Sekayu,SuaraMetropolitan – Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Drs Syafaruddin, M.Si., meninjau langsung lokasi tanah longsor di Jalan Laskar Jimbun Lingkungan III atau Jalan Laut, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, Senin (18/5/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan atas instruksi Bupati Muba HM Toha Tohet SH sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap bencana longsor yang terjadi pada Minggu (17/5/2026) lalu. Dalam kunjungan itu, Sekda Muba didampingi Camat Sekayu Edy Heriyanto, SH., MSi.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, longsor mengakibatkan satu unit warung milik warga yang berada di bantaran Sungai Musi mengalami rusak berat. Selain itu, terdapat lima rumah warga yang berada dalam kondisi rawan karena lokasinya sangat dekat dengan titik longsor.
Baca juga: Kasus Sungai Lalan, Lahirnya Perbup dan Perda Pengaturan Pelayaran Mulai Terungkap

Jarak antara bibir longsor dengan rumah warga diperkirakan hanya sekitar dua meter. Kondisi tanah yang masih labil membuat warga diminta meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.
Sekda Muba, Syafaruddin, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tersebut.
“Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Kita turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan, memastikan warga yang terdampak dan terancam mendapatkan perhatian, serta mendorong penanganan awal dilakukan secepat mungkin,” ujar Syafaruddin.
Baca juga: Pemkot Palembang Bentuk Tim Khusus Tindak Lanjut Putusan PTUN soal Banjir dan Rawa
Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Musi agar tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami mengimbau warga untuk berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pemerintah tidak tinggal diam. Semua pihak terkait diminta bergerak sesuai tugas masing-masing agar penanganan dapat berjalan cepat, terukur, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto, S.S.T.P, M.Si., mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan kaji cepat di lokasi kejadian bersama unsur kecamatan, kelurahan, RT/RW, dan masyarakat setempat.
“Tim sudah turun ke lapangan bersama unsur kecamatan, kelurahan, RT/RW, dan masyarakat. Fokus awal kita adalah kaji cepat, pendataan dampak, serta memastikan area yang rawan tetap dalam pengawasan,” jelas Marko.






