Connect with us

Budaya

Resto Unik Serasa Tempoe Doeloe

Published

on

Spread the love

 

Bantul, (15/11/20), Suaradjogja.com – Dengan suasana yang unik dan ala ala di bawah pohon, suasana RM Serasa Tempoe Doeloe di Jalan Bibis Raya 20A Kembaran Tamantirto Bantul Yogyakarta menjadi alternatif kongkow yang asyik bareng teman atau keluarga di wilayah Bantul Yogyakarta. Suasana Tempoe Doeloe sangat terasa dengan property yang sederhana namun dapat mengingatkan kita pada suasana tempoe doeloe, banyak pohon besar seperti pohon melinjo, pohon asem, pohon nangka, dan banyak pohon pohon unik lainnya, menambah suasana yang hangat dan ngangeni.

RM Serasa Tempoe Doeloe menyajikan menu khas Masakan Jawa – Indonesia seperti Nasi Goreng Kebuli Telur bisa dikombinasi dengan ayam suwirnya yang menambah rasa khas yang tiada duanya, Soto Ayam Kemepyar dengan harga paket “yang penting bahagia” hanya Rp. 5.000 ( soto ayam dan teh), diharapkan dapat membantu semua pihak dalam kondisi pandemi ini, Sop Ayam Kampung Maknyus ( sop ayam kampung tanpa MSG), Tongseng Ayam Pedas Manis, Ayam Goreng Tempoe Doeloe yang enaknya tiada tara, Bakmi Godog hotplate dan Bakmi Goreng hotplate ( dapat di tambah dengan mozarela, sehingga menu tempoe doeloe dapat menjadi makanan ke-kinian) yang menjadi menu favorite anak anak muda hanya dengan merogoh kantong sebesar RP 15.000 saja sudah dapat menikmati menu tersebut sambil duduk di bawah pohon yang rindang. Adapun menu minuman spesial tak kalah serunya dengan menu makanan yang tersedia, diantaranya seperti Teh Poci Semriwing anti masuk angin, wedang Jahe gula batu ,Wedang Uwuh, Es Cendol Dawet adalah menu minuman yang paling favorit dan diminati banyak konsumen, karena cendol dawetnya selalu fresh dibuat sendiri oleh RM Serasa Tempoe Doeloe, tanpa bahan pewarna dan bahan pengawet dan dengan rasa manis asli gula jawa. Aneka menu yang lain di RM Serasa Tempoe Doeloe hadir memberikan warna dunia kuliner di Yogyakarta.

Daryanto Hadi salah seorang pengelola dan pemilik Resto Serasa Tempoe Doeloe menuturkan bahwa Resto ini dibuka dengan nama Serasa Tempoe Doeloe, karena awal dari bukanya resto adalah untuk melestarikan menu orang tua yang legendaris yaitu “sop ayam kampung dan es cendol dawet”, yang tastenya sop ayam kami berbeda dengan sop ayam kampung lainnya, sop ayam kami tanpa menggunakan MSG. Kami membuka resto yang sehat tanpa MSG.

” Resto di jalan Bibis Raya seluas kurang lebih 2000 meter ini berawal dari warung sop ayam di daerah Padokan Lor dekat Madukismo dan di daerah Karangjati serta di daerah Bugisan”, dengan berkembangnya usaha maka dibutuhkan tempat yang lebih luas dan nyaman, dan sekarang berada di jalan Bibis raya no 20 A Kembaran, Taman Tirto Kasihan Bantul Yogyakarta.

Daryanto Hadi dan Punik Mumpuni sebagai pemilik dan pengelola akhirnya membuka usaha catering ketika terjadi lonjakan permintaan pasar atas menu menu kami yang banyak diminati oleh customer, catering mulai dirintis tahun 2015.

Serasa Tempoe Doeloe sejak tahun 2015 sampai dengan sekarang telah bekerja sama dengan berbagai pihak, diantaranya hotel hotel di Yogyakarta, instansi pendidikan di yogyakarta (UII, UNY, UTY, UGM, RSUP Sardjito, TVRI, RRI, dll) dan sekitarnya, pabrik pabrik di sekitar Yogyakarta, syawalan lottemart, swalayan Carefour untuk pemenuhan makan siang karyawan dan Serasa tempoe doeloe catering juga telah melayani berbagai macam acara pernikahan, pengajian, acara keagamaan, rapat, seminar regional maupun nasional dll, demikian Punik Mumpuni kepada awak media.

Di tambahkan oleh Punik Mumpuni saat ini sebuah perusahaan besar menjadi mitra Serasa Tempoe Doeloe untuk kebutuhan makan malam perusahaannya, beberapa instansi pemerintah di Jogja juga menjadi pelanggan untuk kebutuhan rapat mereka.

” Saat ini kami masih dalam kontrak untuk penyediaan makan malam sebuah perusahaan yaitu PT Maesindo, dan hotel hotel di yogyakarta untuk penyedian makan para tamu serta kerjasama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk acara rapat dan seminar” tambah Punik Mumpuni.

