Berita Daerah

Konferensi Nasional IX KOTATERAPI di Kediri Teguhkan Arah Baru Pengembangan Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia

×

Konferensi Nasional IX KOTATERAPI di Kediri Teguhkan Arah Baru Pengembangan Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Penyerahan Cenderamata dari Dr. Qomarul huda, M.Fil.I WD.2 mewakili Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Syekh Wasil Kediri kepada DR.HR.Wijaya,M.Si sebagai Narasumber Seminar Nasional.

Kediri, SuaraMetropolitan — Konferensi Nasional IX Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (KOTATERAPI) resmi digelar di Kota Kediri dengan nuansa spiritual yang kental dan suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kota yang dikenal dengan ketenangannya itu menjadi tempat lahirnya sejumlah keputusan penting yang akan mewarnai arah kebijakan keilmuan tasawuf dan psikoterapi di Indonesia.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam setiap sesi yang berlangsung. Semangat tersebut tidak hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga menandai munculnya arah baru dalam pengembangan konsorsium di tingkat nasional.

Salah satu hasil penting dari konferensi ini adalah kesepakatan pembaruan kurikulum pendidikan tinggi di bidang Tasawuf dan Psikoterapi. Melalui forum musyawarah yang dinamis, disepakati rancangan kurikulum baru yang menempatkan nilai-nilai sufistik sebagai dasar penguatan akademik dan praksis spiritual. Dalam rancangan tersebut, beberapa mata kuliah baru akan segera diterapkan, antara lain Studi Tarekat dan Konsepsi Suluk (3 SKS), Sufi Healing, dan Studi Naskah Tasawuf.

Selain itu, forum juga menetapkan penyelenggaraan Kompetisi Tasawuf dan Psikoterapi tingkat mahasiswa sebagai wadah apresiasi dan pengembangan keilmuan generasi muda. Kompetisi ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat baru bagi mahasiswa untuk meneliti, menulis, dan mengamalkan nilai-nilai tasawuf secara kontekstual di era modern.

Menurut Dr. R. Wijaya, M.Si, pelaksanaan konferensi di Kediri telah memberikan energi segar bagi gerakan Tasawuf dan Psikoterapi di Indonesia.

“Munas ke depan akan jauh lebih sukses daripada yang di Kediri, karena semangat dan fondasi yang kita bangun kali ini menjadi pijakan kuat bagi langkah selanjutnya,” ujar Wijaya.

Sebagai bagian dari agenda nasional, KOTATERAPI juga menetapkan dan mendeklarasikan delapan tokoh utama sebagai Founding Fathers Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia. Mereka adalah Buya Nur Shamad Kamba, Prof. Amin Syukur, Dr. H. Abdul Muhaya, M.A., Dr. Sulaiman, M.Ag., Dr. Suhermanto, M.Ag., Dr. HR. Wijaya, M.Si., Prof. Mukhtar Sholihin, M.A., dan Dr. Rifki Rasyad, M.A.

Penetapan ini menjadi bentuk penghargaan atas jasa dan dedikasi besar mereka dalam membangun dasar keilmuan Tasawuf dan Psikoterapi di tanah air.

Konferensi kemudian ditutup dengan doa bersama dan pernyataan komitmen untuk melanjutkan perjuangan ilmiah dan spiritual. Melalui momentum ini, KOTATERAPI menegaskan tekadnya untuk terus menanamkan nilai-nilai sufistik dalam pendidikan, terapi, dan kehidupan sosial bangsa  menuju konsorsium yang berkarakter, berintegritas, dan berjiwa sufistik.

Tinggalkan Balasan

error: Maaf ya, kalau beritanya bagus di share saja.