BeritaBerita Daerah

Meroketnya Harga Cabai Kembali Mengikis Minat Pembeli

×

Meroketnya Harga Cabai Kembali Mengikis Minat Pembeli

Sebarkan artikel ini

Palembang, Suara Metropolitan— Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Pantauan di pasar Lemabang, harga cabai merah menyentuh harga Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu per kg yang sebelumnya hanya Rp 40 ribu per kg cabai.

Trisna (24), pedagang cabai di Pasar Lemabang, mengatakan kenaikan cabai ini sudah terjadi beberapa hari yang lalu. Ia mengaku tak mempersoalkan kenaikan harga cabai namun daya pembeli mulai menurun dari adanya kenaikan harga terutama cabai. Hal utama yang menjadi pengaruh kenaikan ini adalah ketiadaan barang dan tingginya permintaan masyarakat

“Hari minggu kemarin, hari Jumat atau lebih tepatnya. Harga itu gada yang salah, cuma peminat pasar. Ada banyak hal yang mempengaruhi, yang paling utama gada barang dan tingginya permintaan.” ujar nya

Disisi lain,  para pelaku usaha juga ikut terdampak dari adanya kenaikan harga cabai. Banyak diantara nya memilih untuk mengurangi porsi cabai agar tetap bertahan.

Baca juga : Aturan KPU Rahasiakan Ijazah dan Dokumen Capres-Cawapres, DPR: Ada Apa di Balik Keputusan Ini?

Ibu Dewi (48) salah satu pengusaha kue dan jajanan mengaku bahwa pengeluaran untuk belanja menjadi boros dibanding biasanya ketika harga masih stabil. Selain itu, ia juga harus mengurangi porsi belanja akibat adanya kenaikan harga cabai ini.

“Seandainya harga masih seperapat 6 ribu, 7 ribu, 8 ribu masihlah kita beli seperapat. Nah ini kalo 12 ribu seperapat, kita paling cuma beli 5 ribu, 6 ribu. Otomatis kan berkurang belanja nya..yang semula cabe itu bisa dimasak dua kali, ini cuma bisa sekali” ungkapnya ketika di wawancara

Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Kuto. Asparani (40), salah satu pedagang cabai di Pasar Kuto mengaku mengalami pendapatannya berkurang dari turunnya daya pembeli akibat kenaikan cabai.  Sebelumnya harga cabai merah hanya berkisar Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kg sebelum akhirnya naik hingga Rp 70 ribu per kg. Menurut nya kenaikan cabai ini dampak dari kosongnya barang di tempat ia mengambil dagangan. Meskipun begitu, ia tetap menjual cabai merah seperti biasa tetapi minat pembeli menurun.

“Harga cabe murah, 35 sampe 40 ribu per kg, naik nya separuh harga. Naik nya kurang tau juga, mungkin gada barangnya di Jakabaring. Penjualan tetep kaya biasa tapi gada pembelinya.” Ungkapnya

Pedagang dan pelaku usaha berharap harga cabai kembali stabil. Mereka menilai, harga tinggi tidak menjadi persoalan selama kualitas terjaga dan permintaan tetap ada. Namun, kenaikan yang terus-menerus melonjak dikhawatirkan akan semakin membebani masyarakat kecil. (MG1)

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.