Selain itu dengan fasilitas yang ada Resto Serasa Tempoe Doeloe juga melayani acara seperti syawalan,acara keagamaan, rapat ormas,rapat komunitas di mana untuk anggaran bisa di diskusikan dengan pengelola.

” Resto kami juga melayani acara – acara yang di selenggarakan oleh Ormas, Komunitas , Lembaga seperti Syawalan, acara keagamaan dan sejenisnya,untuk anggaran kami flexibel…bisa di diskusikan dengan kami ” pungkasnya.

Reporter : Gie Rahardjo

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budaya

Rumah Sehat Grand Wijaya Hadir Di Palembang

Published

on

Spread the love

Palembang, Suarametropolitan.com — Manager Unit Pelayanan Pengendalian Pembangkit Sektor Keramasan, Daryanto meresmikan Rumah Sehat Grand Wijaya Persada di Jalan Pendawa No 50, Minggu (11/04). Peresmian klinik kesehatan bagi karyawan PT. Grand Wijaya dan masyarakat umum ini dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita dan didampingi oleh Owner PT. Grand Wijaya, Haji Wijaya dan Penanggung jawab Rumah Sehat dr. RR. Dita Nurul Savitri.

Dalam sambutannya, Daryanto menyampaikan apresiasinya terhadap PT. Grand Wijaya Persada karena hal ini adalah terobosan yang baru dilakukan oleh mitra PT. PLN (Persero). “Kami akan mensupport sepenuhnya terhadap terobosan ini. Dan bilamana perlu dikembangkan di wilayah UPPDK Keramasan, karena banyak mitra PLN yang memiliki karyawan di sana,” ungkapnya.

Menurut sang owner, Haji Wijaya, PT. Grand Wijaya telah banyak membuat program guna kepentingan karyawannya. Rumah Sehat Grand Wijaya Persada ini merupakan salah satu terobosan baru di bidang pelayanan yang bertujuan untuk memanusiakan manusia.

Masyarakat yang berhak mengakses Rumah Sehat Grand Wijaya bukan hanya karyawan, tetapi juga masyarakat umum, baik yang tinggal di sekitar perusahaan, maupun dari tempat lain. Kami tetap memberikan pelayanan yang sama dan terbaik untuk masyarakat yang datang,” ungkap H Wijaya.

Rumah Sehat Grand Wijaya Persada saat ini memiliki dua dokter, satu apoteker, satu asisten apoteker, dan dua perawat. Pelayanan dibuka setiap hari kecuali hari libur, mulai pukul 09.00 – 14.00 lalu jam 18.00 – 21.00. Syarat bagi pasien cukup mendaftarkan diri di rumah sehat baik secara umum, maupun sebagai pengguna BPJS Kesehatan.

Kedepan manajemen PT. Grand Wijaya Persada akan memperluas cakupan rumah sehat. Tidak hanya di Palembang saja, tetapi juga ke kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan. Pastinya, Rumah Sehat Grand Wijaya bekerja sama dengan berbagai rumah sakit, baik tipe A, B, atau C sehingga pasien Rumah Sehat Grand Wijaya Persada dapat terlayani dengan baik.

Sumber: mattanews.co

Continue Reading

Budaya

Waka DPD RI Dukung Penuh Kebijakan Benci Produk Luar Negeri

Published

on

Spread the love

 

JAKARTA Suarametropolitan.com — Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menggaungkan agar masyarakat mulai membenci produk luar negeri, dan beralih mencintai produk dalam negeri. Hal tersebut bertujuan agar penjualan dari produsen lokal bisa meningkat ke depannya.

Orang nomor satu di tanah air ini menegaskan, dengan adanya rasa cinta terhadap produk lokal, akan menempatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tempat yang strategis.

Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin menyambut baik gaungan Presiden Jokowi. Menurut senator muda asal Bengkulu ini, masyarakat bisa menjadi konsumen yang loyal untuk produk-produk dalam negeri.

“270 juta jiwa penduduk Indonesia, saya rasa bila semuanya mencintai produk lokal, akan membuat produsen-produsen dalam negeri semakin bergairah. Kualitas produk dalam negeri pun juga mendunia, jadi produk Indonesia sebenarnya mendunia,” ujar Sultan B Najamudin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/3/2021).

Mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini juga mendukung strategi Kementerian Perdagangan, yang dimana mall harus menempatkan merek atau brand lokal di depan atau dekat pintu masuk.

Untuk itu, sambung pria yang akrab disapa SBN ini, pemerintah harus bisa menyiapkan aturan yang bisa mendorong para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal lebih mengerti segi permintaan pasar seperti apa agar bisa bersaing dengan merek asing.

“Dengan menghadirkan produk lokal dibagian depan mall-mall, ini merupakan strategi dagang yang cerdas. Sehingga mata para produsen langsung tertuju terhadap produk lokal,” beber Sultan.

“Namun begitu, pemerintah harus memberikan imbauan kepada pengelola mall-mall, agar memberikan tarif sewa yang rendah kepada merek lokal,” sambung Sultan.

