Pagar Alam,SuaraMetropolitan – Wakil Wali Kota Pagar Alam, Hj. Bertha, didampingi Sekretaris Daerah Zaily Oktosab, memimpin rapat pembahasan dan penyelarasan data dukung Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2025–2026. Rapat tersebut digelar di Ruang Rapat Besemah Satu, Sekretariat Daerah Kota Pagar Alam, Selasa (6/1/2026).
Kepala Bagian Organisasi Setdako Pagar Alam, Budiarjo Sahar, selaku leading sektor, dalam laporannya menyampaikan bahwa hasil evaluasi kinerja Pemerintah Kota Pagar Alam menunjukkan adanya peningkatan, meskipun belum signifikan. Pada tahun 2023, nilai evaluasi tercatat sebesar 63,28, kemudian meningkat menjadi 63,68 pada tahun 2024. Namun demikian, tingkat akuntabilitas kinerja pada kedua tahun tersebut masih berada pada kategori B (Baik).
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Hj. Bertha menegaskan bahwa LKjIP dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tidak boleh dipahami sebatas kewajiban administratif semata. Menurutnya, instrumen tersebut menjadi tolok ukur utama untuk menilai sejauh mana kinerja pemerintah daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca juga: K MAKI Nilai Proyek Irigasi di Pagar Alam Sarat Kejanggalan, Laporan Resmi ke KPK Disiapkan
Ia menekankan bahwa seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan kinerja harus selaras dan berpedoman pada visi pembangunan Pagar Alam SERAME.
Untuk mendukung visi tersebut, Pemerintah Kota Pagar Alam telah menetapkan lima misi pembangunan, yakni peningkatan tata kelola pemerintahan berbasis e-government, peningkatan kualitas layanan pendidikan, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, penguatan infrastruktur dan ekonomi lokal yang meliputi sektor pertanian dan UMKM, serta pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Hj. Bertha menekankan pentingnya keterkaitan yang jelas antara visi, misi, tujuan strategis, program, kegiatan, hingga capaian kinerja dalam penyusunan LKjIP dan pelaksanaan SAKIP. Evaluasi kinerja yang objektif, perbaikan berkelanjutan, serta penguatan komitmen dan koordinasi seluruh perangkat daerah dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan nilai SAKIP dan mewujudkan pemerintahan yang amanah, merakyat, dan sejahtera.
Baca juga: Cik Ujang Motivasi Atlet Sambo Sumsel Tingkatkan Prestasi
“Pada intinya, rapor kinerja pemerintah daerah sangat bergantung pada kinerja OPD. Kepala OPD bertanggung jawab penuh terhadap hasil kerja masing-masing,” tegas Wawako.
Ia juga menambahkan bahwa capaian kinerja OPD akan berdampak langsung terhadap nilai evaluasi yang diraih Pemerintah Kota Pagar Alam.
“Saat ini nilai kita masih B, sementara target RPJMD adalah BB. Untuk itu, saya meminta kesediaan dan komitmen seluruh OPD yang hadir hari ini agar bersama-sama meningkatkan kinerja,” pesan Hj. Bertha. (*)






