Connect with us

Umum

Tuntaskan Air Bersih, Tugiman Bantu Sumur Bur

Published

on

Spread the love

Gunungkidul, (26/02/2020) SuaraMetropolitan.com
Nglipar – Kedungpoh merupakan salah satu wilayah Zona Utara dari Kabupaten Gunungkidul, yang ketika kemarau panjang 2019 yang lalu, beberapa dusun mengalami kesulitan air bersih sehingga sebagian warga harus membeli air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari hari.

Mendapatkan informasi dari Dukuh Sinom, Suparman dan juga para pemuda, Tugiman Centre bekerjasama dengan para pemuda serta warga masyarakat setempat bergotong royong untuk mengatasi kesulitan tersebut dengan membuat sumur bor yang terletak di Dusun Sonom, Kelurahan Kedungpoh, Kabupeten Gunungkidul. Upaya yang dilakukan ternyata tidak sia-sia karena pada akhir musim kemarau yang lalu berhasil mendapatkan sumber air yang cukup besar.
“Akhir musim kemarauyang lalu alhadulillah mendapatkan sumber air yang cukup besar, Kita pasang instalasi pada ketinggian hampir 400 meter dari titik air, dari pusat penampungan itu nantinya bisa disambung untuk disalurkan kepada warga”, ungkap Tugiman.
Mudah-mudahan dengan mengocornya sumur bor bermanfaat dan dapat membantu warga Sinom lor dan Kedungpoh Tengah nantinya tidak lagi mengalami kesulitan air bersih, ungkap Tugiman.
Sumur Bor diresmikan langsung oleh Kolonel Inf Dr. Tugiman, pada Sabtu (22/2/2020), kegiatan dihadiri oleh Lurah Kedungpoh, beberapa Dukuh, para Ketua RW/RT dan tokoh masyarakat setempat serta seluruh Warga Sinom dan Kedungpoh Tengah,
Tugiman juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan semangat gotong royong dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan. “ Mari kita giatkan kembali budaya gotong royong, karena seberat apapun beban yang kita hadapi kalau kita pikul dan kerjakan bersama sama pasti akan lebih mudah dan ringan, ungkap Tugiman.
Tugiman juga yakin, kalau ada kemauan dan niat yang kuat, persoalan air bersih di Gunungkidul pasti akan dapat diatasi.
“ Apabila ada niat dan kemauan yang keras didukung sentuhan teknologi yang tepat saya yakin persoalan air di Gunungkidul yang sudah menaun akan dapat teratasi”. ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Desa Kedungpoh Dwiyono, yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kolonel Inf Dr. Tugiman, atas kepedulian dan bantuan sumur bor kepada warganya dan berharap agar kedepan Kolonel Inf Tugiman bisa berkiprah lebih maksimal untuk ikut memajukan desa Kedungpoh khususnya dan Gunungkidul pada umumnya.
“ Kita semua tau Pak. Tugiman adalah putra terbaik Kedungpoh yang lahir dan besar di desa Ini, mudah2an bisa terus berkiprah memajukan Desa Kedungpoh khususnya dan Gunungkidul pada umumnya”, ungkap Dwiyono
Pada kesempatan yang sama, dukuh Sinom, Suparman menjelaskan bahwa sumor bor tersebut direncanakan akan disalurkan beberapa RT wilayah dukuh Sinom maupun Kedungpoh Tengah. Suparman juga menceritakan kisah perjalanan Kolonel Tugiman bahwa dirinya adalah bagian dari murit pengajian yang dulu mendapatkan bimbingan dari Kolonel Tugiman, sebelum Dr.Tugiman masuk TNI.
“ Saya adalah salah satu murit Pak. Tugiman, beliau sering membimbing pengajian di masjid Kalikucir, sebelum Pak. Tugiman masuk TNI,”. ungkapnya.

( Try)

Budaya

Danang: Ditutupnya Kalahari Resto Pegawai Akan Jadi Relawan Bantu Tim Medis

Published

on

Spread the love

Gunungkidul, Suarametropolitan.com — Lonjakan penularan Covid-19 kian meningkat. Korban jiwa berjatuhan dimana-mana, rumah sakit mengaku kekurangan tenaga medis, oksigen dan ruang ICU. Kondisi seperti ini sangat mengetuk bagi siapa saja untuk peduli terhadap keselamatan bersama.

Situasi wilayah Gunungkidul yang demikian, kepedulian pihak Kalahari Resto and Cafe yang merupakan sebuah perusahaan kuliner di Kecamatan Wonosari, akan meliburkan tempat usahanya. Tidak hanya itu, sebagai bentuk lain support terhadap upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19, sejumlah pegawai Kalahari dengan sadar rela menjadi relawan.

Menurut owner yakni Danang Ardianta, bawasanya keputusan meliburkan restoran dan cafe yang tengah naik daun dengan konsep nuansa Bali-Jawa ini bukan tanpa alasan kuat. Hal tersebut dilakukan karena kondisi penyebaran covid-19, yang sangat massive di Gunungkidul.

Sifatnya penutupan sementara tempat usaha ini, sebagai bentuk keprihatinan kami di dunia kesehatan dan mengedukasi kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan, menjaga keselamatan diri, keluarga dan kerabat agar tidak terpapar Virus yang berbahaya atau Covid-19,ini.

“Melindungi keluarga saya dan seluruh pegawai Kalahari juga lingkungan sekitar,” kata Danang Ardianta, pemilik Resto Kalahari, Rabu (30/06/2021).

