Connect with us

Umum

Viral Pengguna Tol Diminta Bayar Rp 1 Juta karena Kartu e-Toll Hilang

Published

on

Foto: Tangkapan layar FB
Spread the love

komentar dan dibagikan 1.383 kali oleh netizen. Sementara video yang dibagikan ke salah satu grup facebook Mojokerto menuai 239 like, 146 komentar, serta dibagikan 4 kali oleh warganet.

“Kanggo konco-konco kabeh driver ojo sampek kelangan e-Toll (Buat teman-teman sopir semua, jangan sampai kehilangan e-Toll). Karena kalau e Tollnya kita hilang akan dikenakan tarif dua kali lipat dari rute terjauh,” kata Sakti Kurnia seperti yang dikutip detikcom, Jumat (20/12/2019).

Sakti Kurnia mengaku menggunakan jalan tol dari Banyumanik, Semarang hingga Mojokerto. Karena e-Toll miliknya hilang, pria berambut panjang ini diminta petugas di GT Penompo membayar Rp 1.002.000.

“Ini saya dari Banyumanik turun ke Mojokerto. Jadi, saya harus bayar Rp 1.002.000. Saya tadi malam itu habis isi e-Tol, terus hilang dicuri orang. Ya inilah, makanya kita harus hati-hati. Ini katanya resmi memang segitu, ini ada kwitansinya. Ini ada petugasnya,” terangnya.

Sebelum mengakhiri siaran langsungnya, Sakti Kurnia sempat kembali menanyakan biaya yang harus dia transfer kepada petugas di GT Penompo. Petugas pria ini pun langsung merespons pertanyaannya.

“Itu nanti masih sisa sampean transfer. Ini saldonya sampean Rp 650.000,” ujar petugas tersebut.

Petugas pria itu lantas memberikan secarik kertas kepada Sakti Kurnia. “Ini nomor rekeningnya, katanya mau transfer,” ucap petugas.

“Oh ya, saya transfer dulu,” timpal Sakti Kurnia.

Video viral ini menuai beragam komentar dari warganet. Akun Ado Genox’s Moxer’s misalnya menilai biaya tol yang dikenakan terhadap Sakti Kurnia harus ada dasar hukumnya.

“Harus ada dasar dan bukti aturannya,” tulisnya.

Ada juga warganet yang menilai Sakti Kurnia kurang berhati-hati hingga kehilangan e-Toll. “Nang njero tol ga onok pasar, ga onok mall, ga onok terminal. Gawa e tol iso ilang kurang ati-ati (Di dalam tol tidak ada pasar, tidak ada mall, tidak ada terminal. Bawa e Toll bisa hilang kurang berhati-hati),” cetus akun Dadang Dan Seribu Lainnya.

Berdasarkan surat denda yang diunggah akun Sakti Kurnia di kolom komentar, nama aslinya Hari Purwanto. Dia mengendarai truk nopol BH 8643 WU. Dikenakan tarif kendaraan golongan II.

Ketentuan tarif tol di situs bpjt.pu.go.id, biaya tol yang harus dibayar Hari dari Banyumanik ke Mojokerto sekitar Rp 435.500. Dengan rincian Banyumanik-Kartasura Rp 97.500, Kartasura-Purwodadi Rp 22.000, Purwodadi-Klitik Rp 115.000, Klitik-Kertosono Rp 132.000, Kertosono-Mojokerto Rp 69.000.

Hari diwajibkan membayar denda Rp 1.002.000 karena kartu e Tol miliknya hilang. Ketentuan denda ini diatur dalam Pasal 86 ayat (2) Peraturan Pemerintah (PP) nomor 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Enggran Eko Budianto – detikNews

Sumber: Detik.com

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Budaya

Pesan H.Sunaryanta: Jangan Sampai Hal Yang Berkaitan Dengan Alam Dijual Belikan

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, (21/04/2021), Suarametropolitan.com — Menurut laporan kegiatan humas kriminal 2 yang disampaikan melalui Grup Whatsapp, pada Hari Selasa tanggal 20 April 2021 Pukul 16.30 wib di komplek masjid Al Falah dan balai Kalurahan Nglindur dilaksanakan kegiatan buka bersama.

Hadir dalam acara buka bersama tersebut, Bupati Gunungkidul H.Sunaryanta, Panewu Girisubo Alsito,S.Sos, Kapolres Gunungkidul
AKBP Agus Setiawan S.I.K, Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Noppy Laksana Armyanto,Kapolsek Girisubo
Akp Wasdiyanto, SH, Danposmil Peltu Hervianto.

Takmir masjid Al Falah memberi sambutan berisikan harapan kepada pemerintah kabupaten Gunungkidul, agar mendampingi supaya wilayahnya tidak dikuasai oleh pihak lain.
“Semoga pemerintah kabupaten agar senantiasa mendampingi agar wilayah tidak dikuasai oleh pihak lain
-semoga bapak bupati bisa mengayomi dan sukses selalu, dan menjadi pantutan bagi warga gunungkidul yang sejahtera”, sambut Takmir.

Kemudian H.Sunaryanta memberikan tanggapan sebagai bentuk terimakasih atas pengadaan buka bersama, dan menyampaikan beberapa prediksi kedepan untuk wilayah Girisubo.

