Palembang,SuaraMetropolitan – Menjelang H-8 Idulfitri 1447 Hijriah atau tepat pada puasa ke-22 Ramadhan, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengunjungi SMA Negeri Sumatera Selatan, Kamis (12/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Anggota DPD RI sekaligus Duta Literasi Sumsel, Ratu Tenny Leriva.
Kunjungan itu dilakukan untuk memberikan motivasi sekaligus menjadi penyemangat bagi para pelajar SMA/SMK/SLB se-Sumatera Selatan yang mengikuti kegiatan Harmonisasi Ramadhan.
Di hadapan para pelajar, Herman Deru menyampaikan pesan agar generasi muda memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan kebaikan serta memperkuat semangat meraih cita-cita.
“Selalu berlomba-lomba dalam kebaikan. Kita harus bisa menjadi orang baik dan menonjol. Jangan lupa selalu bersyukur atas segala nikmat Allah SWT, menjalani hidup dengan sungguh-sungguh, serta memiliki cita-cita setinggi mungkin, jangan tanggung-tanggung,” pesannya.
Menurutnya, kehidupan sejatinya merupakan sebuah perlombaan yang menuntut setiap orang untuk terus berusaha dan melakukan hal-hal positif.
“Saya sengaja hadir di sini bersama anggota DPD RI untuk memberikan motivasi kepada kalian. Ketahuilah, tidak ada sesuatu pun gerak-gerik kalian yang tidak dinilai. Alam pun ikut menilai,” ujarnya.
Ia juga menuturkan bahwa melalui penelusuran minat dan bakat yang dilakukan para guru, potensi serta cita-cita para pelajar dapat diarahkan dengan lebih baik.
“Orang-orang sukses rata-rata adalah orang baik, atau paling tidak memiliki investasi kebaikan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru turut membagikan pengalaman pribadinya ketika masih menempuh pendidikan.
“Saya sendiri tidak pernah juara kelas dari SD hingga SMA, tetapi juga tidak pernah tidak naik kelas. Saya mungkin tidak memiliki kecerdasan akademik yang menonjol, namun bisa jadi karena memiliki investasi kebaikan, seperti selalu menghormati orang tua, terutama ibu saya. Mungkin melalui celah inilah Allah memberikan jalan hingga saya bisa menjadi bupati dan gubernur,” ungkapnya.
Sementara itu, Ratu Tenny Leriva mengaku senang dapat bertemu langsung dengan para pelajar SMA/SMK/SLB se-Sumatera Selatan. Ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa.
Menurutnya, sekitar 20 tahun mendatang atau pada 2045, Indonesia akan memasuki momentum Indonesia Emas ketika jumlah penduduk usia produktif menjadi kekuatan utama pembangunan.
Baca juga: Malam Minggu di Palembang Makin Seru, Final Ramadhan Run 100 Meter Digelar
“Kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang dan memaksimalkan kemampuan yang dimiliki. Saya yakin kalian bisa memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada. Gunakan teknologi dengan baik, karena teknologi bisa menjadi teman kita jika dimanfaatkan secara positif,” katanya.
Ia juga mengutip Surat Ar-Ra’d ayat 11 yang menegaskan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika mereka tidak berusaha mengubah nasibnya sendiri.
“Yang bertanggung jawab atas masa depan Indonesia adalah kita semua, termasuk kalian yang saat ini duduk di bangku sekolah. Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Mondyaboni menyampaikan bahwa kegiatan Harmonisasi Ramadan digelar untuk membentuk karakter peserta didik di tingkat SMA/SMK/SLB.
Selain menanamkan nilai-nilai religius, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat silaturahmi antar pelajar di Sumatera Selatan.
“Acara ini dihadiri sekitar 1.500 tamu dan undangan, dengan berbagai kegiatan seperti bazar Ramadan serta perlombaan, di antaranya kultum, saritilawah, dan busana muslim,” jelasnya. (*)








