Berita Daerah

Herman Deru Minta Puskesmas Layani ISPA 24 Jam Tanpa Biaya

×

Herman Deru Minta Puskesmas Layani ISPA 24 Jam Tanpa Biaya

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota memastikan puskesmas tetap membuka layanan selama 24 jam, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan akibat gangguan pernapasan. 

Palembang,SuaraMetropolitan Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mulai menjadi perhatian serius dari sisi kesehatan. Paparan asap yang ditimbulkan berpotensi meningkatkan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah masyarakat.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota memastikan puskesmas tetap membuka layanan selama 24 jam, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan akibat gangguan pernapasan.

Tak hanya meminta layanan kesehatan tersedia sepanjang waktu, Herman Deru juga berharap pelayanan bagi masyarakat yang mengalami ISPA akibat kondisi asap tersebut tidak dipungut biaya.

Hal itu disampaikan Herman Deru saat mendampingi Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 di Griya Agung, Senin (31/8/2026) pagi.

Gubernur mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota untuk memastikan kesiapan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap karhutla.

“Saya sudah berkoordinasi sama bupati, wali kota untuk puskesmas dibuka 24 jam untuk pelayanan ISPA. Saya harapkan untuk tidak dipungut biaya kalau untuk infeksi saluran pernapasan ini,” ujar Gubernur.

Menurut Herman Deru, penanganan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun satuan tugas yang berada di lapangan. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran.

Baca juga: Karhutla di Palembang Capai 185,4 Hektare, BNPB Perkuat Peralatan Pemadaman

Ia menyoroti hasil investigasi yang menunjukkan bahwa sebagian besar kebakaran disebabkan oleh faktor manusia. Ironisnya, dampak dari kebakaran tersebut juga kembali dirasakan oleh manusia, terutama melalui asap dan gangguan kesehatan.

“Kalau hasil investigasi penyebab mayoritas ini adalah ulah manusia dan yang terdampak manusia, untuk mengatasinya waterbombing pun kalah dibanding manusia,” katanya.

Karena itu, Herman Deru mengajak seluruh masyarakat Sumsel mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing. Peran tersebut dapat dilakukan melalui langkah promotif, preventif hingga ikut menangani dampak yang muncul akibat karhutla.

Gubernur juga meminta masyarakat yang aktif menggunakan media sosial turut menyebarluaskan edukasi mengenai pencegahan karhutla. Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana untuk mengajak lebih banyak masyarakat memahami bahwa pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama.

“Kita semua warga Sumatera Selatan, masing-masing paling tidak ada peran pada posisi promotif, preventif dan penanganan juga. Teman-teman yang main medsos silakan untuk mengajak orang bahwa kita ini punya peran dalam memulai dan mengakhiri sebenarnya,” ujarnya.

Herman Deru menegaskan bahwa upaya pencegahan harus diperkuat. Sebab, sebesar apa pun teknologi dan sumber daya yang dikerahkan untuk pemadaman, termasuk waterbombing, tetap memiliki keterbatasan apabila kebakaran terus terjadi akibat aktivitas manusia.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB atas perhatian serta dukungan yang diberikan untuk memperkuat penanganan karhutla di Sumsel.

Baca juga: Reses Dapil IV Palembang, Zulfikar Dorong Pembenahan Sarpras dan Pemerataan Pendidikan

Dukungan tersebut antara lain berupa stimulan dan bantuan alat pelindung diri (APD) bagi petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.

“Terima kasih kepada Pak Menhut, Kepala BNPB yang memberikan perhatian berupa stimulan, bantuan APD dan lain-lain. Ini tentu menambah semangat,” katanya.

Selain dukungan peralatan, masyarakat yang ingin terlibat langsung sebagai pasukan darat dalam penanganan karhutla juga diberikan uang semangat. Herman Deru mengajak masyarakat yang berminat untuk mendaftarkan diri dan ikut berkontribusi dalam penanganan karhutla di lapangan.

Sementara itu, mengenai dampak ekonomi yang mungkin ditimbulkan akibat karhutla dan asap, Herman Deru mengatakan diperlukan kajian untuk mengetahui sektor-sektor yang mengalami gangguan.

“Dampak ekonomi kita tentu membutuhkan kajian, sektor apa yang terganggu akibat ini,” pungkasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, BNPB turut menyerahkan bantuan Dana Siap Pakai Dukungan Logistik dan Peralatan Penanganan Darurat Bencana Asap Akibat Karhutla Tahun 2026.

Bantuan senilai Rp770.161.000 tersebut terdiri atas APD sebanyak 25 unit, selang 1,5 inci sebanyak lima unit, pompa jinjing 2 HP sebanyak empat unit, mesin pompa air 6 HP sebanyak dua unit, nozzle sebanyak dua buah, serta flexible tank sebanyak dua unit.

Bantuan tersebut disalurkan kepada Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten PALI, Kabupaten Ogan Ilir, dan Kota Palembang untuk mendukung penanganan karhutla di masing-masing wilayah.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.