Connect with us

Kriminal

Terlalu! Jukir di Banjarnegara Ini Sudah 8 Kali Ditangkap Polisi

Published

on

Spread the love

SuaraMetropolitan.com – Banjarnegara, Entah apa yang ada di pikiran Wahyu Hidayat (42), warga Desa Kalibening, Banjarnegara. Pria yang setiap hari bekerja sebagai juru parkir ini sudah 8 kali ‘berurusan’ dengan kepolisian karena ulahnya.

Kali ini, ia kembali ditangkap polisi setelah melakukan pencurian dengan masuk ke rumah korban di Kelurahan Krandegan, Banjarnegara. Aksi pencurian ini terekam CCTV yang terpasang di rumah tersebut.

Saat menjalankan aksinya, Wahyu Hidayat mengambil tas yang berisi uang Rp 2,5 juta dan ponsel milik korban. Ia mengaku awal berusan dengan kepolisian saat berusia 19 tahun.

“Sudah sejak 19 tahun, saat itu masih SMA,” ujarnya saat ditemui di Polres Banjarnegara, Selasa (18/6/2019).

Meski sudah tertangkap untuk kedelapan kalinya, Wahyu Hidayat tetap mengaku kapok. Ia berjanji tidak akan mengulanginya lagi. “Saya kepepet mencuri dan kapok, tidak akan melakukannya lagi,” katanya.

Kapolres Banjarnegara AKBP Aris Yudha Legawa mengatakan, pelaku merupakan residivis sampai 7 kali dengan kasus yang sama yakni pencurian dengan pemberatan. Kali ini, pelaku masuk ke rumah korban dengan cara memanjat tiang antena.

“Dia residivis 7 kali dengan kasus yang sama. Sekarang juga melakukannya lagi mengambil tas berisi uang Rp 2,5 juta dan ponsel,” jelasnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Pelaku terancam 7 tahun penjara.

“Ini setiap harinya bekerja sebagai juru parkir, tetapi kalau kepepet kemudian mencuri,” ujarnya.

( Sumber, Detik.com)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

Viral KTP Warga Mojokerto Ditemukan di Sarang ISIS Yaman

Published

on

Spread the love

Mojokerto – (31/08/2020). Suarametropolitan.com. Video pemberontak Houthi menggeledah persembunyian teroris di Provinsi Al Bayda, Yaman viral di medsos. Pasalnya dalam video ini, militan Houthi menemukan KTP diduga milik warga Kabupaten Mojokerto dan beberapa lembar uang rupiah di sebuah rumah.

Video viral diunggah akun Twitter @Natsecjeff pada Sabtu (29/8) pukul 12.51 WIB. Akun ini mengunggah 4 rekaman video sekaligus. Salah satu video merekam pemberontak Houthi menggeledah sebuah rumah. Akun @Natsecjeff menyebut video ini direkam di Provinsi Al Bayda, Yaman.

Semula militan Houthi menemukan bendera teroris ISIS di rumah tersebut. Yang mengejutkan, di dalam rumah itu juga ditemukan beberapa lembar uang rupiah. Yaitu pecahan Rp 10.000, Rp 5.000, serta Rp 5.000.

Tidak hanya itu, mereka juga menemukan sebuah KTP warga negara Indonesia (WNI). Tampak kartu identitas ini bukan jenis KTP elektronik. Masa berlakunya sampai 24 Desember 2013. Diduga KTP tersebut milik warga Kabupaten Mojokerto.

Karena tertulis nama Syamsul Hadi Anwar, warga Japan Raya Jalan Basket blok NN 15, RT 1 RW 12, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Namun, belum dapat dipastikan kebenaran identitas tersebut.

“Houthi video footage from its recent ops against AQAP and IS in al-Bayda. #Yemen (Rekaman video Houthi dari operasi terakhirnya melawan AQAP dan ISIS di Al Bayda, Yaman),” tulis akun @Natsecjeff menjelaskan video tersebut seperti dikutip detikcom, Senin (31/8/2020).

Video penemuan KTP WNI dan uang rupiah itu hingga pagi ini sudah di ditonton 146 ribu kali, menuai 51 komentar, 471 retweet, serta disukai 449 netizen. Pada kolom komentar akun, @Natsecjeff menjelaskan akronim dari AQAP. Yakni Al Qaeda in The Arabian Peninsula.

Hanya saja belum diketahui pasti kapan video tersebut direkam. Berdasarkan data pada situs resmi Perum Peruri, uang kertas pecahan Rp 10.000 dalam video tersebut diedarkan di Indonesia tahun 2005. Sedangkan pecahan Rp 5.000 dan Rp 2.000 diedarkan di tanah air tahun 2001 dan 2009.

