Palembang,SuaraMetropolitan – Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II resmi menutup operasional Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026/1447 H yang berlangsung sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Penutupan ditandai dengan apel bersama yang diikuti jajaran manajemen serta seluruh stakeholder bandara pada Senin (30/3/2026).
General Manager Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Ahmad Syaugi Shahab, menyampaikan bahwa apel tersebut menjadi penanda berakhirnya kegiatan pemantauan angkutan udara selama periode Lebaran 2026.
“Berkat sinergi yang erat antara PT Angkasa Pura Indonesia sebagai operator bandara dengan seluruh stakeholder, peningkatan lalu lintas penerbangan dan pergerakan penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 dapat dilayani secara optimal, dengan pencapaian utama zero accident,” ujar Ahmad Syaugi.
Baca juga: 156 CPNS Banyuasin Dapat Pembekalan Strategi Pembangunan Daerah
Selama periode posko, Bandara SMB II melayani sebanyak 193.628 penumpang atau meningkat 11,6 persen dibandingkan periode Angkutan Lebaran 2025. Puncak arus penumpang terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah mencapai 13.826 orang.
Dari sisi operasional, tercatat 1.277 pergerakan pesawat selama periode tersebut, meningkat 17,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini turut dipengaruhi oleh realisasi 229 penerbangan tambahan (extra flight) dari sejumlah maskapai pada rute Cengkareng, Halim, Yogyakarta, Surabaya, Pangkal Pinang, Batam hingga Kualanamu.
Syaugi menegaskan, capaian positif selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang disertai dengan zero accident semakin memperkuat peran strategis Bandara SMB II sebagai pintu gerbang utama konektivitas udara di Sumatera Selatan.
“Pertumbuhan trafik periode Angkutan Lebaran di awal tahun 2026 ini menjadi motivasi bagi Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II untuk terus meningkatkan kualitas layanan sepenuh hati dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, guna memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pengguna jasa serta utamanya mendukung pengembangan pariwisata serta perekonomian daerah di Provinsi Sumatera Selatan” tutupnya.






