2 unit Land Cruiser “nyasar” ke anggaran 2024 Kabupaten PALI. Mantan Bupati Heri Amalindo menyebutnya sebagai “kreatifitas ilegal” dan publik mulai mencium dugaan pemalsuan dokumen.
Palembang,SuaraMetropolitan – Dua unit Land Cruiser tiba-tiba muncul di anggaran mobil dinas Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tahun 2024. Siapa yang menyisipkan? Pertanyaan ini menjadi perbincangan hangat setelah Bupati PALI dua periode, Heri Amalindo, melontarkan sindiran tajam soal “kreatifitas ilegal” dalam penyusunan anggaran.
“Selama dua periode saya larang BPKAD, Bappeda, dan Sekda menganggarkan Land Cruiser. Kalau sekarang katanya itu warisan lama, berarti ada yang kreatif mengubahnya. Kreatif sih… tapi sayangnya ilegal,” ujar Heri, dengan nada menyengat saat di wawancarai SuaraMetropolitan
Heri menegaskan, saat menjabat sebagai bupati pada 2024, dirinya tidak pernah memberikan persetujuan untuk pembelian Land Cruiser, apalagi sampai 2 unit.
Baca juga: Feri Kurniawan: Alasan “Warisan Kebijakan” Bupati PALI Terlihat Kekanak-kanakan
“Setiap ada usulan seperti itu, saya selalu coret. Jadi kalau tiba-tiba muncul di DPA, jelas bukan keputusan saya,” tegasnya.
Pernyataan ini memunculkan tanda tanya serius, jika Land Cruiser tidak pernah dianggarkan pada masa kepemimpinan Heri, bagaimana bisa masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2024? Dugaan pun berkembang, mulai dari adanya “tangan kreatif” yang menyisipkan item anggaran hingga kemungkinan pemalsuan dokumen atau bahkan tanda tangan dalam proses administrasi.
Baca juga; Presiden Minta Hemat, Kabupaten PALI Belanja Mewah? K MAKI Warning Potensi Korupsi
Sementara itu, sebelumnya Ketua DPRD PALI, Ubaidillah, memastikan pengadaan mobil dinas tersebut sudah resmi masuk dalam DPA 2024 dan telah melalui verifikasi Gubernur Sumsel.
“Pengadaan mobil dinas itu jelas ada di DPA 2024. Anggaran Rp12 miliar bukan hanya untuk mobil Bupati, tapi juga mobil tamu dan lainnya. Rinciannya lengkap di DPA. Itu usulan bukan tambahan, tapi masuk setelah evaluasi Gubernur,” kata Ubaidillah.
Kini, publik PALI menunggu kejelasan, apakah kemunculan Land Cruiser murni bagian dari prosedur yang sah, atau justru hasil manipulasi yang melibatkan dugaan pemalsuan dokumen? Drama politik-anggaran ini tampaknya baru dimulai.