Lebih lanjut Danang mengatakan bahwa penutupan dilakukan mulai Tanggal 1 Juli sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Ini adalah inisiatif sendiri berdasarkan kesadaran, bukan karena salah satu dari pihak Kalahari ada yang terpapar covid atau paksaan dari pihak manapun,” jelasnya.

Pihaknya juga meminta maaf kepada pelanggan yang sudah reservasi tempat, dengan sangat terpaksa membatalkannya.

“Kami hanya melayani pembelian makan minum dengan reservasi online ke nomor WA 081325257474,” terangnya.

Harapan Danang (Owner Kafe), berawal dari gerakan ini, seluruh masyarakat memiliki kesadaran yang sama, menjunjung tinggi himbauan pemerintah dan membantu dalam upaya menghentikan penyebaran covid-19 untuk senantiasa menerapkan PROKES dimanapun berada.

(Reporter).

Continue Reading

Nasional

Gunungkidul: Gantung Diri Belum Ada Solusi, Masih Ada Juga Yang Nekat

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, (26/05/2021), Suarametropolitan.com, — Terjerjadi orang meninggal dengan cara gantung diri, identitas korban bernama Suprapto, Gunungkidul, 09 Juli 1960, Kasihan, Balong, Girisubo, Gunungkidul, DIY.

Sekira pukul 06.30, Tukiyah kerumah korban untuk mengantar sarapan. Sewaktu akan membuka pintu depan ternyata masih terkunci sehingga saksi lewat pintu belakang, sesampai didalam rumah Tukiyah terkejut melihat korban sudah tergantung diruang tengah. Melihat hal tersebut kemudian memanggil tetangga lainya mengabarkan bahwa korban meninggal gantung diri lalu melaporkan kepihak kepolisian setempat.

Setelah polisi menerima laporan kemudian langsung mendatangi TKP dan melaksanakan olah TKP, selanjutnya Koordinasi dengan petugas Puskesmas, mengidentitas saksi dan korban lalu melaksanakan visum luar bersama petugas puskesma Girisubo.

“Pada tubuh korban tidak ada tanda tanda bekas penganiayaan atau luka yang tidak wajar, selama hidupnya korban tidak memiliki keluhan penyakit apapun”, terang salah satu petugas kepolisian polsek Girisubo.

Kapolsek Gieisubo, AKP Wasdiyanto menerangkan bahwa peristiwa tersebut di ketahui pertama kali oleh kerabat Suprapto yang pagi itu hendak mengantar makanan. Namun ketika akan masuk rumah, masih mendapatinointu dalam keadaan terkunci.

“Kemudian Tukiyah masuk melalui pintu belakang, dan mendapati Suprapyo sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali di ruang tengah rumahnya.” jelasnya

Diketahui latar belakang korban ber KTP di padukuhan lain yaitu di dudun Kasihan Kalurahan Balong kemudian korban tinggal sendir di rumah kerabat yang berada di dusun Balong Kalurahan Balong.

Setelah dilaksankan oleh TKP kemudian korban diserahkan kepada keluarga korban, untuk dimakamkan.

(Redaksi)

 

Continue Reading

Peristiwa

Telah Meninggalkan rumah Sularto Warga ngelo rt 02/10 Kemadang Tanjungsari

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com – Meninggalkan rumah sekitar Pukul 23:30, dengan mengenakan pakaian batik warna putih, celana adidas, tangan kanan ada bekas jahitan habis operasi.
Atas perintah komandan SAR DIY Distrik GK dari mako pukul 22.00 wib menerjurkan 15 personil dengan 3 armada R4 ditambah 1armada R2.

Personil melakukan assesment dan mengadakan koordinasi dengan keluarga, warga, serta potensi lain kemudian membagi 3 sru yaitu,
SRU 1: 8 personil dibantu warga melakukan penyisiran di sisi kiri titik terakhir di ketahui (perbukitan), SRU 2: 9 personil juga dibantu warga untuk menyisir dari sisi kanan atau titik terakhir di ketahui, (persawahan). SRU 3: 2 personil menyisir atas dasar validasi informasi dari masyarakat atau saksi-saksi yang berhasil dihimpun. (23:00.Wib).

Pukul 01.15 wib Informasi dari SRU 3 yang melakukan validasi dari saksi-saksi menyatakan bahwa jam 8pagi survivor diketahui berjalan di jalan pemukiman di dusun Kelepu Banjarejo desa sebelah mengarah ke arah Kantor kecamatan Tanjungsari jarak _+ 2kilo
Kemudian seluruh SRU ditarik mundur untuk kembali melakukan koordinasi.

Salah satu anggota SAR DIY, Nyanyang membenarkan bahwa memang benar adanya warga yang tengah dalam pencarian karena telah meninggalkan rumah tanpa berpamitan.

“Malam ini kami dan jajaran tim relawan serta warga masyarakat melakukan penyisiran atau pencarian kepada saudara Sularto yang pergi tanpa berpamitan”, Terang Nyanyang.

Dari hasil olah data lapangan dan koordinasi dengan pihak keluarga, warga, pemangku wilayah, dan potensi terlibat maka diputuskan untuk menghentikan pencarian dan mengarahkan pihak keluarga untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat.

Personil lengkap kembali ke mako SAR DIY Distrik GK pukul 01.45 wib. Potensi terlibat adalah, SAR DIY, Tagana, Warga dukuh setempat.

(Redaksi)

 

Continue Reading

Berita Terpopuler