW memiliki juga metode pengobatan sendiri yang dikenal dengan metode pengobatan ala Nabi, atau Thibbunnabawi” Tegas Wijaya, sambil
menunjukkan buku Thibbunnabawi karangan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Mengakhiri pembicaraan ini.

(RR)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bencana

Gugus Tugas Kecamatan Umbulharjo Sosialisasi Adaptasi Kebiasan Baru

Published

on

Spread the love

 

Yogyakarta, (24/10/20), SuaraMetropolitan.com — Di pimpin Langsung Ketua Gugus Kecamatan yang juga Camat Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta Drs Rumpis Trimintarta kembali melakukan Sosialisasi Adaptasi Kebiasan Baru dan Protokol Kesehatan ke para pelaku usaha, Hotel dan Resto di wilayah kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta.

Gita Anjarwati SKM petugas Surveilans Kelurahan ( Surkel) dari Puskesmas Umbulharjo 2 yang turut serta dalam kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang di lakukan Gugus Tugas dalam rangka sosialisasi Adaptasi Kebiasan Baru dan Penerapan Protokol Kesehatan .

” Ini merupakan kegiatan rutin yang di lakukan Gugus Tugas dalam rangka sosialisasi Adaptasi Kebiasan Baru dan Penerapan Protokol Kesehatan dengan menyasar pelaku usaha seperti hotel , resto dan kantor di wilayah kecamatan Umbulharjo ” demikian Gita Anjarwati kepada Wartawan.

Di tambahkan oleh Gita Anjarwati Fokus Sosialisasi adalah memastikan penerapan Protokol Kesehatan dengan 4 M yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun, Menjaga Jarak dan Menghindari Kerumunan.

” kami memastikan penerapan protokol kesehatan benar- benar di laksanakan di tempat publik dan pelaku usaha seperti Resto, Hotel dan perkantoran , sekaligus kami sosialisasi tentang Adaptasi Kebiasan Baru di tempat kerja juga sosialisasi tentang 4 M ” tambah Gita Anjarwati.

Turut serta dalam kegiatan Sekcam Kecamatan Umbulharjo Endah Dwi Dinyastuti SE MM yang berpesan kepada pelaku usaha agar tetap mentaati Protokol Kesehatan dan patuh kepada himbauan dari Pemerintah.

” kami sampaikan bahwa tempat- tempat usaha yang sudah memulai aktifitas wajib menerapkan protokol kesehatan dan harus patuh kepada himbauan dari Pemerintah ” tutur Endah Dwi Dinyastuti.

Tim Gugus yang terdiri dari berbagai Instansi di harapkan mampu memberikan masukan dan ilmu yang mudah di terapkan oleh pelaku usaha dan masyarakat.

” tim monitoring dan sosialisasi terdiri dari Kecamatan, Puskesmas, Polsek, Koramil , Sat Pol PP dan dari instansi lain , harapannya semoga sosialisasi tepat sasaran dan ilmu yang di berikan mudah di terapkan ” pungkasnya.

Rep/Kontributor: Gie Raharjo

Continue Reading

Internasional

Trengginas Merah Putih Ikuti Pendidikan Dan Pelatihan Oleh BPIP

Published

on

Spread the love

Yogyakarta, (08/09/2020) Suarametropolitan.com. Trengginas Merah Putih organisasi Sosial Kemasyarakatan yang telah berbadan hukum terus aktif mengikuti kegiatan yang di selenggarakan oleh Pemerintah ataupun bersama dengan Ormas lain ikut berperan aktif dalam kegiatan Sosial di masyarakat.

Kali ini Trengginas Merah Putih mengirimkan dua personil terbaiknya Tugiman dan Ardiyansyah Al Erta SE untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Ormas yang di selenggarakan BPIP di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta Jalan Laksda Adisucipto Maguwoharjo Sleman Yogyakarta tanggal 8 September sampai dengan 11 September 2020.