“Mudah-mudahan senantiasa diberikan kelancaran lahir dan bathin bagi warga girisubo dan sekitarnya
-suatu kebanggaan bisa berkumpul dalam acara ini karna dalam sekian banyaknya masjid tidak sempat dikunjungi semua, masjid al falah, nglindur, girisubo adalah masjid pertama kali bagi saya berkunjung,
wilayah selatan suatu saat nanti bisa jadi bukan milik masyarakat, bisa jadi milik orang lain atau diambil alih, di tahun 2023 akan terkoneksi semua, tentu ekonomi akan meningkat, untuk itu jangan sampai hal yang berkaitan dengan alam dijual belikan, karna tidak tau kedepannya akan seperti apa
fenomena yang terjadi di gunungkidul, perceraian termasuk kasus yg cukup luar biasa di gunungkidul dan kasus bunuh diri juga dimohon dengan sangat tolong orang-orang terdekat agar dikasih tau, dan memberi pencerahan kepada orang-orang tersebut.sampah dibuang sembarangan tolong jangan sampai ada kejadian lagi maupun kejadian kekerasan yang sekarang ini sedang marak maraknya”, sambutnya.

Dalam acara tersebut juga menyampaikan bentuk bingkisan bantuan dana romadhon sebesar 3 juta rupiah, Bingkisan safari romadhon 3 unit wireless portable, serta Bingkisan bantuan tempat ibadah dari sarpras Kabupaten Gunungkidul sejumlah 5 juta rupiah.

(Rep/post: Supadiyono)

Continue Reading

Budaya

Rumah Sehat Grand Wijaya Hadir Di Palembang

Published

on

Spread the love

Palembang, Suarametropolitan.com — Manager Unit Pelayanan Pengendalian Pembangkit Sektor Keramasan, Daryanto meresmikan Rumah Sehat Grand Wijaya Persada di Jalan Pendawa No 50, Minggu (11/04). Peresmian klinik kesehatan bagi karyawan PT. Grand Wijaya dan masyarakat umum ini dilakukan secara simbolis dengan pemotongan pita dan didampingi oleh Owner PT. Grand Wijaya, Haji Wijaya dan Penanggung jawab Rumah Sehat dr. RR. Dita Nurul Savitri.

Dalam sambutannya, Daryanto menyampaikan apresiasinya terhadap PT. Grand Wijaya Persada karena hal ini adalah terobosan yang baru dilakukan oleh mitra PT. PLN (Persero). “Kami akan mensupport sepenuhnya terhadap terobosan ini. Dan bilamana perlu dikembangkan di wilayah UPPDK Keramasan, karena banyak mitra PLN yang memiliki karyawan di sana,” ungkapnya.

Menurut sang owner, Haji Wijaya, PT. Grand Wijaya telah banyak membuat program guna kepentingan karyawannya. Rumah Sehat Grand Wijaya Persada ini merupakan salah satu terobosan baru di bidang pelayanan yang bertujuan untuk memanusiakan manusia.

Masyarakat yang berhak mengakses Rumah Sehat Grand Wijaya bukan hanya karyawan, tetapi juga masyarakat umum, baik yang tinggal di sekitar perusahaan, maupun dari tempat lain. Kami tetap memberikan pelayanan yang sama dan terbaik untuk masyarakat yang datang,” ungkap H Wijaya.

Rumah Sehat Grand Wijaya Persada saat ini memiliki dua dokter, satu apoteker, satu asisten apoteker, dan dua perawat. Pelayanan dibuka setiap hari kecuali hari libur, mulai pukul 09.00 – 14.00 lalu jam 18.00 – 21.00. Syarat bagi pasien cukup mendaftarkan diri di rumah sehat baik secara umum, maupun sebagai pengguna BPJS Kesehatan.

Kedepan manajemen PT. Grand Wijaya Persada akan memperluas cakupan rumah sehat. Tidak hanya di Palembang saja, tetapi juga ke kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan. Pastinya, Rumah Sehat Grand Wijaya bekerja sama dengan berbagai rumah sakit, baik tipe A, B, atau C sehingga pasien Rumah Sehat Grand Wijaya Persada dapat terlayani dengan baik.

Sumber: mattanews.co

Continue Reading

Kesehatan

Warga Tepus Meninggal Dunia Secara Mendadak di Makam Ploso Selesai Ziarah

Published

on

Spread the love

 

Gunungkidul, Suarametropolitan.com — Waginem, ( 80th ) meninggal dunia ketika ziarah di makam Ploso, Dusun Pudak Rt 001/rw 019, , Desa Tepus, Kapanewon Tepus, Gunungkidul
Hal tersebut diketahui oleh saksi Wasidi (50th), warga pudak Rt 02/ Rw 19, dan Kliwon warga RT 03, atau warga setempat.
Keterangan yang berhasil dihimpun redaksi, pada hari senin tgl 22 Maret 2021, sekitar jam 08.30 Wib korban datang dikuburan ploso pudak, bersama dengan cucunya atas nama okta (16th) dengan tujuan untuk ziarah kubur dikarenakan besok pagi tgl 23 maret 2021 korban beseta keluarga akan mempunyai hajat sunatan cucunya yang bernama Chiko (7th).

Kassubag Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto dalam keterangannya menyebutkan kronologi kejadian bermula saat korban bersama cucunya, Okta (16) bermaksud hendak ziarah ke makam leluhur dikarenakan korban bersama keluarga akan mempunyai hajatan pada keesokan harinya (Selasa, 23 Maret 2021).

” Dari keterangan saksi menyebutkan, awalnya korban berniat ziarah kubur, namun sebelum ritual ziarah selesai, korban jatuh tersungkur dalam kondisi kejang-kejang”, ungkap Iptu Suryanto.

Menurut hasil pemeriksaaan tim medis korban tidak ada tanda – tanda kekerasan dan diduga korban menderita sakit jantung dan ada riwayat sakit darah tinggi.

Selang beberapa saat kemudian korban di serahkan kepihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.

Sumber: Grup Whatsapp Humas Krimina GK.
(Redaksi)

Continue Reading

Berita Terpopuler