Berita Daerah

Tim Juri IGA 2025 Tinjau Langsung 303 Inovasi Unggulan di Kabupaten Ogan Ilir

×

Tim Juri IGA 2025 Tinjau Langsung 303 Inovasi Unggulan di Kabupaten Ogan Ilir

Sebarkan artikel ini
Foto bersama di sela-sela kegiatan.

Ogan IlirSuaraMetropolitan – Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir menerima kunjungan Tim Juri Validasi Lapangan Innovative Government Award (IGA) 2025 pada Selasa (18/11/2025) di Ruang Rapat Audiensi Bupati, KPT Tanjung Senai. Kedatangan rombongan penilai ini disambut langsung oleh Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, bersama Wakil Bupati Ogan Ilir, Ardani, Sekda Ogan Ilir, H. Muhsin Abdullah, serta para asisten dan kepala perangkat daerah terkait.

Tim juri yang hadir terdiri dari Kepala Bagian SDM dan Organisasi BSKDN Kemendagri, Ira Hayatunisma, dan Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN, Agus Eko Nugroho.

Rangkaian penilaian diawali dengan pelepasan kegiatan Field Trip Education, salah satu inovasi unggulan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ogan Ilir.

Baca juga: Iklan Rokok Sampoerna di Depan BPJS Kesehatan Disorot, Pemkot Palembang Dinilai Lalai Awasi Pelanggaran

Kegiatan berlanjut dengan sesi audiensi bersama Bupati dan Wakil Bupati, pemaparan berbagai inovasi lintas perangkat daerah, serta peninjauan lapangan ke sejumlah lokasi inovasi, seperti Gardu Ketapang, Sekretariat TPID–Kebun Setda Ogan Ilir, SMPN 1 Indralaya, SDN 5 Indralaya, hingga sentra kebun cabai di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat.

Pada tahun 2025, Kabupaten Ogan Ilir tercatat memiliki 303 inovasi daerah yang tersebar di berbagai sektor, meliputi 16 inovasi penanganan kemiskinan, 83 inovasi kesehatan, 4 inovasi mitigasi bencana, 56 inovasi pendidikan, 5 inovasi pertanian, 76 inovasi percepatan penurunan stunting, dan 63 inovasi tata kelola pemerintahan.

Baca juga: Resmikan Pavilion Baru, BSI Mantapkan Komitmen Kembangkan Ekosistem Syariah di Sumsel

Dari ratusan inovasi tersebut, terdapat dua program unggulan yang menjadi fokus penilaian IGA tahun ini:

1. Field Trip Education – Inovasi non-digital di sektor pendidikan yang mengajak siswa belajar langsung di lapangan, sehingga peserta didik dapat mengamati dan mengalami materi pembelajaran secara nyata, terutama bagi sekolah-sekolah di wilayah pelosok.

2. Gardu Ketapang (Gerakan Terpadu untuk Ketahanan Pangan) – Inovasi digital yang menghubungkan berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, mencakup pengelolaan data, kolaborasi informasi, serta dukungan terhadap keberlanjutan ketersediaan pangan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Panca Wijaya Akbar menyampaikan apresiasi sekaligus harapannya.

“Melalui kunjungan dan penilaian ini, kami berharap mendapatkan masukan, kritik yang konstruktif, serta perspektif baru dari para juri. Penilaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Ogan Ilir,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.