Keputusan mengirim dua Pengurus terbaik di ambil melalui rapat pleno yang di pimpin langsung Ketua Umum Heru Nugroho S.Sos.

Heru Nugroho S.Sos menyampaikan bahwa dengan keikutsertaan TGMP di Pendidikan dan Pelatihan ini semoga ke depan Ormas beserta anggota lebih mampu memahami nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

” Keikutsertaan kami semoga nantinya bisa menjadi lebih paham dengan nilai- nilai yang terkandung dalam Pancasila dan mampu mengamalkan di kehidupan sehari-hari, kehidupan berbangsa dan bernegara ” Demikian Heru Nugroho kepada wartawan.

Di tempat yang sama Bharoto Singgih Nugroho Sekertaris Umum TGMP menambahkan, dengan di kirimkanya dua putra terbaik organisasi di Pendidikan dan Pelatihan semoga ke depan dapat bermanfaat untuk masyarakat bangsa dan negara.

” Semoga dengan keikutsertaan dua personil terbaik kami,dapat memberikan manfaat kepada masyarakat bangsa dan negara ” Tambah Bharoto Singgih Nugroho.

Sementara itu dua personil yang di tugaskan Tugiman dan Ardiyansyah Al Erta belum dapat di hubungi wartawan di karenakan sedang mengikuti rapid test sebagai tahapan yang harus di lalui sebelum mengikuti Pendidikan dan Pelatihan yang di selenggarakan selama 5 hari kedepan.

Nampak di ruang Pendidikan dan Pelatihan semua peserta mengikuti tahapan sebelum di mulainya acara dengan tertib dan mengikuti Protokol kesehatan.

Reporter : Gie Rahardjo

Continue Reading

Budaya

Gebal Wood Craft Pengrajin Pernak – Pernik Kayu Langka, Banyak Kreasi

Published

on

Spread the love

Gunungkidul – (31/08/2029). Suarametropolitan.com. Sebagai upaya pengalihan profesi aslinya, Aang (Angling) warga Padukuhan Gedangsari, Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, membuat sebuah kreasi unik yakni pernak – pernik dari bahan kayu tidak layak guna.

Sebenarnya kayu – kayu tersebut sudah jarang tumbuh diwilayahnya. Karena memang kayu tersebut sudah berupa pangkal yang sudah kering atau lapuk atau ada juga jenis kayu sisa – sisa kepunahan (fosil).

Dari jiwa kreatifitasnya seni, Ia mampu menempatkan bahan dari kayu tersebut menjadi seni yang benilai tinggi, sehingga dapat mendatangkan penikmat dan Aang bisa mendapatkan income hingga jutaan Rupiah.

” Seni kayu yang kami bikin merupakan bentuk tekstur alami. Saya tidak merubah bentuk kayu yang sudah terbentuk oleh alam. Misalnya kayu sudah bengkok atau bolong rapuh itu saya ikuti arah serat – seratnya,” Papar Aang ( 31/08.

Beberapan jenis seni kayu yang dihasilkan yaitu bermacam – macam yakni untuk lampu tidur, tempat abu rokok, kotak simpanan barang berharga, kap lampu hias dan bermacam – macam model pipa untuk merokok, dan juga warongko untuk senjata pusaka (keris).

” Hingga saat ini hasil karya yang saya sajikan, hampir keseluruhanya diminati penikmat seni. Sehingga saya dan beberapa rekan membikin disetiap harinya,” Ujar Aang.

Ditambahkan juga, hasil karya unik ini sudah dibuatkan gallery untuk upaya menambah pemasukan sembari menunggu pelanggan ditempat jualanya atau toko alat – alat motor dan sparepart senapan, sekaligus perbaikan senapan angin atau gas.

” usaha pokok saya adalah penjualan sparepart motor beserta perbaikan dan penjualan sparepart senapan angin juga perbaikanya,” Pungkasnya.

Pelayanan pesanan seni kayu ini bisa hubungi nomor whatsapp – Aang 0821-3636-3164.

Sm~(Spd)

 

Continue Reading

Berita Terpopuler