Palembang,SuaraMetropolitan – Harga plastik melonjak drastis hingga mencapai 50% akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi ini berdampak pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggunakan plastik sebagai kemasan utama, memicu kenaikan harga produk jual salah satunya penjual es teh berlokasi di jalan R.E Martadinata, Kota Palembang.
Sebagai penjual es teh tersebut, Andi Riska Apryanti (33) mengatakan kenaikan harga plastik yang terjadi pasca hari raya Idulfitri, penjualan minuman es teh terpaksa dinaikan juga per satu cupnya Rp1 ribu.
“Saya menyiasatinya per satu cup berukuran 16oz menjadi Rp4 Ribu yang semula harganya Rp3 ribu, ukuran 18oz dari Rp 4 ribu jadi Rp5 ribu, begitu juga dengan cup harga Rp6 ribu berukuran 24oz. Selain itu, saya juga menambah cup baru berukuran 14oz untuk pembeli yang masih mau minuman dengan harga awal Rp3 ribu,” kata Andi pada Jum’at (03/04/2026).
Lebih lanjut, Andi mengungkapkan bahwa dengan adanya kenaikan harga, justru pembeli lebih memilih beli minuman tetap di harga Rp3 ribu meskipun ada penambahannya menggunakan cup lebih kecil.

“Pembeli masih banyak beli yang Rp3 ribu dibanding cup lain yang sudah naik harganya. Per hari terjual hingga lima puluhanan lebih minuman cup kecil sedangkan minuman cup besar paling hanya terjual lima sampai sepuluh saja,” ungkap Andi.
Di lokasi yang berdekatan, sebagai pemilik Toko Plastik GL, West Kuzuri (46) menjelaskan semakin naik harga semua jenis plastik, pengiriman yang terlalu lama membuat terciptanya kelangkaan.
“Harga baik bukan lagi hitungan hari, per jam terus naik harga plastik ini, beberapa agen juga masih ada yang belum buka karena barangnya kosong, yang masih terisi di toko sini ambil dari beberapa stok dari agen lain yang masih ada,” ungkap West.
Terakhir, West memberikan tanggapan dan harapan kepada pemerintah untuk selanjutnya terkait kenaikan harga yang secara terus-menerus yang menyulitkan pedagang.
“Kalo harga tinggi barangnya ada tidak apa, tapi harga terus tinggi barang ga ada itu yang sulit, dampaknya peminat berkurang, kalo bisa ya semoga distabilkan kembali agar ada kepastian buat kita pedang,” tutupnya.
Informasi diatas ditulis oleh Mahasiswa Magang UIN Raden Fatah Palembang






