Sumbar,SuaraMetropolitan,- Direktur Operasi Batubara PT PLN Indonesia Power, M. Hanafi Nur Rifa’i, bersama GM PLN UID Sumatera Barat Ajrun Karim, Manajer UBP Ombilin, Andi Setiawan, serta Manajer UBP Teluk Sirih, Lufti Nul Hakim menerima kunjungan kerja dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia ke PLTU Ombilin dan PLTU Teluk Sirih. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Perencana Ahli Pertama Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Bappenas RI, Berwel Juanda Abednego Lubis, beserta tim Bappenas dan Climate Policy Initiative (CPI).
Kunjungan ini untuk memastikan bahwa tata kelola yang diterapkan di PLTU Ombilin dan PLTU Teluk Sirih berjalan dengan baik serta sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku. Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk mengukur tingkat kontribusi kedua PLTU tersebut dalam mendukung program kemandirian energi nasional. Tak hanya itu, tim juga meninjau secara langsung berbagai upaya yang dilakukan PLN Indonesia Power dalam mendukung program dekarbonisasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai bagian dari komitmen menuju transisi energi bersih dan berkelanjutan.

Direktur Operasi Batubara PT PLN Indonesia Power, M. Hanafi Nur Rifa’i, menyampaikan bahwa kunjungan Bappenas RI ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan PLN dalam percepatan transisi energi nasional. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi dan keandalan pembangkit, sekaligus memperluas penerapan energi bersih melalui program cofiring biomassa. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah menuju sistem ketenagalistrikan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Hanafi.
Sementara itu, Lufti Nul Hakim, Manajer UBP Teluk Sirih, menambahkan bahwa dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan implementasi cofiring di lapangan. “Kami terus berinovasi dalam pemanfaatan bahan bakar biomassa lokal, tidak hanya untuk menekan emisi karbon, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat sekitar melalui rantai pasok yang berkelanjutan,” jelas Lufti.
Kegiatan diawali dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai program transisi energi yang telah dilaksanakan di PLTU Ombilin dan PLTU Teluk Sirih, antara lain implementasi cofiring biomassa dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal. Selanjutnya, rombongan melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke area PLTU untuk meninjau secara langsung tata kelola dan penerapan cofiring biomassa yang telah berjalan.
Berwel Juanda Abednego Lubis mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh PLN Indonesia Power. “Kami melihat penerapan cofiring biomassa di PLTU Ombilin dan PLTU Teluk Sirih merupakan contoh nyata upaya dekarbonisasi di sektor ketenagalistrikan. Inisiatif seperti ini sangat penting untuk mendukung roadmap transisi energi nasional menuju Net Zero Emission,” ungkap Berwel.