Terakhir, senator muda asal Bengkulu ini berharap, dengan adanya strategi tersebut bisa memajukan para pelaku UMKM yang sempat terpuruk dihantam badai pandemi Covid-19 setahun lalu.

“Saya berharap strategi ini berjalan dengan baik, sehingga para UMKM yang tengah berjuang kembali ini bisa menemukan jalan menuju kesuksesan. Ingat, pelaku UMKM ini adalah tulang punggung ekonomi nasional,” harap kader jebolan HIPMI ini.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor Indonesia pada Januari 2021 tercatat US$13,34 miliar, turun 6,49% dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai US$14,27 miliar.

Berdasarkan penggunaan barang, seluruh jenis impor terkontraksi cukup tajam. Nilai impor konsumsi tercatat US$1,42 miliar, turun 17% secara bulanan dan 2,92% secara tahunan.

Secara bulanan, anjloknya impor terjadi karena penurunan impor bawang putih dari Tiongkok, makanan beku dari India, apel Tiongkok, susu dari Selandia Baru, dan anggur segar Tiongkok.

Selanjutnya, impor bahan baku atau penolong nilainya sebesar US$9,93 miliar, anjlok 2,62% secara bulanan dan 6,1% secara tahunan. Penurunan secara bulanan disumbang impor minyak kedelai dari Argentina dan transmisi aparatur Tiongkok.

Kemudian, nilai impor barang modal tercatat US$1,99 miliar, turun tajam 21,23% secara bulanan akibat penurunan impor berbagai jenis mesin dari Tiongkok dan Italia. Nilai impor barang modal turut anjlok 10,72% secara tahunan.

(Redaksi)

Continue Reading

Budaya

Dihadapan Keluarga Besar Putra-Putri Polri, Bamsoet Ingatkan Tingginya Angka Kejahatan Siber di Indonesia

Published

on

Spread the love

 

JAKARTA Suarametropolitan.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyoroti tingginya angka kejahatan Siber di Indonesia yang naik hampir empat kali lipat selama pandemi Covid-19. Terlihat pada periode Januari hingga Agustus 2019, jumlah serangan siber mencapai 39,3 juta. Sedangkan pada periode Januari hingga Agustus 2021, naik drastis menjadi hampir 190 juta serangan siber.

“Tingginya serangan siber tersebut seiring dengan meningkatnya penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 73,7 persen. Artinya sekitar 199 juta jiwa dari total 270 juta penduduk Indonesia telah menggunakan akses internet. Namun sayangnya, kemampuan adaptasi kita dalam membangun literasi teknologi masih rendah,” ujar Bamsoet dalam Musyawarah Nasional ke-V Keluarga Besar Putra-Putri Polri (KBPP), di Jakarta, Senin (1/3/21).

Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan, menurut hasil survei literasi digital Nasional 2020 yang dilakukan Kementerian KOMINFO pada November 2020, indeks literasi digital Indonesia belum mencapai skor “baik” dengan indeks 4. Baru sedikit di atas kategori “sedang” dengan indeks 3.

“Butuh kecerdasan bersama yang didukung segenap elemen bangsa, khususnya organisasi kemasyarakatan seperti KBPP, untuk menghadirkan ruang siber yang bersih, terbebas dari polusi kejahatan maupun penyebaran hoax dan hate speech,” papar Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengingatkan, sebagai sebuah organisasi, KBPP yang dimimpin oleh Bimo, maupun ormas lainnya akan selalu dihadapkan pada tantangan dan dinamika zaman. Untuk dapat bertahan, setidaknya perlu memperhatikan tiga komitmen. Pertama, komitmen untuk membangun soliditas organisasi, merapatkan barisan di semua lini, tidak mudah terpecah belah, dan menjadikan visi organisasi sebagai cita bersama yang menyatukan segenap kader KBPP.

“Kedua, komitmen mengoptimalkan potensi diri dan sumberdaya yang dimiliki KBPP untuk berperan serta dan berkontribusi dalam pembangunan sumberdaya manusia dan pembangunan nasional, melalui berbagai media dan saluran partisipasi. Selaras dengan hakikat fungsi pendirian ormas, yaitu untuk meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat,” jelas Bamsoet.

Hal ketiga, lanjut Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini, perlu komitmen untuk tetap konsisten dalam mengaktualisasikan diri melalui berbagai program dan kegiatan organisasi, membangun sinergi dengan organisasi lain. Untuk mewujudkan cita-cita Indonesia maju, adil dan sejahtera, dengan menempatkan Pancasila sebagai landasan ideologi bersama.

“Saya yakin dalam penyelenggaraan MUNAS ke-5 KBPPP kali ini, ketiga komitmen tersebut dapat diimplementasikan sebagai kesadaran kolektif segenap kader KBPP. Dengan memegang teguh tiga komitmen tersebut, saya yakin KBPPP akan tumbuh menjadi organisasi yang semakin maju dan disegani,” pungkas Bamsoet.

 

(Bamsoet)

Continue Reading

Berita Terpopuler