Berita DaerahTNI

Danlanud SMH Pimpin Operasi Udara Siaga Karhutla Sumsel 2026, Ratusan Water Bombing Dilakukan Setiap Hari

×

Danlanud SMH Pimpin Operasi Udara Siaga Karhutla Sumsel 2026, Ratusan Water Bombing Dilakukan Setiap Hari

Sebarkan artikel ini
Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Kol Pnb Asep Wahyu Wijaya, saat di wawancarai, Kamis (7/2026).

Palembang,SuaraMetropolitan Operasi udara dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan terus dioptimalkan. Sebagai Dansubsatgas Operasi Udara Karhutla Sumsel 2026, Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Kol Pnb Asep Wahyu Wijaya memimpin langsung pelaksanaan operasi udara bersama seluruh kru pesawat dan operator yang terlibat.

Operasi ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh unsur penerbangan, mulai dari perencanaan misi, patroli udara, hingga pelaksanaan water bombing untuk memadamkan titik-titik api di wilayah Sumatera Selatan.

Kolonel PNB Asep Wahyu Wijaya mengatakan, Lanud SMH mendapat kepercayaan sebagai Dansubsatgas Operasi Udara dalam penanganan Karhutla di wilayah Sumatera bagian selatan. Tugas tersebut mencakup penyiapan personel, perencanaan penerbangan, hingga pengoperasian seluruh unsur udara yang terlibat dalam misi pemadaman.

“Alhamdulillah, Lanud Sri Mulyono Herlambang diberikan tugas sebagai Dansubsatgas Operasi Udara Karhutla di Sumatera bagian selatan. Kami bertanggung jawab menyiapkan seluruh operasi penerbangan, mulai dari perencanaan, briefing, penyiapan personel keselamatan terbang dan kerja, hingga menerbangkan pesawat patroli dan helikopter water bombing,” ujar Asep, Kamis (9/7/2026).

Ia menjelaskan, dalam operasi tersebut dikerahkan dua pesawat patroli, yakni satu pesawat fixed wing dan satu rotary wing, serta lima helikopter untuk misi water bombing yang terdiri dari dua helikopter Mi-8 dan tiga helikopter Black Hawk.

Menurutnya, setiap pesawat patroli rata-rata terbang selama tiga jam setiap hari untuk melakukan pemantauan titik api. Setelah titik api ditemukan, informasi langsung disampaikan ke command center sebagai dasar pelaksanaan operasi pemadaman dari udara.

Baca juga: Jejak Karier Kolonel PNB Asep Wahyu Wijaya, Danlanud Baru Sri Mulyono Herlambang

“Setelah titik api ditemukan, laporan dikirim ke command center untuk menentukan pelaksanaan water bombing. Satu helikopter rata-rata terbang hingga empat jam dan mampu melakukan sekitar 40 kali water bombing. Dalam sehari kami menerbangkan empat hingga lima helikopter sehingga totalnya mencapai sekitar 160 sampai 200 kali water bombing setiap hari,” jelasnya.

Asep menerangkan, proses pengambilan air dilakukan dari sumber air terdekat seperti sungai maupun danau yang berada di sekitar lokasi kebakaran sebelum air dijatuhkan ke titik api.

Ia menegaskan, Lanud SMH berkomitmen melaksanakan tugas penanganan Karhutla secara maksimal demi membantu mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.

“Lanud Sri Mulyono Herlambang berkomitmen melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya dalam penanganan Karhutla di Sumatera bagian selatan,” tegasnya.

Hingga saat ini, lanjut Asep, kondisi Karhutla di Sumatera Selatan masih dapat dikendalikan. Sebagian besar titik api yang ditangani memiliki luasan sekitar dua hingga enam hektare dan masih terbantu oleh curah hujan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Namun demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan karena berdasarkan prediksi cuaca, potensi Karhutla diperkirakan meningkat pada Agustus mendatang akibat pengaruh angin kering dari Australia.

Baca juga: Uang Palsu Hasil Temuan Tujuh Tahun Dimusnahkan, Botasupal Sumsel Ajak Masyarakat Lebih Waspada

“Alhamdulillah sampai saat ini titik api masih bisa kita tangani. Namun berdasarkan prediksi, pada Agustus potensi Karhutla akan meningkat. Jika eskalasinya bertambah, kami akan melaporkan ke pusat untuk kemungkinan penambahan helikopter agar operasi water bombing bisa lebih optimal, terutama di wilayah OKI dan Kabupaten PALI yang memiliki potensi Karhutla cukup tinggi,” ungkapnya.

Selain operasi udara, Asep menjelaskan bahwa penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu bersama Satgas Darat. Ketika operasi udara dihentikan menjelang matahari terbenam, personel di darat melanjutkan proses pemadaman hingga api benar-benar padam.

“Satgas udara bekerja dari pagi hingga sore atau sampai matahari terbenam. Jika masih ada api yang belum padam, maka Satgas Darat yang melanjutkan pemadaman di lapangan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Asep juga mengusulkan pembentukan tim rescue khusus yang dapat diterjunkan melalui jalur udara untuk mempercepat penanganan keadaan darurat selama operasi Karhutla berlangsung.

Menurutnya, usulan tersebut telah disampaikan kepada BNPB Pusat sebagai upaya meningkatkan keselamatan personel maupun kru pesawat apabila terjadi kondisi darurat di lokasi operasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Kami mengusulkan dibentuk tim rescue yang dapat bergerak lebih cepat melalui jalur udara. Surat sudah kami kirimkan ke BNPB Pusat, mudah-mudahan dapat disetujui sehingga pelaksanaan tugas Karhutla dapat berjalan lebih aman dan memberikan rasa tenang bagi personel di darat maupun operator di udara,” pungkasnya.

Sebelum pelaksanaan operasi, Danlanud SMH juga mengingatkan seluruh personel Lanud SMH, kru pesawat, dan operator yang terlibat agar selalu mengutamakan keselamatan terbang dan keselamatan kerja selama Operasi Udara Siaga Karhutla Sumsel 2026 berlangsung.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.