Palembang,SuaraMetropolitan – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, memimpin rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh camat di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Tasik, Rabu (01/10/2025). Rakor ini tidak hanya membahas laporan dari camat, tetapi juga menghadirkan partisipasi masyarakat melalui Live TikTok agar warga bisa langsung menyampaikan keluhan.
Dari berbagai aduan yang masuk, kerusakan lampu jalan menjadi masalah paling banyak disorot. Ratu Dewa mengungkapkan, dari total 53 ribu titik lampu jalan yang ada di Palembang, sekitar 3.625 unit dalam kondisi rusak dan harus segera mendapat penanganan.
“Saya minta Dinas PU membuat simulasi terukur. Dalam 15 hari ke depan akan kita evaluasi progres perbaikannya. Kalau pemasangan baru, saat ini dilaporkan ada 33 ribu titik,” tegas Ratu Dewa.
Baca juga: APBD Pemkot Palembang Bocor Sejak 2018, Pelanggaran LPJU Tak Pernah Tersentuh Sanksi
Baca juga: Rangkap Jabatan Sekretaris dan Plt Kadis, PUPR Palembang Rawan Tumpang Tindih
Selain lampu jalan, warga juga menyampaikan keluhan terkait jalan berlubang, pohon tua, drainase tersumbat, hingga genangan air. Ratu Dewa menekankan agar seluruh camat segera berkoordinasi dengan OPD terkait untuk memastikan setiap permasalahan ditindaklanjuti.
“Saya ingin ada progres nyata, bukan sekadar formalitas rapat. Setelah program anti mager berjalan, dalam waktu satu bulan akan saya cek langsung bersama OPD terkait untuk mencari solusi dari masalah-masalah ini,” ujarnya.
Di luar persoalan infrastruktur, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya mendukung program Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo. Menurutnya, program tersebut mampu mendorong penguatan ekonomi masyarakat dari tingkat kelurahan hingga kecamatan.
Baca juga: Rangkap Jabatan Sekretaris dan Plt Kadis, PUPR Palembang Rawan Tumpang Tindih
“Camat harus aktif mendeteksi permasalahan di wilayahnya masing-masing dan segera mencari solusi. Semakin banyak masalah yang bisa diselesaikan, semakin terlihat kinerja nyata aparat di lapangan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Camat Sematang Borang, Nur Muhammad Arpan, melaporkan terdapat 149 titik lampu jalan rusak di wilayahnya. Ia juga menyebutkan kebutuhan penambahan 249 titik lampu, namun baru terealisasi 100 unit.
“Bahkan ada lampu jalan yang nyetrum, ini sangat berbahaya bagi warga. Kami berharap segera ada penanganan,” ungkapnya. (*)