Viral Ditemukan Uang Rupiah dan KTP Diduga Warga Mojokerto dan Uang Rupiah Ditemukan Pemberontak Houthi di Yaman
Ditemukan Uang Rupiah di penggeledahan Pemberontak Houthi/ Foto: Tangkapan Layar

Dengan begitu, ada kemungkinan video tersebut diambil antara 2014 sampai 2020. Karena pemberontakan Houthi di Yaman pecah pada 2014 lalu. Pada rentang waktu tersebut, uang kertas pecahan Rp 10.000, Rp 5.000 dan Rp 2.000 memang sudah beredar.

Pada pemberontakan 2014, militan Houthi menggulingkan pemerintahan Yaman. Namun, pemerintahan Yaman kembali tegak setelah dibantu Arab Saudi. Selain memberontak ke pemerintah, militan Houthi juga berperang dengan Alqaeda dan ISIS, dua kelompok teroris besar di dunia.

Hingga kini belum ada respon dari kementerian luar negeri atau pemerintah terkait kebenaran video tersebut.

Sumber: detikNews – (Enggran Eko Budianto)
Foto: Tangkapan Layar

Continue Reading

Hukum

Kembali Terjadi, Aksi Brutal Terhadap Jurnalis TV Nasional di Lampung Utara

Published

on

Spread the love

LAMPUNG UTARA (Suarametropolitan.com) – Aksi Brutal dan premanisme terhadap jurnalis kembali terjadi, hal ini di alami oleh Ardy Yohaba Jurnalis Stasiun Televisi Swasta Nasional (Indosiar). Pemukulan dan perampasan camera serta dihalangi tugas jurnalis yang tengah bertugas meliput pertandingan sepak bola Piala Bupati Cup 2020 Yang digelar pada Stadion Sukung Kelapa Tujuh Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung utara, jumat (27/08).

Pemukulan dan perampasan yang dilakukan oleh Ketua Panitia Bupati Cup Juanda Basri ketika hendak meminta Keterangan dari Pihak Panitia, penanggung jawab pertandingan, terkait adanya kericuhan soal Penilaian Skor pada pertandingan yang berlangsung kemarin.

“Kemarin saya hendak bermaksut untuk melakukan wawancara. Kepada Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Lampung Utara Boy Salani. Mengenai Kericuhana Soal Penilaian Skor pertandingan Kemarin,” ucap Ardi Yohaba Kepada awak media.

Lanjutnya. Ketua Koni Kabupaten Lampung Utara, memberikan arahan supaya menemui Ketua Panitia Bupati Cup (Juanda Basri), karna kapasitas yang layak untuk di mintai wawancara adalah Ketua panitia.

“Saya ketika bertemu dengan ketua panitia bupati cup (Juanda Basri). Saya menunjukan identitas saya sebagai media dan menjelaskan kedatangan saya. Pas saya mau mewawancarai dia. Kamera saya di rampas dan dia marah serta ada pukulan yang di layangkan kepada saya tepat pas di pelipis muka saya, serta kamera saya rusak,” Jelasnya.

Atas perlakuan yang dialaminya, Ardy Yohaba bersama Deferi Zan (Ketua) dan Heri yanto (Sekertaris) Badriansyah dan jajaran Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (Dpc Awpi) Kabupaten Lampung Utara melaporkan peristiwa yang di alami nya ke Mapolres Lampung utara, laporan diterima langsung oleh Ka.Spkt. Ipda Pol. Irwanto, Unit Sentra Pelayanan (SPKT) dengan nomor Laporan Polisi : LP / 855 /B / VIII / 2020 / POLDA LAMPUNG / RES L.U.

(Sumber : AWPI Lampung)

Continue Reading

Kriminal

Rumah Warga Gedangsari Di Acak – Acak Maling

Published

on

Photo MetroIndonesia.co
Spread the love

SuaraMetropolitan.com – Pencurian terjadi di rumah Sigit Sedyanto (42) warga Padukuhan Nglaran Rt 01/11, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, pada Selasa (18/2/2020).

Kejadian ini baru diketahui saat korban bermaksud mengambil mobil miliknya yang berada di rumah untuk membawa anaknya pulang dari rumah sakit. Pencuri berhasil membawa sejumlah uang tunai dan dua buah hp milik Sigit yang saat itu rumah ditinggal dalam keadaan kosong sejak pagi,karena harus menunggu anaknya yang dirawat di rumah sakit.

“Begitu saya pulang Jam 14.30 WIB saya curiga karena pintu rumah sudah agak terbuka dan lebih kaget lagi melihat isi kamar sudah berantakan. Saat saya periksa uang tunai dan dua buah hp saya ikut raib,” ungkap Sigit.

Akibat kejadian ini korban menderita kerugian sekitar 20 juta rupiah. Setelah mendapat laporan jajaran Polsek Gedangsari bergegas menuju lokasi rumah korban guna penyidikan. Diperkirakan pencuri masuk ke dalam rumah korban melalui pintu depan pada waktu siang hari.

Sumber : MetroIndonesia.co

Supri M

Continue Reading

Berita Terpopuler