Berita Daerah

Bedah Buku Psikosufistik di UIN Raden Fatah Soroti Krisis Moral dan Pengembangan SDM

×

Bedah Buku Psikosufistik di UIN Raden Fatah Soroti Krisis Moral dan Pengembangan SDM

Sebarkan artikel ini
Foto bersama di sela-sela kegiatan Bedah Buku Psikosufistik sebagai Transformasi Peradaban dan Keilmuan yang digelar di Aula Rektorat UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (2/9/2026). 

Palembang,SuaraMetropolitan Gagasan mengenai pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan intelektual, tetapi juga memperhatikan etika dan moral, menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Bedah Buku Psikosufistik sebagai Transformasi Peradaban dan Keilmuan yang digelar di Aula Rektorat UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Drs. H. R. Wijaya, M.Si., selaku penulis buku. Dalam pemaparannya, Prof. Wijaya menjelaskan bahwa psikosufistik merupakan pendekatan yang mengintegrasikan psikologi modern dengan ajaran spiritual tasawuf untuk membentuk manusia secara utuh.

Pendekatan tersebut dinilai relevan untuk menjawab berbagai persoalan manusia modern, mulai dari krisis eksistensial, stres hingga penderitaan psikis, di tengah perkembangan peradaban yang semakin kompleks.

Prof. Wijaya juga menjelaskan bahwa psikosufistik tidak hanya berorientasi pada penyembuhan spiritual individu, tetapi juga diarahkan untuk mendorong transformasi sosial dalam upaya membangun peradaban.

Baca juga: Beasiswa 7 Semester hingga Sertifikasi, Ini Program Kolaborasi PLN Nusantara Power dan UIN Raden Fatah

Prof. Dr. Drs. H. R. Wijaya, M.Si., saat di wawancarai usai kegiatan Bedah Buku Psikosufistik sebagai Transformasi Peradaban dan Keilmuan yang digelar di Aula Rektorat UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, gagasan yang dituangkan dalam buku tersebut juga berkaitan dengan kondisi kebijakan publik dan pengembangan kualitas manusia saat ini.

“Dalam buku itu juga terdapat kebijakan publik saat ini jadi kita lihat sekarang peradaban baru yang dibentuk sudah jauh daripada etika-etika dan moral yang ada baik pengembangan kualitas sumber daya manusia maupun pengembangan karir daripada karyawan dan para pejabat publik,” jelas Prof. Wijaya.

Ia mengatakan, pelaksanaan bedah buku di UIN Raden Fatah Palembang bukan tanpa alasan. Selain dirinya merupakan dosen UIN Raden Fatah Palembang, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan kerja sama yang terjalin dengan pihak yang mendukung program pengembangan SDM dan pendidikan.

“Jadi buku ini sengaja di bedah di UIN Raden Fatah Palembang pertama saya sendiri dosen UIN yang kedua sesuai kerjasamanya melalui UIN Raden Fatah Palembang karena yang diberikan beasiswa adalah mahasiswa yang berprestasi di UIN Raden Fatah Palembang,” ujarnya.

Baca juga: Palembang Tak Hanya Melawan Karhutla, Kekurangan Air Bersih Ikut Mengancam

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia dan pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi UIN Raden Fatah Palembang mendapat dukungan dari PT PLN Nusantara Power Unit Pelaksana/UP Bukit Asam.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia, khususnya melalui pemberian beasiswa kepada mahasiswa berprestasi. PT PLN Nusantara Power turut menjadi pihak yang mensponsori kegiatan pengembangan SDM tersebut.

Setelah pemaparan penulis, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bedah buku bersama Dr. Idrus Alkaf, M.A. Dari perspektif keilmuan tasawuf, Idrus memberikan catatan bahwa diskursus psikosufistik masih perlu digali lebih mendalam, terutama pada aspek akar epistemologi dan dasar keilmuannya.

Penguatan landasan ilmiah tersebut dinilai penting agar psikosufistik tidak hanya memiliki fondasi teoretis yang kuat, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial yang lebih luas dan nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan bedah buku ini, diskursus mengenai psikosufistik diharapkan terus berkembang dalam lingkungan akademis. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah untuk menjadikan psikosufistik sebagai salah satu fondasi keilmuan yang solutif dan dapat berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan serta pembangunan peradaban.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.