Connect with us

Kuliner

Usaha Kecil Masih Berusaha Merangkak Di Tengah Pandemi Covid-19

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, SuaraMetropolitan.com. (08/04/2020).
Sejumlah usaha kecil di wilayah Gunungkidul, ikut merasakan dampak dari merambahnya virus berbayaha, yakni covid-19. Seperti yang dialami usaha Mido, (55) pedangang angkringan di area salah satu destinasi wisata, Geopark, Mulo, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, yang mana merupakan usaha satu – satunya sebagai mata pencarian untuk menghidupi keluarganya, kini mengalami surut pelanggan.

Sebelumnya angkringan ini menjadi sasaran utama bagi para pengunjung wisata tersebut, namun karena adanya himbauan pemerintah mendadak menjadi sepi, dengan kata lain hanya beberapa orang saja yang datang membeli jajanan disetiap harinya.

“Usaha saya ini sepi sekali, untuk tetap jualan saya menerima makanan kemasan dari sales saja. Biasanya saya bikin sendiri mas, tapi takut tidak laku dan rugi.” kata Mido kepada SuaraMetropolitan.com, (08/05/2020).

Mengenai hal tersebut juga dirasakan oleh sejumlah pedagang sejenis, di beberapa tempat, bahwa dampak dari wabah covid-19 ini, juga sangat dirasakan oleh mereka yang hanya tergantung usahanya untuk menghidupi keluarga.

SM~(Supadiyono)

Kuliner

PPJI Gunungkidul Mengadakan Rakerda dan Syawalan Terapkan Protokol Kesehatan

Published

on

Spread the love

Gunungkidul, SuaraMetropolitan.com – Rakerda dan Syawalan PPJI (Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia), berjalalan lancar dan sukses, acaranya juga melalui prosedur dan mematuhi protokol kesehatan 3 M, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan Memakai Masker, sehingga tidak menimbulkan keramaian ataupun kerumunan.

Acara Rakerda dan Syawalan ini dilaksanakan, Selasa (8/06/2021), di Wisata Alam Wunung Giri Sela Kandha terletak di Wunung, Mulo, Gunungkidul, Yogyakarta.

Dalam Sambutannya Ketua PPJI Gujungkidul Wanto Harusno mengatakan

“Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia adalah wadah untuk mempersatukan para pengusaha di bidang catering, makanan ataupun kuliner di seluruh Indonesia, khususnya untuk Rakerda dan syawalan di Gunungkidul ini menghadirkan perwakilan di seluruh Provinsi DIY, yaitu 4 Kabupaten dan 1 Kota, Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta. Masing-masing Daerah menghadirkan 5 wakilnya untuk hadir dalam acara ini, mengingat saat ini wabah covid 19 juga belum mereda maka kita batasi jumlah anggota yang hadir maksimum 60 Orang terdiri dari perwakilan-perwakilan daerah dan anggota PPJI yang berada di Gunungkidul untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan,” Ujar ketua PPJI Gunungkidul.

Diakhir acara tidak lupa pula Wanto harusno mengucapkan terimakasih kepada Ir. Sumartoyo, selaku Anggota PPJI, dan juga pengelola Wisata Alam Wunung Giri Sela Kandha yang telah memberikan Fasilitas baik tempat ataupun makanan dan minum, sehingga acara ini berjalan dengan lancar dan sukses,” ucapnya.

Continue Reading

Budaya

Resto Unik Serasa Tempoe Doeloe

Published

on

Spread the love

 

Bantul, (15/11/20), Suaradjogja.com – Dengan suasana yang unik dan ala ala di bawah pohon, suasana RM Serasa Tempoe Doeloe di Jalan Bibis Raya 20A Kembaran Tamantirto Bantul Yogyakarta menjadi alternatif kongkow yang asyik bareng teman atau keluarga di wilayah Bantul Yogyakarta. Suasana Tempoe Doeloe sangat terasa dengan property yang sederhana namun dapat mengingatkan kita pada suasana tempoe doeloe, banyak pohon besar seperti pohon melinjo, pohon asem, pohon nangka, dan banyak pohon pohon unik lainnya, menambah suasana yang hangat dan ngangeni.

RM Serasa Tempoe Doeloe menyajikan menu khas Masakan Jawa – Indonesia seperti Nasi Goreng Kebuli Telur bisa dikombinasi dengan ayam suwirnya yang menambah rasa khas yang tiada duanya, Soto Ayam Kemepyar dengan harga paket “yang penting bahagia” hanya Rp. 5.000 ( soto ayam dan teh), diharapkan dapat membantu semua pihak dalam kondisi pandemi ini, Sop Ayam Kampung Maknyus ( sop ayam kampung tanpa MSG), Tongseng Ayam Pedas Manis, Ayam Goreng Tempoe Doeloe yang enaknya tiada tara, Bakmi Godog hotplate dan Bakmi Goreng hotplate ( dapat di tambah dengan mozarela, sehingga menu tempoe doeloe dapat menjadi makanan ke-kinian) yang menjadi menu favorite anak anak muda hanya dengan merogoh kantong sebesar RP 15.000 saja sudah dapat menikmati menu tersebut sambil duduk di bawah pohon yang rindang. Adapun menu minuman spesial tak kalah serunya dengan menu makanan yang tersedia, diantaranya seperti Teh Poci Semriwing anti masuk angin, wedang Jahe gula batu ,Wedang Uwuh, Es Cendol Dawet adalah menu minuman yang paling favorit dan diminati banyak konsumen, karena cendol dawetnya selalu fresh dibuat sendiri oleh RM Serasa Tempoe Doeloe, tanpa bahan pewarna dan bahan pengawet dan dengan rasa manis asli gula jawa. Aneka menu yang lain di RM Serasa Tempoe Doeloe hadir memberikan warna dunia kuliner di Yogyakarta.

