OKU Selatan,SuaraMetropolitan – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru memimpin Apel dan Simulasi Gladi Kesiapsiagaan Bencana Banjir Sumsel yang berlangsung di Lapangan AURI Banding Agung, OKU Selatan, Jumat (14/11/2025). Kegiatan ini menjadi langkah penting Pemerintah Provinsi Sumsel dalam memperkuat kesiapan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di musim penghujan.
Dalam arahannya, Herman Deru mengingatkan bahwa Sumsel baru saja melewati fase berat akibat bencana asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski kondisi mulai kembali normal, ia menegaskan bahwa musim hujan menghadirkan tantangan baru yang tak boleh disepelekan.
Menurutnya, curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor di sejumlah wilayah. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta tetap siaga dan meningkatkan koordinasi lintas sektor.
“Musim hujan yang datang harus kita sambut dengan kewaspadaan penuh. Bencana hidrometeorologi adalah ancaman nyata yang tidak bisa dianggap sepele,” tegasnya.
Baca juga: Belanja dan Pendapatan Turun, Fraksi Gerindra Minta Pemprov Sumsel Serius Benahi Struktur APBD 2026
Gubernur menjelaskan bahwa bencana tidak hanya dipengaruhi faktor alam, tetapi juga disebabkan ulah manusia. Kebiasaan buruk seperti membuang sampah sembarangan, mendirikan bangunan di atas saluran air, hingga alih fungsi lahan yang tidak terkendali terus memperparah kondisi lingkungan.
Ia menilai edukasi dan penyadaran masyarakat harus diperkuat agar kesadaran terhadap tata ruang dan kelestarian lingkungan semakin meningkat. Upaya mitigasi, lanjutnya, harus dilakukan secara terpadu baik di wilayah hulu maupun hilir.
“Penyiapan peralatan, personil, dan uji fungsi alat memang sangat penting, tetapi pembenahan di hulu juga tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Herman Deru juga menyoroti tingginya kasus kebakaran pemukiman di Sumsel yang sebagian besar disebabkan oleh faktor kelalaian manusia. Ia menegaskan perlunya edukasi mengenai keamanan dan pencegahan agar kejadian serupa dapat diminimalisir.
Baca juga: Cik Ujang: Harmonisasi Perda Kunci Sejalan dengan Arah Pembangunan Nasional
Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi kepada BUMN, BUMD, dan pihak swasta yang selama ini aktif membantu penanganan bencana. Menurutnya, sinergi seperti ini sangat penting untuk memastikan respons cepat dan tepat sasaran saat bencana terjadi.
Ia juga mengapresiasi komitmen seluruh pihak dalam gelaran apel ini, baik melalui kesiapan personel maupun peralatan. Kegiatan ini disebutnya sebagai momentum untuk mengevaluasi kemampuan Sumsel dalam menghadapi cuaca ekstrem.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengerahkan sekitar 800 personel dari berbagai instansi, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dukungan juga datang dari TNI, Polri, SAR, serta sejumlah lembaga lainnya.
Iqbal menjelaskan bahwa latihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan petugas dalam merespons bencana, memperkuat koordinasi lapangan, dan menekan potensi kerugian maupun korban jiwa. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin menjelang musim penghujan. (*)






