Palembang,SuaraMetropolitan – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang meraih penilaian kategori sangat baik dari Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan. Predikat tersebut dinilai menjadi motivasi bagi Dinsos untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, Raimon Lauri, S.STP, M.Si, mengatakan capaian itu menjadi semangat baru bagi pihaknya untuk memperkuat kinerja pelayanan publik.
“Alhamdulillah hari ini kita di Ombudsman mendapatkan penilaian dari Ombudsman, Dinas Sosial masuk dalam kategori sangat baik. Artinya ini menjadi motivasi dan harapan ke depan untuk lebih ditingkatkan lagi terkait pelayanan,” ujar Raimon, Kamis (12/2/2026).
Meski mendapatkan penilaian positif, Raimon mengakui persoalan sosial di Kota Palembang masih menjadi perhatian, terutama terkait keberadaan pengemis, anak jalanan, hingga manusia gerobak yang masih sering terlihat di beberapa titik.
“Saat ini di Kota Palembang masih banyak terlihat pengemis, anak jalanan, manusia gerobak. Setiap hari kita selalu lakukan penertiban dan kita bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja. Setiap hari sudah kita lakukan penertiban,” katanya.
Baca juga: Ombudsman Apresiasi Palembang, Tapi Ingatkan Persoalan PJU, SPH hingga Genangan Air
Raimon juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan sedekah di jalanan. Menurutnya, Dinsos tidak melarang masyarakat bersedekah, namun diharapkan dilakukan pada tempat yang sesuai ketentuan.
“Kita tidak melarang masyarakat bersedekah, tetapi kita menghimbau agar masyarakat bersedekah pada tempatnya sesuai dengan ketentuan, tidak di jalanan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah memasang sejumlah imbauan di beberapa titik. Bahkan dari hasil penjangkauan, sebagian besar pengemis dan anak jalanan yang terjaring merupakan warga Palembang.
“Sebenarnya kita sudah memasang himbauan-himbauan. Beberapa kali kita dapat pengemis anak jalanan ini memang rata-rata dari Palembang berdasarkan KTP-nya, domisilinya di Palembang,” ungkap Raimon.
Dinsos Palembang juga rutin melakukan pembinaan terhadap pengemis maupun anak jalanan yang terjaring. Proses pembinaan dilakukan secara humanis dengan memanggil keluarga mereka untuk diberikan edukasi, lalu diserahkan kembali kepada pihak keluarga.
“Sering kita lakukan pembinaan, kami panggil keluarganya lalu kita serahkan ke keluarganya. Kita harapkan agar mereka tidak meminta-minta di jalan-jalan,” jelasnya.
Baca juga: Ratu Dewa Usulkan Exit Tol Gandus, Akses Baru Palembang Segera Terwujud
Raimon mengakui belum ada sanksi tegas yang diberlakukan, namun pihaknya tetap melakukan upaya penanganan melalui pembinaan, edukasi, dan penjangkauan di lapangan.
“Memang tidak ada sanksi tegas, tapi kita lakukan secara humanis seperti dilakukan pembinaan edukasi bahwa tidak boleh melakukan kegiatan di persimpangan, kemudian kita lakukan penjangkauan,” katanya.
Menjelang bulan suci Ramadhan, Raimon menyebut pihaknya akan meningkatkan pengawasan karena biasanya jumlah pengemis cenderung meningkat pada momen tersebut. Dinsos Palembang pun menyiapkan patroli rutin setiap hari untuk melakukan monitoring dan pengawasan di lapangan.
“Untuk mengantisipasi bulan Ramadhan yang biasanya ramai oleh pengemis, maka tim kita akan tetap melakukan patroli rutin setiap hari, pengawasan dan monitoring,” ujarnya.
Ia kembali mengingatkan masyarakat agar menyalurkan sedekah pada tempat yang tepat dan tidak di persimpangan jalan, terutama di kawasan jalan protokol Kota Palembang.
“Kita juga harapkan kepada masyarakat memberikan sedekah pada tempat-tempat yang sesuai, khususnya tidak di persimpangan jalan apalagi jalan-jalan protokol Kota Palembang,” pungkas Raimon.