Daryanto Hadi salah seorang pengelola dan pemilik Resto Serasa Tempoe Doeloe menuturkan bahwa Resto ini dibuka dengan nama Serasa Tempoe Doeloe, karena awal dari bukanya resto adalah untuk melestarikan menu orang tua yang legendaris yaitu “sop ayam kampung dan es cendol dawet”, yang tastenya sop ayam kami berbeda dengan sop ayam kampung lainnya, sop ayam kami tanpa menggunakan MSG. Kami membuka resto yang sehat tanpa MSG.

” Resto di jalan Bibis Raya seluas kurang lebih 2000 meter ini berawal dari warung sop ayam di daerah Padokan Lor dekat Madukismo dan di daerah Karangjati serta di daerah Bugisan”, dengan berkembangnya usaha maka dibutuhkan tempat yang lebih luas dan nyaman, dan sekarang berada di jalan Bibis raya no 20 A Kembaran, Taman Tirto Kasihan Bantul Yogyakarta.

Daryanto Hadi dan Punik Mumpuni sebagai pemilik dan pengelola akhirnya membuka usaha catering ketika terjadi lonjakan permintaan pasar atas menu menu kami yang banyak diminati oleh customer, catering mulai dirintis tahun 2015.

Serasa Tempoe Doeloe sejak tahun 2015 sampai dengan sekarang telah bekerja sama dengan berbagai pihak, diantaranya hotel hotel di Yogyakarta, instansi pendidikan di yogyakarta (UII, UNY, UTY, UGM, RSUP Sardjito, TVRI, RRI, dll) dan sekitarnya, pabrik pabrik di sekitar Yogyakarta, syawalan lottemart, swalayan Carefour untuk pemenuhan makan siang karyawan dan Serasa tempoe doeloe catering juga telah melayani berbagai macam acara pernikahan, pengajian, acara keagamaan, rapat, seminar regional maupun nasional dll, demikian Punik Mumpuni kepada awak media.

Di tambahkan oleh Punik Mumpuni saat ini sebuah perusahaan besar menjadi mitra Serasa Tempoe Doeloe untuk kebutuhan makan malam perusahaannya, beberapa instansi pemerintah di Jogja juga menjadi pelanggan untuk kebutuhan rapat mereka.

” Saat ini kami masih dalam kontrak untuk penyediaan makan malam sebuah perusahaan yaitu PT Maesindo, dan hotel hotel di yogyakarta untuk penyedian makan para tamu serta kerjasama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk acara rapat dan seminar” tambah Punik Mumpuni.

Selain itu dengan fasilitas yang ada Resto Serasa Tempoe Doeloe juga melayani acara seperti syawalan,acara keagamaan, rapat ormas,rapat komunitas di mana untuk anggaran bisa di diskusikan dengan pengelola.

” Resto kami juga melayani acara – acara yang di selenggarakan oleh Ormas, Komunitas , Lembaga seperti Syawalan, acara keagamaan dan sejenisnya,untuk anggaran kami flexibel…bisa di diskusikan dengan kami ” pungkasnya.

Reporter : Gie Rahardjo

Continue Reading

Budaya

Asnur Seniman Multimedia, “Suasana Resto Serasa Tempoe Doeloe”

Published

on

Spread the love

 

Bantul, (14/11/20) –
Dengan suguhan khas dan unik yaitu Cake Sultan Tempoe Doeloe di Resto Serasa Tempoe Doeloe Jalan Bibis Raya Kembaran Tamantirto Kasihan Bantul Yogyakarta, Seniman Multimedia Asrizal Nur merayakan hari ulang tahunnya.

Di isi dengan diskusi hangat dan ringan ulang tahun Seniman Multimedia yang sudah populer baik di Indonesia maupun Luar Negeri ini bercerita tentang dunia puisi, dongeng dan pantun.

” Puisi, dongeng atau pantun harus di sampaikan dengan indah… memukau dan penuh makna filosofi ” kata Bang Asrizal Nur dalam diskusi yang di pandu Mas Yanto Manusia Terbalik yang sekaligus Owner Resto Serasa Tempoe Doeloe.

Bang Asrizal Nur melanjutkan bahwa seni harus bisa di nikmati bersama,harus mampu memberikan keseimbangan hidup yang lebih indah dan ikhlas.

” Seni ada baiknya untuk bisa di nikmati bersama,bukan hanya bisa di nikmati seniman dan Tuhannya saja,seni budaya membawa dampak kehidupan, memberikan keseimbangan hidup lebih indah dan ikhlas” lanjut Bang Asrizal Nur.

Terkesan dengan suasana Resto Serasa Tempoe Doeloe yang unik dan menarik Bang Asrizal Nur berharap dapat mengadakan kegiatan seni di Resto yang menyajikan berbagai menu ini.

” Tempat yang bagus dan menarik,lain waktu kita buat acara pentas di sini,menu nasi goreng kebulinya juga enak ” tutur Bang Asrizal Nur.

Di temani beberapa teman seniman,pegiat sosial, pegiat media dan pelaku usaha seperti Ardhyansah Al Ertha, Sukoco Hayat,Muh Sanusi dan Ari Antoni diskusi mengalir penuh kehangatan.

Di antara karya beliau adalah Percakapan Pohon dan Penebang ( 2009) Antologi Puisi Nusantara ( 2006) Kumpulan Puisi Portugal Malaysia dan Indonesia ( 2011) Antologi Puisi Asean , The Vice Of Humanity ( 2015) Pulara 5 ( 2015) kini fokus mengelola Rumah Seni Sanur,tempat peristiwa kebudayaan banyak di lahirkan.

Reporter : Gie Rahardjo

Continue Reading

Berita Terpopuler