Connect with us

Nasional

Utang RI Tembus Rp 4.756 Triliun, Wamenkeu: Masih Aman

Published

on

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan sambutan dalam acara Indonesia Banking Expo 2019 di Jakarta, Rabu, 6 November 2019. ANTARA
Spread the love

SuaraMetropolitan.com, Jakarta – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait penarikan utang pemerintah melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang semakin besar dan telah melampaui pagu dalam APBN 2019 karena utang negara masih terkendali.

Suahasil menyebutkan sebelum menerbitkan SBN pemerintah telah melakukan perhitungan dengan cermat sehingga utang negara juga masih dalam kondisi aman dan terkendali.

“Kami sudah hitung sebelumnya. Dan ini masih terkendali, masih aman,” katanya dalam acara the 3rd Consumer Banking Forum di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu, 27 November 2019.

Ia menuturkan itu merupakan strategi pemerintah terhadap pembiayaan APBN melalui pemanfaatan pasar yaitu penerbitan surat utang dan pinjaman multilateral termasuk memperbesar instrumen SBN tersebut.

“Kami melakukannya saat kondisi suku bunga sedang turun dan masih bergerak turun jadi kami memang oportunistik dalam strategi,” ujarnya.

Ia menjelaskan penambahan pembiayaan utang itu juga untuk menekan defisit APBN 2019 yang melebar pada kisaran 2 persen sampai 2,2 persen dari produk domestik bruto (PDB) agar fungsi anggaran sebagai stabilisator bisa tetap berjalan.

“Dalam kondisi ekonomi seperti ini, pemerintah tidak bisa potong belanja lebih banyak sehingga kami naikkan pembiayaan supaya APBN tetap bisa memberi dukungan pada perekonomian,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang pemerintah per akhir Oktober 2019 berada di angka Rp 4.756,13 triliun.

Utang tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 277,56 triliun dibandingkan Oktober 2018 yang tercatat sebesar Rp 4.478,57 triliun.

Sementara itu untuk realisasi penerbitan SBN Neto hingga 20 November telah mencapai Rp 457,66 triliun yang melebihi pagu yang telah ditetapkan pemerintah yaitu sebesar Rp 389 triliun.

Sumber: Tempo.co
Reporter: Antara
Editor: Dewi Rina Cahyani

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budaya

Pesan H.Sunaryanta: Jangan Sampai Hal Yang Berkaitan Dengan Alam Dijual Belikan

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, (21/04/2021), Suarametropolitan.com — Menurut laporan kegiatan humas kriminal 2 yang disampaikan melalui Grup Whatsapp, pada Hari Selasa tanggal 20 April 2021 Pukul 16.30 wib di komplek masjid Al Falah dan balai Kalurahan Nglindur dilaksanakan kegiatan buka bersama.

Hadir dalam acara buka bersama tersebut, Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta, Panewu Girisubo Alsito,S.Sos, Kapolres Gunungkidul
AKBP Agus Setiawan S.I.K, Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Noppy Laksana Armyanto,Kapolsek Girisubo
Akp Wasdiyanto, SH, Danposmil Peltu Hervianto.

Takmir masjid Al Falah memberi sambutan berisikan harapan kepada pemerintah kabupaten Gunungkidul, agar mendampingi supaya wilayahnya tidak dikuasai oleh pihak lain.
“Semoga pemerintah kabupaten agar senantiasa mendampingi agar wilayah tidak dikuasai oleh pihak lain
-semoga bapak bupati bisa mengayomi dan sukses selalu, dan menjadi pantutan bagi warga gunungkidul yang sejahtera”, sambut Takmir.

Kemudian H.Sunaryanta memberikan tanggapan sebagai bentuk terimakasih atas pengadaan buka bersama, dan menyampaikan beberapa prediksi kedepan untuk wilayah Girisubo.

“Mudah-mudahan senantiasa diberikan kelancaran lahir dan bathin bagi warga girisubo dan sekitarnya
-suatu kebanggaan bisa berkumpul dalam acara ini karna dalam sekian banyaknya masjid tidak sempat dikunjungi semua, masjid al falah, nglindur, girisubo adalah masjid pertama kali bagi saya berkunjung,
wilayah selatan suatu saat nanti bisa jadi bukan milik masyarakat, bisa jadi milik orang lain atau diambil alih, di tahun 2023 akan terkoneksi semua, tentu ekonomi akan meningkat, untuk itu jangan sampai hal yang berkaitan dengan alam dijual belikan, karna tidak tau kedepannya akan seperti apa
fenomena yang terjadi di gunungkidul, perceraian termasuk kasus yg cukup luar biasa di gunungkidul dan kasus bunuh diri juga dimohon dengan sangat tolong orang-orang terdekat agar dikasih tau, dan memberi pencerahan kepada orang-orang tersebut.sampah dibuang sembarangan tolong jangan sampai ada kejadian lagi maupun kejadian kekerasan yang sekarang ini sedang marak maraknya”, sambutnya.

Dalam acara tersebut juga menyampaikan bentuk bingkisan bantuan dana romadhon sebesar 3 juta rupiah, Bingkisan safari romadhon 3 unit wireless portable, serta Bingkisan bantuan tempat ibadah dari sarpras Kabupaten Gunungkidul sejumlah 5 juta rupiah.

