Teluk Sirih,SuaraMetropolitan – PT PLN Indonesia Power UBP Teluk Sirih kembali mencatatkan capaian penting dalam mendukung transisi energi bersih melalui keberhasilan uji coba co-firing biomassa woodchip pada unit pembangkit unit 2. Uji coba ini menunjukkan performa pembakaran yang stabil, linier, serta memenuhi parameter operasi pembangkit.
Co-firing diuji pada dua komposisi biomassa yakni 20% dan 30%. Pada co-firing 20% woodchip, konsumsi coal flow 75 Tph. Ketika komposisi biomassa dinaikkan menjadi 30%, coal flow meningkat hingga 80 Tph. Peningkatan ini memperlihatkan hubungan yang linier dan koheren antara persentase co-firing dan kebutuhan coal consumption batubara, dimana menandakan proses coal mixing biomass berjalan optimal.
Baca juga: Aksi Peduli Pemprov Sumsel, Bantuan Senilai Rp2,65 Miliar Meluncur ke Wilayah Bencana Banjir Longsor
Manager UBP Teluk Sirih, Lufti Nul Hakim, menyampaikan bahwa keberhasilan uji coba ini menjadi tonggak penting dalam mendukung target PLN untuk meningkatkan kontribusi Green MWh dari unit pembangkit berbahan bakar fosil. Ia menegaskan bahwa co-firing merupakan strategi efektif untuk menurunkan emisi karbon tanpa mengganggu keandalan operasional pembangkit listrik khususnya di area Sumatera.
“Uji coba ini membuktikan bahwa pemanfaatan woodchip sebagai biomassa dapat terintegrasi dengan baik. Kami siap berperan lebih besar dalam mendukung program green energy,” ujar Lufti.
Ke depan, UBP Teluk Sirih berkomitmen untuk terus meningkatkan porsi co-firing biomassa, memperkuat keandalan operasi, serta berkontribusi dalam upaya dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan nasional.











