Palembang,SuaraMetropolitan – Perjalanan panjang di dunia pendidikan mengantarkan Dra. Nuraini Farida, M.Si., dari seorang guru matematika hingga dipercaya menjabat sebagai Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang, sejak 18 Juli 2025. Pengalaman mengajar dan memimpin sejumlah madrasah menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di dunia pendidikan.
Lahir di Keramasan, Palembang, pada 11 Maret, Nuraini Farida merupakan putri keenam dari sepuluh bersaudara, putri dari K.H. Matcik Akhir, seorang tokoh dari 101 ulama sumsel dan salah satu ulama perintis pendiri NU sumsel. Di tengah perjalanan kariernya, ia juga menjalankan peran sebagai seorang ibu yang dikaruniai empat anak.
Perjalanan pendidikannya dimulai di MI Darussalam dan lulus pada 1979. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di MTsN 2 Palembang hingga lulus pada 1982, sebelum menamatkan pendidikan di SPG Quraniah pada 1985.
Keinginannya untuk terus mengembangkan pengetahuan membawanya melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Tarbiyah, Jurusan Matematika, IAIN Raden Fatah Palembang. Ia meraih gelar sarjana pada 1992. Tidak berhenti di jenjang tersebut, Nuraini kemudian melanjutkan pendidikan magister dengan mengambil bidang Administrasi Publik dan menyelesaikannya pada 2010.
Bekal pendidikan itu menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam menekuni profesi sebagai pendidik. Kariernya dimulai sebagai guru matematika di MTsN Muara Kelingi pada 1 Maret 1999.
Baca juga: 4.000 Anak Palembang Terima Bantuan Laptop, Ratu Dewa Siapkan Anggaran untuk 7.000 Anak Lainnya
Perjalanan kariernya berlanjut di MA An Nur Palembang sejak 1 Oktober 2003. Selanjutnya, ia bertugas sebagai guru matematika di MTsN 1 Palembang pada 29 Juni 2004.
Pada 25 Maret 2005, Nuraini menjalankan tugas sebagai guru matematika di MAN 3 Palembang. Setelah bertahun-tahun menjalani profesi sebagai pendidik, ia kemudian memperoleh kepercayaan untuk mengemban tanggung jawab kepemimpinan di lingkungan madrasah.
Pada 24 Mei 2017, Nuraini menjabat sebagai Kepala MIN 1 Palembang. Setelah itu, ia tercatat bertugas sebagai Guru Ahli Madya bidang matematika di MI Darussalam sejak 1 September 2021.
Pengalaman kepemimpinannya berlanjut ketika ia dipercaya menjabat sebagai Kepala MTsN 2 Palembang pada 23 Mei 2023. Pada 2025, ia kembali mendapat amanah sebagai Kepala MAN 3 Palembang dengan pangkat golongan IV/c.
Perjalanan dari ruang kelas hingga memimpin sejumlah madrasah menjadi bagian dari pengalaman profesional Nuraini Farida. Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menghadapi perubahan dan memahami kebutuhan lingkungan pendidikan.
Baca juga: Dorong Penempatan Jabatan Tepat Sasaran, Banyuasin Petakan Kompetensi ASN
Sikap adaptif dan kreatif Menurut Nuraini Farida merupakan dua hal yang relevan dalam kepemimpinan madrasah. Seorang pemimpin pendidikan tidak hanya dituntut menjalankan tugas administratif, tetapi juga perlu terbuka terhadap perubahan, mengembangkan gagasan, dan menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan peserta didik.
“Bagi seorang pendidik, pengabdian tidak berhenti ketika seseorang dipercaya menduduki jabatan tertentu. Dunia pendidikan terus berkembang, sehingga seorang pemimpin harus bersedia belajar, menyesuaikan diri dengan perubahan, serta terbuka terhadap gagasan yang dapat membawa kemajuan bagi madrasah.”ujarnya saat dibincangi, Selasa (20/10/2026).
Pengalaman panjang sebagai guru dan kepala madrasah juga menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk perspektifnya dalam dunia pendidikan. Setiap penugasan menghadirkan tanggung jawab dan tantangan yang berbeda, sekaligus menjadi kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
“Kreativitas juga menjadi bagian penting dalam menjalankan amanah di dunia pendidikan. Pengalaman yang diperoleh selama bertahun-tahun perlu menjadi bekal untuk mencari pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan madrasah, mendorong perkembangan peserta didik, serta membangun lingkungan pendidikan yang terus bertumbuh.” jelasnya.
Kini, Nuraini Farida mengemban amanah sebagai Kepala MAN 3 Palembang. Perjalanan kariernya dari guru matematika hingga memimpin sejumlah madrasah menjadi catatan pengabdian yang dijalaninya selama bertahun-tahun di lingkungan pendidikan.