(Rep/post: Supadiyono)

Continue Reading

Kriminal

Akan Dilakukan Mediasi, Oknum Lurah Dilaporkan Polisi Diduga Terkait Pelanggaran UU ITE

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com — Melangsir sumber berita dari Fakta9 mengenai dugaan melakukan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap salah satu warganya yang dilakukan oleh oknum Lurah di Kapanewon Girisubo yang berinisial Rj di laporkan ke Polres Gunungkidul.

Slamet Haryoko, SH, salah satu penasehat hukum korban yang berinisial ES, menjelaskan bahwa sebelumnya Rj merekam sebuah pernyataan bernada penghinaan yang ditujukan kepada kliennya, melalui media elektronik.

“Pesan tersebut dikirimkan kepada seseorang untuk disampaikan kepada klien saya.” ungkapnya

Sehingga, karena merasa tidak terima dengan pernyataan tersebut, maka pada tanggal 09 Maret 2021 sekitar pukul 14.30 wib, ES kemudian membuat pengaduan ke Polres Gunungkidul atas dugaan pelanggaran Pasal 27 Jo pasal 45 ayat 3 UU RI No 15 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dilakukan oleh Rj.

“Secara resmi, klien saya sudah melaporkan dugaan penghinaan melalui media elektronik yang dilakukan oknum lurah tersebut.” kata Slamet Haryoko, SH kepada reporter fakta9.com Jum’at (26/03/2021).

Pihaknya juga sangat menyayangkan atas ulah yang dilakukan oleh oknum Lurah terhadap kliennya, pasalnya sebagai seorang tokoh masyarakat seharusnya Rj bisa menjadi contoh dan panutan yang baik untuk warga masyarakat di wilayahnya.

“Sangat tidak pantas pernyataan bernada penghinaan seperti itu dilontarkan oleh seorang perangkat desa (lurah) terhadap warganya yang seharusnya diayomi,” jelasnya.

Selanjutnya, berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor : STTLP/33/ III/ 2021/ DIY/ GNK, penasehat hukum pelapor berharap pihak Penyidik segera memproses laporan yang telah diadukan kepada Kepolisian Resort Gunungkidul, mengingat alat bukti permulaan sudah didapatkan oleh Penyidik, yaitu alat bukti keterangan saksi dan alat bukti petunjuk berupa pesan suara yang diterima oleh pelapor.

“Dua alat bukti sebagai bukti permulaan sudah dikantongi penyidik, maka kami harap kasus ini segera ditingkatkan prosesnya oleh pihak Kepolisian.” Pungkasnya.
———————
Terkait berita diatas, juga diberitakan oleh salah satu media lokal lainya mengonfermasi atau minta keterangan kepada penasehat hukum melalui chat whatsapp pada Jum’at 26 Maret 2021, Pukul 19.10.00 WIB. isi chat nya membenarkan berita tersebut.

“Iya benar, berita tersebut sudah sesuai dan telah dikonfirmasikan ke kita selaku Penasihat Hukum”, Chatnya.

Dari pihak terduga (RJ) mengakui bahwa memang dirinya dilaporkan ke- Polres Gunungkidul, dan terkait hal tersebut dirinya sudah meminta maaf kepada pelapor, pihak pelapor juga bisa memahami namun dikarenakan sudah terlanjur dilaporkan, menurutnya (RJ) prosesnya biar berjalan hingga dilakukan mediasi pada Hari Senin 29 Maret 2021, di Polres Gunungkidul. Hal ini disampaikan kepada salah satu tim redaksi suaradjogja.com, pada jumat malam sekitar Pukul 19.20.00.WIB. melalui voice note whatsapp.

Sumber: Suaradjogja.com

 

Continue Reading

Kesehatan

Warga Tepus Meninggal Dunia Secara Mendadak di Makam Ploso Selesai Ziarah

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com — Waginem, ( 80th ) meninggal dunia ketika ziarah di makam Ploso, Dusun Pudak Rt 001/rw 019, , Desa Tepus, Kapanewon Tepus, Gunungkidul
Hal tersebut diketahui oleh saksi Wasidi (50th), warga pudak Rt 02/ Rw 19, dan Kliwon warga RT 03, atau warga setempat.
Keterangan yang berhasil dihimpun redaksi, pada hari senin tgl 22 Maret 2021, sekitar jam 08.30 Wib korban datang dikuburan ploso pudak, bersama dengan cucunya atas nama okta (16th) dengan tujuan untuk ziarah kubur dikarenakan besok pagi tgl 23 maret 2021 korban beseta keluarga akan mempunyai hajat sunatan cucunya yang bernama Chiko (7th).

Kassubag Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto dalam keterangannya menyebutkan kronologi kejadian bermula saat korban bersama cucunya, Okta (16) bermaksud hendak ziarah ke makam leluhur dikarenakan korban bersama keluarga akan mempunyai hajatan pada keesokan harinya (Selasa, 23 Maret 2021).

” Dari keterangan saksi menyebutkan, awalnya korban berniat ziarah kubur, namun sebelum ritual ziarah selesai, korban jatuh tersungkur dalam kondisi kejang-kejang”, ungkap Iptu Suryanto.

Menurut hasil pemeriksaaan tim medis korban tidak ada tanda – tanda kekerasan dan diduga korban menderita sakit jantung dan ada riwayat sakit darah tinggi.

Selang beberapa saat kemudian korban di serahkan kepihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.

Sumber: Grup Whatsapp Humas Krimina GK.
(Redaksi)

Continue Reading

Berita Terpopuler