Palembang,SuaraMetropolitan – Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K MAKI) Sumsel minta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) provinsi Sumsel untuk memperketat pengawasan pembangunan proyek Pabrik lll B PT Pusri.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh ketua tim investigasi K MAKI Rahman dalam orasinya pada hari Senin 26 Mei 2025 di Kantor Disnakertrans provinsi Sumsel saat menggelar aksi damai.
Investigator K MAKI Sumsel Maman menerangkan bahwa berdasarkan informasi yang beredar pengerjaan Proyek Pabrik lll B PT Pusri dengan nilai triliunan rupiah dan ribuan pekerja tapi bagian tenaga ahli Quality Control (QC) hanya 2 (dua) orang.
“Proyek bernilai triliunan tapi diduga mempekerjakan Tenaga QC hanya dua orang sedangkan pekerja mencapai 4000 orang kira -kira pengawasan dari Disnakertrans provinsi seperti apa..? Apakah sudah sesuai prosedur,”kata pria yang akrab disapa Maman saat mendatangi kantor Disnakertrans provinsi Sumsel, Selasa (26/05/2025).
Selain itu, kata Maman juga menanyakan bahwa TKA yang bekerja pada pembangunan proyek Pabrik lll B PT Pusri melalui udara atau jalur darat sebab pernah melakukan investigasi di bandara tempat keluar masuknya TKA dan tidak ada tapi faktanya TKA sudah banyak masuk ke kota Palembang.
“Kami juga ingin menanyakan mereka (TKA) masuk Palembang lewat darat sebab sebulan kami di bandara itu tidak ada,”ucapnya.
Baca juga: K MAKI Ragukan Pernyataan Komut PT Pusri Masalah TKA Sudah Selesai
Jadi, pihaknya menduga TKA masuk kota Palembang dengan Diam- diam apakah itu salah satu modus vendor agar tidak dikenakan retribusi.
“Jadi kami menduga ini ada pengemplangan pajak oleh vendor,”ujar Maman.
Maka dari itu, pihaknya berharap agar Disnakertrans provinsi Sumsel selaku pengawas agar berkoordinasi dengan pemerintah Kota Palembang agar tidak terjadi tindak pidana korupsi.
“Kami mengharapkan kerjasama antara Disnakertrans provinsi dan Disnaker kota Palembang melakukan pengawasan yang ketat karena kota Palembang yang akan dirugikan.”tandasnya.






